JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Penelitian ini menyelidiki praktik komunikasi berkelanjutan dalam pemberdayaan ekonomi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Laos, Desa Merah Mata, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Meskipun digitalisasi UMKM sering dipahami sebagai adopsi teknologi, penelitian yang menempatkan komunikasi, nilai-nilai lokal, dan hubungan kekuasaan sebagai fondasi untuk keberlanjutan ekonomi digital di masyarakat pedesaan masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dalam program keterlibatan universitas-komunitas, wawancara dengan informan kunci yang dipilih secara purposif (petani, pelaku UMKM, pejabat desa, dan perwakilan institusi), serta tinjauan dokumen CSR dan arsip produksi komunitas. Temuan penelitian mengidentifikasi empat dimensi utama komunikasi berkelanjutan, yaitu pemasaran sosial berbasis narasi lokal di Kampung Laos, dukungan CSR sebagai pemicu awal pemberdayaan, partisipasi komunitas dalam pengambilan keputusan kolektif, dan adaptasi teknologi digital rendah melalui WhatsApp dan Instagram. Praktik ini meningkatkan visibilitas produk dan stabilitas arus pesanan, meskipun masih menghadapi keterbatasan dalam literasi digital dan distribusi. Studi ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi digital berada pada spektrum antara kemandirian dan ketergantungan pada aktor eksternal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi komunikasi berkelanjutan dengan menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai lokal, inovasi sosial, dan komunikasi partisipatif lebih penting untuk keberlanjutan ekonomi UMKM di era digital daripada hanya mengadopsi teknologi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik komunikasi berkelanjutan dalam pemberdayaan ekonomi digital UMKM di Kampung Laos berkembang sebagai proses sosial yang kontekstual, relasional, dan tidak linear.Transformasi ekonomi sebuah komunitas tidak hanya didorong oleh peningkatan produksi atau adopsi teknologi digital, tetapi juga oleh perubahan makna ekonomi yang dibentuk melalui interaksi sehari-hari, deliberasi kolektif, dan penguatan identitas lokal.Narasi Kampung Laos berfungsi sebagai penopang simbolik yang menyatukan produksi, pengolahan hilir, dan praktik pemasaran dalam kerangka makna bersama, sekaligus membentuk dasar untuk pemasaran sosial berbasis cerita lokal.Penggunaan teknologi digital rendah seperti WhatsApp dan Instagram menunjukkan bahwa digitalisasi sederhana namun kontekstual dapat meningkatkan visibilitas produk dan mempertahankan arus pesanan yang stabil, meskipun belum sepenuhnya mengubah struktur distribusi dan hubungan pasar yang ada.Temuan penelitian juga menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi digital di tingkat komunitas memerlukan kolaborasi multi-pemangku kepentingan yang berkelanjutan dan reflektif mengenai hubungan kekuasaan.Dukungan CSR, pengakuan negara, dan keterlibatan universitas berfungsi sebagai katalis awal untuk pembangunan kapasitas, tetapi keberlanjutan jangka panjang lebih ditentukan oleh penguatan institusi internal, inovasi sosial yang berbasis kebutuhan lokal, dan partisipasi aktif perempuan dan pemuda.Berdasarkan temuan ini, penelitian merumuskan kerangka komunikasi berkelanjutan yang menggabungkan identitas lokal, teknologi sederhana, partisipasi komunitas, dan inovasi sosial menjadi proses yang saling terhubung.Meskipun terbatas pada lokasi dan periode observasi tertentu, penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan konseptual untuk pengembangan studi komunikasi berkelanjutan dalam konteks ekonomi digital pedesaan Indonesia.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan model pemberdayaan ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk UMKM pedesaan dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti literasi digital, penguatan institusi lokal, sensitivitas gender, dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan yang reflektif terhadap hubungan kekuasaan.. . 2. Meneliti lebih lanjut tentang sistem pemasaran kolektif berbasis komunitas, termasuk perekaman produksi sederhana, negosiasi harga minimum bersama, dan distribusi berbasis kelompok, untuk memperkuat daya tawar komunitas dalam rantai nilai. Selain berfungsi sebagai strategi ekonomi, pemasaran kolektif juga memiliki potensi untuk mengubah dinamika kekuasaan dalam ekosistem digital, sehingga identitas Kampung Laos berfungsi tidak hanya sebagai narasi promosi, tetapi juga sebagai merek komunitas yang dikelola secara mandiri.. . 3. Merancang program literasi digital yang sensitif terhadap gender dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti beban pekerjaan domestik, waktu luang, dan norma sosial yang mempengaruhi akses perempuan terhadap teknologi. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan digital berbasis komunitas yang kontekstual dan partisipatif efektif dalam meningkatkan keterampilan digital dan kepercayaan diri perempuan dalam rantai nilai UMKM.. . 4. Mereorientasi pendekatan CSR dari model berbasis proyek menuju CSR sebagai proses komunikasi berkelanjutan dan pemberdayaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa CSR yang berfokus pada penyediaan alat dan pelatihan awal belum cukup untuk membangun kapasitas internal komunitas. Pendekatan CSR partisipatif yang mencakup perencanaan bersama, mentoring jangka panjang, pemantauan reflektif, dan evaluasi partisipatif memiliki potensi yang lebih besar untuk memperkuat agen komunitas dan keberlanjutan ekonomi lokal.. . 5. Menguatkan kapasitas institusi internal UMKM dengan menerapkan standar operasional sederhana, sistem pencatatan keuangan, dan mekanisme simpan pinjam internal yang tidak hanya meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi juga memperkuat kapasitas pengambilan keputusan kolektif. Integrasi literasi digital dengan pencatatan keuangan berbasis teknologi dan pemasaran berfungsi sebagai infrastruktur komunikasi ekonomi yang memperkuat ketahanan UMKM terhadap fluktuasi pasar dan ketergantungan eksternal.

  1. Bridging the Digital Gap: A Qualitative Analysis of Online Marketing Challenges for Rural Women Entrepreneurs... doi.org/10.47772/IJRISS.2025.909000740Bridging the Digital Gap A Qualitative Analysis of Online Marketing Challenges for Rural Women Entrepreneurs doi 10 47772 IJRISS 2025 909000740
  2. KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen. komitmen jurnal ilmiah manajemen current issue vol published articles... journal.uinsgd.ac.id/index.php/komitmenKOMITMEN Jurnal Ilmiah Manajemen komitmen jurnal ilmiah manajemen current issue vol published articles journal uinsgd ac index php komitmen
  3. Sustainable communication for MSMEs in Kampung Laos: Study on the digital economic empowerment of villages... doi.org/10.24329/aspikom.v10i2.1458Sustainable communication for MSMEs in Kampung Laos Study on the digital economic empowerment of villages doi 10 24329 aspikom v10i2 1458
  4. Transformasi Digital UMKM Indonesia : Tantangan dan Strategi Adaptasi di Era Ekonomi Digital | Jurnal... ejournal.arimbi.or.id/index.php/JUMBIDTER/article/view/487Transformasi Digital UMKM Indonesia Tantangan dan Strategi Adaptasi di Era Ekonomi Digital Jurnal ejournal arimbi index php JUMBIDTER article view 487
  5. LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM DALAM UPAYA MENCIPTAKAN BISNIS BERKELANJUTAN | Jurnal Komunikasi Pemberdayaan.... jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/197LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM DALAM UPAYA MENCIPTAKAN BISNIS BERKELANJUTAN Jurnal Komunikasi Pemberdayaan jurnal apmd ac index php JKP article view 197
Read online
File size901.75 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test