STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA

Jurnal ABDIMAS PanritaJurnal ABDIMAS Panrita

Pada remaja, BHD sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka dalam menghadapi situasi darurat. Remaja perlu dibekali dengan kemampuan untuk menghadapi situasi darurat seperti kecelakaan, serangan jantung, atau cedera berat. Pelatihan BHD tidak hanya mengajarkan teknik pertolongan, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya bertindak cepat dan tepat dalam situasi kritis. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang tepat, remaja dapat memberikan pertolongan pertama yang efektif sebelum bantuan profesional tiba. Tujuan Pengabdian Masyarakat untuk meningkatkan Pengetahuan dan Ketrampilan Remaja dalam Penanganan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Metode pelaksanaan dengan edukasi, Demonstrasi, Praktik langsung, Role Play, Evaluasi. Kegiatan ini di ikuti oleh 30 remaja dengan rentang usia 13-17 tahun dan dilaksanakan di Gereja Katolika Santu Stefanus Sempan Timika dengan hasil kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam pelaksanaan BHD.

setelah dilakukan pelatihan BHD pada remaja terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam melakukan Bantuan Hidup dasar.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas jangka panjang dari pelatihan BHD terhadap pengetahuan dan keterampilan remaja dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan survei atau evaluasi berkala terhadap peserta pelatihan setelah beberapa waktu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan BHD yang lebih interaktif dan menarik, dengan memanfaatkan teknologi seperti simulasi virtual atau permainan edukatif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan minat dan motivasi remaja dalam mempelajari keterampilan BHD. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk membandingkan efektivitas pelatihan BHD yang dilakukan di berbagai setting, seperti sekolah, gereja, atau organisasi pemuda. Dengan demikian, dapat diidentifikasi model pelatihan yang paling efektif dan sesuai dengan karakteristik masing-masing setting.

  1. Program Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk Remaja Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 34 Jakarta... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/7488Program Pelatihan Bantuan Hidup Dasar BHD Untuk Remaja Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 34 Jakarta ejurnalmalahayati ac index php kreativitas article view 7488
  2. 0. 0 ejurnal.sttdumai.ac.id/index.php/abdine/article/view/9320 0 ejurnal sttdumai ac index php abdine article view 932
  3. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Dan Keberanian Siswa SMA Al - Fityan Medan... doi.org/10.36985/nzs7nm37Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Dan Keberanian Siswa SMA Al Fityan Medan doi 10 36985 nzs7nm37
  1. #diabetes mellitus#diabetes mellitus
  2. #pendidikan kesehatan#pendidikan kesehatan
Read online
File size496.11 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1Iv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test