JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktor, wacana dominan, dan koalisi wacana dalam perdebatan seputar implementasi penghentian siaran analog (ASO) di Indonesia pada tanggal 2 November 2022 hingga implementasi ASO total pada 17 Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan metode analisis jejaring wacana dengan sumber data berupa 283 artikel dari 12 media berita online nasional. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi aktor paling dominan, diikuti oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), warga Jawa Barat, warga Jawa Tengah, dan warga Jawa Timur. Wacana dominan berpusat pada kritik terhadap kinerja distribusi set-top box (STB); manfaat digitalisasi yang dirasakan masyarakat; kritik terhadap implementasi ASO yang mengabaikan kesiapan warga dan pemangku kepentingan; serta seruan berulang untuk intensifikasi upaya sosialisasi pemerintah. Debat tersebut menghasilkan enam koalisi wacana—dua mendukung ASO dan empat mengkritiknya. Meskipun koalisi-koalisi ini menunjukkan keselarasan dan kontestasi yang jelas, pengaruhnya tetap terbatas, hanya membentuk tingkat strukturasi wacana daripada memengaruhi hasil kebijakan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa debat tentang ASO di Indonesia didominasi secara asimetris oleh Kominfo sebagai pelaksana kebijakan utama yang mempromosikan narasi afirmatif, sementara masyarakat dan DPR mengajukan kritik terkait kesiapan publik dan distribusi set-top box yang belum merata.Meskipun enam koalisi wacana terbentuk, pengaruhnya terbatas pada strukturasi wacana.koalisi kritis gagal mencapai institusionalisasi karena posisi istimewa Kominfo sebagai produsen wacana dominan sekaligus otoritas implementasi.Secara metodologis, studi ini menekankan efektivitas Analisis Jejaring Wacana (DNA) dalam memetakan dinamika kebijakan media, serta menyarankan penelitian lanjutan menggunakan DNA longitudinal dan studi kualitatif untuk memahami interaksi wacana, kekuasaan, dan otoritas institusional dalam lanskap media digital Indonesia.

Mengingat temuan penelitian ini tentang dominasi Kominfo dan keterbatasan pengaruh koalisi kritis, penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan analisis jejaring wacana (DNA) secara longitudinal. Sebuah studi bisa membandingkan proses digitalisasi penyiaran di Indonesia dengan negara berkembang lain yang memiliki karakteristik sosio-politik serupa, untuk memahami apakah pola dominasi aktor negara dan pembentukan koalisi wacana yang asimetris juga terjadi di konteks berbeda, serta faktor-faktor apa yang memengaruhinya. Selanjutnya, penting untuk meneliti secara lebih mendalam peran media sosial dalam dinamika kebijakan publik. Meskipun media sosial menjadi wadah protes warga seperti yang terindikasi pada tagar populer, pengaruhnya terhadap perubahan kebijakan masih perlu dieksplorasi. Penelitian dapat menggunakan metode DNA media sosial yang lebih canggih, misalnya menganalisis bagaimana wacana kritis dari kelompok masyarakat di Twitter atau platform lain secara konkret memengaruhi tanggapan atau penyesuaian dari pembuat kebijakan, bahkan saat kekuasaan institusional cenderung terpusat. Terakhir, untuk melengkapi pandangan dari luar yang disediakan oleh analisis media, penelitian kualitatif mendalam melalui wawancara dan analisis dokumen internal dapat dilakukan pada institusi kunci seperti Kominfo atau DPR. Ini bertujuan untuk mengungkap proses internal formulasi wacana dominan, alasan di balik pengabaian kritik, dan mekanisme institusional yang mendukung penegakan kebijakan meskipun ada resistensi publik. Pendekatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang interaksi kompleks antara wacana publik, kekuasaan, dan pengambilan keputusan di balik layar, melengkapi analisis dinamika yang terlihat di ranah publik.

  1. Debate on Rice Import Policy in Indonesia: Discourse Network Analysis in Online Media | Jurnal Komunikasi... doi.org/10.25008/jkiski.v9i1.1051Debate on Rice Import Policy in Indonesia Discourse Network Analysis in Online Media Jurnal Komunikasi doi 10 25008 jkiski v9i1 1051
  2. Discourse Network Analysis on Delaying Elections in President Joko Widodo's Era | Elislah | Jurnal... jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/1255Discourse Network Analysis on Delaying Elections in President Joko Widodos Era Elislah Jurnal jurnalaspikom index php aspikom article view 1255
Read online
File size1.28 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test