UNCMUNCM
Jurnal Genta MuliaJurnal Genta MuliaPenelitian ini berkaitan dengan Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningatkan Pembentukan Karakter Siswa Kelas VIII Di SMP PGRI Pagar Alam. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pembentukan karakter siswa kelas VIII dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan pembentukan karakter siswa kelas VIII di SMP PGRI Pagar Alam.jenis penelitian ini adalah kualitatif diskriftif. Teknik pengumplan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini adalah peran yang dilakukan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Dalam Meningkatkan Pembentukan Karakter Siswa Kelas VIII di SMP PGRI Pagar Alam sudah berperan baik, dimana guru Pendidikan Agama Islam sudah melakukan peranannya sebagai pengajar, pembimbing, pemimpim, ilmuan, dan sebagai pribadi yang baik. Sedangkan faktor pemdukung dalam meningkatkan pemnbentukan karakter siswa yaitu peran guru yang sangat aktif, rekan kerja sesama dewan pendidik dan teman sebaya, program-program sekolah dan faktor penghambat yaitu Kemajuan IFTEK, banyaknya orang tua yang membela anaknya padahal anak tersebut melakukan suatu kesalahan, lingkungan sekitar, kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya pembentukan karakter, pergaulan dengan teman sebaya dan juga pergaulan melalui sosial media.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter siswa kelas VIII di SMP PGRI Pagar Alam sudah berjalan baik, dengan fungsi sebagai pengajar, pembimbing, dan pemimpin.Faktor pendukung meliputi keterlibatan aktif guru dan program sekolah, sedangkan faktor penghambat mencakup kemajuan teknologi dan kurangnya kesadaran siswa.Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, keluarga, dan lingkungan untuk meningkatkan pembentukan karakter.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh penggunaan media sosial terhadap pembentukan karakter siswa dalam konteks pendidikan agama Islam. Selain itu, perlu dilakukan analisis mengenai peran orang tua dalam memperkuat pembentukan karakter di luar lingkungan sekolah. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas pendekatan teknologi dalam program pembentukan karakter siswa di sekolah, terutama dalam era digital saat ini.
| File size | 208.07 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Penyebab keterlibatan remaja dalam pemerkosaan bersifat multidimensi, terdiri dari faktor internal dan eksternal yang saling terkait. Faktor internal meliputiPenyebab keterlibatan remaja dalam pemerkosaan bersifat multidimensi, terdiri dari faktor internal dan eksternal yang saling terkait. Faktor internal meliputi
UINSUNAUINSUNA Dalam praktiknya, guru diharapkan mampu menjadi contoh yang baik bagi siswa, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Namun, seiring berjalannyaDalam praktiknya, guru diharapkan mampu menjadi contoh yang baik bagi siswa, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan. Namun, seiring berjalannya
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Proses ini dimulai dengan perencanaan yang matang, dilanjutkan dengan pengorganisasian berbagai aktivitas, kemudian penggerakan atau implementasi dariProses ini dimulai dengan perencanaan yang matang, dilanjutkan dengan pengorganisasian berbagai aktivitas, kemudian penggerakan atau implementasi dari
UNCMUNCM Hasil validasi ahli materi mencapai 86,67% (sangat kuat), validasi ahli media 89,44% (sangat kuat), dan respon siswa 99,56% (sangat kuat). DisimpulkanHasil validasi ahli materi mencapai 86,67% (sangat kuat), validasi ahli media 89,44% (sangat kuat), dan respon siswa 99,56% (sangat kuat). Disimpulkan
UNCMUNCM Motivasi di balik penelitian ini adalah untuk membedakan pemanfaatan instruksi karakter melalui pembelajaran yang mencakup semua. Makalah ini menggunakanMotivasi di balik penelitian ini adalah untuk membedakan pemanfaatan instruksi karakter melalui pembelajaran yang mencakup semua. Makalah ini menggunakan
UAIUAI Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan field research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian anak sudah berkembang sesuai harapan,Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan field research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian anak sudah berkembang sesuai harapan,
UADUAD For practical implications, any programs designed to promote positive self-adjustment among adolescents may focus on internal factors, such as coping strategyFor practical implications, any programs designed to promote positive self-adjustment among adolescents may focus on internal factors, such as coping strategy
UNTAGUNTAG Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara kemampuan role taking dan dukungan sosial dengan kedisiplinan berlalu lintasTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara kemampuan role taking dan dukungan sosial dengan kedisiplinan berlalu lintas
Useful /
STAI TBHSTAI TBH Sampel penelitian adalah kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan IV B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian mencakup kelayakan, kepraktisan, dan keefektifanSampel penelitian adalah kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan IV B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian mencakup kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan
STAI TBHSTAI TBH Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui di MIS Nurul Falah Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenisTujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui di MIS Nurul Falah Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis
UNCMUNCM Hasil yang didapat dari seluruh uji prasyarat yang telah dilakukan dinyatakan telah memenuhi syarat atau asumsi masing-masing dari setiap pengujian yaituHasil yang didapat dari seluruh uji prasyarat yang telah dilakukan dinyatakan telah memenuhi syarat atau asumsi masing-masing dari setiap pengujian yaitu
UAIUAI Kesimpulan adalah kegiatan practical life dapat menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan strategi pembelajaran demontrasi,Kesimpulan adalah kegiatan practical life dapat menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan strategi pembelajaran demontrasi,