LLDIKTI10LLDIKTI10

Curricula: Journal of Teaching and LearningCurricula: Journal of Teaching and Learning

Persentase pengguna media sosial menunjukkan tren peningkatan dan menimbulkan masalah dari perspektif dampak positif‑negatif. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengaruh frekuensi penggunaan media sosial serta tujuan mengakses media sosial terhadap kemampuan pemahaman membaca mahasiswa. Penelitian kuantitatif eksplanatori diterapkan pada 293 responden dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan tes objektif. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa dengan frekuensi media sosial sedang (>3‑<5 jam) memperoleh pemahaman membaca tertinggi (mean rank: 161,68), sedangkan mahasiswa dengan frekuensi rendah (<3 jam) memperoleh nilai terendah (mean rank: 134,55). Tujuan penggunaan media sosial untuk memperoleh informasi paling tinggi pada kelompok frekuensi rendah (n=109) dan sedang (n=77), sementara tujuan hiburan paling tinggi pada kelompok frekuensi tinggi; tujuan memperoleh informasi menempati posisi kedua. Tujuan mengakses informasi berperan meningkatkan wawasan yang menjadi faktor pendukung kinerja kemampuan pemahaman membaca. Temuan penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan program literasi digital dalam pendidikan dengan desain (a) integrasi dalam kurikulum, (b) penggunaan media sosial secara moderat sebagai strategi belajar, (c) pengembangan pedoman penggunaan, serta (d) evaluasi dan pemantauan penggunaan media sosial.

Studi menunjukkan adanya kecenderungan bahwa frekuensi penggunaan media sosial memengaruhi kemampuan pemahaman membaca, di mana frekuensi sedang (>3‑<5 jam) menghasilkan pemahaman terbaik dibandingkan frekuensi tinggi atau rendah.Kinerja membaca yang baik pada frekuensi sedang didukung oleh tujuan utama penggunaan media sosial untuk memperoleh informasi, serta dipengaruhi oleh tipe konten yang bersifat positif atau negatif.Peneliti merekomendasikan program literasi digital dengan integrasi kurikulum, penggunaan media sosial secara moderat, pedoman penggunaan, serta evaluasi, dan menyarankan penelitian lebih lanjut mengenai dampak platform media sosial tertentu.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh masing‑masing platform media sosial populer, seperti TikTok, Instagram, atau YouTube, terhadap kemampuan pemahaman membaca mahasiswa, dengan memperhatikan perbedaan konten positif dan negatif yang disajikan. Selain itu, studi longitudinal yang memantau perubahan kemampuan membaca selama beberapa semester dapat mengungkap efek jangka panjang dari penggunaan media sosial secara moderat maupun intensif, sehingga dapat menilai apakah pola penggunaan yang konsisten berpengaruh pada perkembangan literasi akademik. Selanjutnya, penelitian eksperimen yang mengimplementasikan program literasi digital terintegrasi dalam kurikulum, meliputi pelatihan penggunaan media sosial secara bijak, dapat menguji sejauh mana intervensi tersebut memediasi hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dan hasil pemahaman membaca, serta memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified lingcure.org/index.php/journal/article/view/2034One moment please one moment please wait request verified lingcure index php journal article view 2034
Read online
File size319.96 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test