JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan interpretasi informasi agama dan etnis oleh individu Milenial dan Gen Z dalam menentukan apakah informasi tersebut faktual atau palsu. Penelitian ini merupakan studi kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologis, mengumpulkan data pengalaman dan menguji penilaian individu melalui fase eksperimental dari sampel 30 Milenial dan Gen Z non-ahli di Semarang, Indonesia. Temuan penelitian ini mengungkapkan beberapa sikap yang terbentuk oleh peserta. Pertama, peserta percaya bahwa berita bohong masih ada dan tersebar luas. Kedua, peserta percaya bahwa mereka tidak akan terjebak oleh berita bohong dan bahwa berita tersebut memiliki kredibilitas. Ketiga, responden membahas informasi mencurigakan dengan kelompok referensi. Keempat, dissonansi tetap menonjol dalam menilai status informasi (palsu atau fakta), dan faktor budaya mungkin terkait dengan masalah pemrosesan informasi dengan konten etnis dan agama.

Ada tiga tema dalam penelitian ini, yaitu pemilihan media dan konsumsi, pencarian informasi, dan kerentanan agama dan etnis.Kerentanan publik Indonesia terhadap informasi agama dan etnis masih terlihat dalam konsumsi media sehari-hari mereka.Hasil penelitian ini secara teoritis mengusulkan perluasan Model Kemungkinan Elaborasi (ELM), yang saat ini didasarkan pada elemen kredibilitas sumber, motivasi, dan kesukaan.Kami mengidentifikasi peran perhatian dan memori, yang dapat digunakan untuk mengembangkan konsep ELM.Selain itu, dari sampel Indonesia, kami menemukan peran intuisi dalam pemrosesan perifer, yang terkait dengan latar belakang agama dan etnis yang sama.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki peran media sosial dalam penyebaran informasi palsu, terutama di antara generasi muda. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana platform media sosial seperti Instagram dan WhatsApp digunakan untuk menyebarkan informasi palsu dan bagaimana pengguna dapat mengembangkan strategi untuk mendeteksi dan menghindari informasi palsu. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak informasi palsu pada kelompok etnis dan agama yang berbeda di Indonesia. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana informasi palsu yang mengandung unsur etnis dan agama dapat mempengaruhi persepsi dan sikap individu terhadap kelompok lain, serta bagaimana kerentanan budaya dapat dikaitkan dengan masalah pemrosesan informasi tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran intuisi dalam pemrosesan informasi perifer, terutama dalam konteks informasi agama dan etnis. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana intuisi dapat mempengaruhi penilaian individu terhadap informasi palsu dan bagaimana faktor-faktor seperti latar belakang agama dan etnis dapat memengaruhi proses ini.

  1. When Politics and Religion Become Disaster: An Annual Mapping of Hoax in Indonesia | Ultimacomm: Jurnal... ejournals.umn.ac.id/index.php/FIKOM/article/view/2104When Politics and Religion Become Disaster An Annual Mapping of Hoax in Indonesia Ultimacomm Jurnal ejournals umn ac index php FIKOM article view 2104
  2. The Use and Abuse of Internet Spaces: Fitna, desacralization, and conflict in Indonesia’s virtual... epress.lib.uts.edu.au/journals/index.php/mcs/article/view/8962The Use and Abuse of Internet Spaces Fitna desacralization and conflict in IndonesiaAos virtual epress lib uts edu au journals index php mcs article view 8962
  3. COVID-19 vaccine disinformation on YouTube: analysis of a viewing network | Communication & Society.... revistas.unav.edu/index.php/communication-and-society/article/view/42099COVID 19 vaccine disinformation on YouTube analysis of a viewing network Communication Society revistas unav edu index php communication and society article view 42099
  4. Indonesia’s public vulnerability to ethnic and religious information | Prathama | Jurnal ASPIKOM.... doi.org/10.24329/aspikom.v10i2.1648IndonesiaAos public vulnerability to ethnic and religious information Prathama Jurnal ASPIKOM doi 10 24329 aspikom v10i2 1648
Read online
File size464.11 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test