DINASTIRESDINASTIRES

Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and Humanities

Perjanjian Penjualan dan Pembelian (PPJB) merupakan instrumentasi hukum yang penting dalam transaksi properti Indonesia. Namun, pembatalannya oleh pengadilan menciptakan kompleksitas hukum yang signifikan bagi keterkaitkan hukum dan perlindungan investasi. Penelitian ini menganalisis pertimbangan hukum pengadilan dalam membatalkan akta PPJB karena pelanggaran hukum melalui studi kasus Putusan Nomor 55/Pdt.G/2022/PN.DPK yang dikonfirmasi pada tahap kasasi, menggunakan metode juridika normatif dan pendekatan analisis deskriptif untuk mengevaluasi kesesuaian penerapan hukum kontrak dan kesesuaian perlindungan hukum bagi pemegang sertifikat hak tanah.

Berdasarkan analisis mendalam terhadap Putusan Nomor 55/Pdt.DPK dan proses hukum sampai level kasasi, dapat disimpulkan bahwa alasan hukum pengadilan dalam membatalkan Perjanjian Penjualan dan Pembelian mengandung ketidakkonsistenan dasar yang dapat merusak keterkaitkan hukum dalam transaksi properti.meskipun pengadilan menyatakan penggugat sebagai pengambil alih dalam kasus konvensional, dalam kasus konvensi balasan, penggugat didakwa melakukan pelanggaran kontrak dengan sanksi yang sangat tidak proporsional berupa pembatalan perjanjian dan kehilangan pembayaran sebesar Rp.Kontrak ini menunjukan kekurangan sistem dalam membedakan antara konsep keterlambatan dan pelanggaran hukum, kesewaian pengingkatan sanksi, dan ineffektivitas mekanisme perlindungan hukum yang tersedia.

Dalam mengenali kesesuaian dan kekonsistenan alasan-pembatalan PPJB oleh pengadilan, penelitian lanjutan harus memfokuskan pada meninjau lebih mendalam cara alternatif pemulihan penegakan hukum. Hal ini bisa dilakukan dengan mempelajari kesesuaian sistem registrasi tanah menggunakan model penjualan dan pembelian yang lebih befungsi dalam berkelanjutan sehingga mengurangi risiko kepengurusan harga dan transaksi yang tidak tepat. Selain itu, perlu ada tindakan alternatif bagi pengambil yang bersungguh-sungguh seperti pengevaluan perjanjian kontrak yang dapat memberikan kompensasi lebih proporsional. Untuk itu, perlu dikembangkan kerangka kerja yang lebih konsisten dan proporsional yang mempertimbangkan astegonik arus pengadilan terkait pembatalan kontrak melalui mekanisme pengingat mekanis dan arah audit profesional.

  1. HUKUMAN MATI BAGI TERPIDANA NARKOBA MENURUT HUKUM POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM | Maryandi | Tahkim... ejournal.unisba.ac.id/index.php/tahkim/article/view/6545HUKUMAN MATI BAGI TERPIDANA NARKOBA MENURUT HUKUM POSITIF DAN HUKUM PIDANA ISLAM Maryandi Tahkim ejournal unisba ac index php tahkim article view 6545
  2. One moment, please.... moment please wait request verified journal.mahesacenter.org/index.php/jlpr/article/view/266One moment please moment please wait request verified journal mahesacenter index php jlpr article view 266
  3. PERLINDUNGAN HUKUM NOTARIS DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH | The Juris. perlindungan notaris perjanjian... doi.org/10.56301/juris.v6i1.432PERLINDUNGAN HUKUM NOTARIS DALAM PERJANJIAN JUAL BELI TANAH The Juris perlindungan notaris perjanjian doi 10 56301 juris v6i1 432
Read online
File size314.12 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test