UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas IV setelah diterapkan model search, solve, create, and share (SSCS). Jenis penulisan yang digunakan yaitu kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes (pre-test dan post-test). Metodenya Pre-Experimental Design. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada tes awal sebesar 42,58 dan pada tes akhir menjadi 77,08 dan siswa mengalami peningkatan rata-rata sebesar 34,50. Pada data post-test siswa yang tuntas mencapai KKM 65 dari total siswa kelas IV dengan 19 siswa mengalami tuntas dan 5 mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis Uji z. Post-test dengan nilai zhitung (3,50) ≥ ztabel (1,64). Dari data rata-rata nilai post-test mengalami peningkatan dengan jumlah siswa kelas IV yaitu 24. Dapat disimpulkan bahwa setelah diterapkan model search, solve, create, and share (SSCS) pada pembelajaran IPA siswa kelas IV secara signifikan tuntas.

Setelah diterapkan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS), hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas IV SD Negeri 56 Lubuklinggau mengalami peningkatan yang signifikan.Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 42,58 pada tes awal menjadi 77,08 pada tes akhir.Hasil uji z menunjukkan nilai zhitung (3,50) lebih besar dari ztabel (1,64), yang mengindikasikan bahwa penerapan model SSCS secara signifikan menuntaskan hasil belajar siswa.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada efektivitas model SSCS dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA, mengingat model ini menekankan pada pemecahan masalah dan pencarian solusi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh model SSCS terhadap motivasi belajar siswa, terutama dalam konteks pembelajaran IPA yang seringkali dianggap sulit dan kurang menarik. Terakhir, penelitian dapat diperluas dengan membandingkan efektivitas model SSCS dengan model pembelajaran lain yang relevan, seperti Problem-Based Learning atau Project-Based Learning, untuk mengidentifikasi model yang paling optimal dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model pembelajaran IPA yang lebih efektif dan inovatif, serta mampu meningkatkan kualitas pendidikan IPA secara keseluruhan.

Read online
File size451.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test