PROSCIENCESPROSCIENCES

One moment, please...One moment, please...

Pendahuluan: Sistem tanggap darurat kebakaran yang efektif merupakan elemen penting untuk menjamin keselamatan di lingkungan rumah sakit, di mana tingkat hunian yang tinggi, pasien yang rentan, dan infrastruktur yang kompleks meningkatkan risiko kebakaran. Rumah sakit diwajibkan menerapkan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang komprehensif untuk melindungi tenaga kerja, pasien, pengunjung, serta aset fisik. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam kesiapsiagaan, khususnya terkait sumber daya manusia dan kesadaran prosedural. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memprioritaskan permasalahan kesiapan tanggap darurat kebakaran, mengembangkan alternatif strategi perbaikan, serta menentukan tindakan prioritas di Rumah Sakit Premier Bintaro. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan personel kunci rumah sakit, dan analisis dokumen kebijakan keselamatan kebakaran, catatan pelatihan, serta dokumentasi pemeliharaan. Pendekatan kualitatif memungkinkan pemahaman mendalam terhadap praktik tanggap darurat kebakaran yang ada serta kesiapsiagaan institusional. Hasil: Temuan menunjukkan beberapa komponen keselamatan kebakaran di Rumah Sakit Premier Bintaro, termasuk inisiatif pengembangan karyawan dan ketersediaan fasilitas proteksi kebakaran aktif seperti alat pemadam api, alarm kebakaran, dan detektor asap, secara umum memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Namun, terdapat celah kritis, terutama pada konsistensi pelatihan rutin tanggap darurat kebakaran, kesadaran karyawan terhadap prosedur evakuasi, serta kelengkapan dokumentasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran. Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan dan pembinaan rutin, peningkatan kesadaran staf terhadap prosedur evakuasi kebakaran, serta peningkatan dokumentasi dan pemantauan pemeliharaan fasilitas proteksi kebakaran. Optimalisasi langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit, meminimalkan kehilangan akibat insiden kebakaran, dan memperkuat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang efektif dalam lingkungan rumah sakit.

Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan dan pembinaan rutin, peningkatan kesadaran staf terhadap prosedur evakuasi kebakaran, serta peningkatan dokumentasi dan pemantauan pemeliharaan fasilitas proteksi kebakaran.Pengoptimalan langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit, meminimalkan kerugian potensial akibat insiden kebakaran, dan memperkuat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan kebakaran yang efektif dalam lingkungan rumah sakit.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas platform pelatihan digital dalam meningkatkan kesiapan tanggap darurat kebakaran bagi tenaga medis dan non‑medis di rumah sakit, dengan mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku setelah penggunaan modul interaktif. Selain itu, studi longitudinal dapat mengevaluasi dampak sistem pemantauan realtime terhadap perawatan dan keandalan peralatan proteksi kebakaran, menilai apakah pencatatan otomatis dan notifikasi pemeliharaan dapat menurunkan frekuensi kegagalan alat serta mengurangi waktu respons saat terjadi kebakaran. Selanjutnya, penelitian campuran (mixed‑methods) dapat menggali faktor persepsi, motivasi, dan hambatan yang memengaruhi kepatuhan staf terhadap prosedur evakuasi, sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat guna untuk meningkatkan partisipasi aktif karyawan dalam situasi darurat. Pendekatan-pendekatan ini diharapkan memberikan wawasan praktis yang dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan manajemen risiko rumah sakit, memperkuat budaya keselamatan, dan pada akhirnya meningkatkan keseluruhan kemampuan rumah sakit dalam menghadapi bencana kebakaran.

Read online
File size420.74 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test