UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Aspal beton sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan serbuk batu bata merah, sebagai filler pada campuran aspal AC-WC dibandingkan dengan semen dan abu batu dengan Marshall test dengan variasi filler 1%, 2%, 3%, dan 4%. Penentuan kadar aspal optimum dengan trial campuran aspal penetrasi 60/70 mulai kadar aspal 5,5%, 6%, 6,5%, 7%, dan 7,5%. Dari hasil pengujian awal campuran aspal diperoleh Kadar Aspal Optimum (KAO) 7% yang memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil pengujian Marshall pada variasi filler serbuk batu bata merah, semen dan abu batu, pada kadar filler 1% dan 2% tidak memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018, namun pada kadar filler 3% dan 4% semua hasil pengujian Marshall memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018. Nilai optimum campuran aspal AC-WC yang didapatkan pada Marshall test yaitu pada kadar filler semen 4% dengan nilai VIM 4,239%, VMA 17,305%, VFA 79,880%, Stabilitas Marshall 1551 kg, Kelelehan (flow) 3,23 mm, dan MQ 480 kg/mm. Penggunaan serbuk batu bata merah sebagai bahan pengisi (filler) pada kadar filler 4% lebih baik dari abu batu dan dapat dipakai karena mendekati nilai optimum, dengan nilai VIM 4,267%, VMA 17,226%, VFA 79,637%, stabilitas Marshall 1529 kg, kelelehan (flow) 3,20 mm, dan MQ 478 kg/mm.

Dari hasil penelitian, pengujian awal campuran dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 pada kadar aspal 7%.Hasil pengujian Marshall pada variasi filler serbuk batu bata merah, semen dan abu batu, pada kadar filler 1% dan 2% tidak memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018, namun pada kadar filler 3% dan 4% semua hasil pengujian Marshall memenuhi syarat spesifikasi Bina Marga 2018.Penggunaan serbuk batu bata merah sebagai filler pada kadar 4% lebih baik dari abu batu dan dapat digunakan karena mendekati nilai optimum.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan serbuk batu bata merah sebagai filler dalam campuran aspal AC-WC. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan variasi persentase filler yang lebih beragam untuk menentukan komposisi campuran yang paling optimal. Kedua, eksplorasi penggunaan jenis aspal dengan penetrasi yang berbeda dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengaruhnya terhadap kinerja campuran. Ketiga, penelitian dapat diperluas dengan menguji durabilitas campuran aspal yang menggunakan serbuk batu bata merah, termasuk ketahanannya terhadap retak dan deformasi permanen, untuk memastikan umur layanan yang panjang dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan material konstruksi jalan yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan berkualitas tinggi, serta mendukung pemanfaatan limbah industri untuk menciptakan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

  1. PENGGANTIAN FILLER DENGAN FLY ASH DAN SERBUK BATU BATA PADA CAMPURAN ASPAL (AC-WC) FILLER REPLACEMENT... doi.org/10.30737/ukarst.v1i1.259PENGGANTIAN FILLER DENGAN FLY ASH DAN SERBUK BATU BATA PADA CAMPURAN ASPAL AC WC FILLER REPLACEMENT doi 10 30737 ukarst v1i1 259
  2. Studi Pemanfaatan Abu Tanah Liat Bakar Asal Gunung Sarik Padang Sebagai Filler Pada Campuran Hot Rolled... doi.org/10.30630/jipr.9.2.62Studi Pemanfaatan Abu Tanah Liat Bakar Asal Gunung Sarik Padang Sebagai Filler Pada Campuran Hot Rolled doi 10 30630 jipr 9 2 62
Read online
File size200.84 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test