JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Pers mahasiswa sebagai media alternatif sering menghadapi intervensi dan intimidasi, baik dari dalam maupun luar lingkungan kampus. Ketidakhadiran perlindungan hukum, karena dikecualikan dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, membuat jurnalis mahasiswa rentan terhadap penindasan. Penelitian ini penting untuk mengeksplorasi bagaimana asosiasi jurnalis, yaitu Dewan Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) memandang dan merespons masalah ini. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dengan informan kunci dan analisis dokumen kasus yang dilaporkan. Temuan mengungkapkan bahwa kesenjangan regulasi, budaya kampus yang resisten terhadap kritik, dan hubungan kekuasaan yang tidak seimbang berkontribusi pada persistensi intimidasi. Selain itu, mekanisme yang ada seperti Perjanjian Kerjasama (PKS) dianggap lemah secara hukum dan tidak efektif dalam melindungi aktivitas pers mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pendirian regulasi tingkat yang lebih tinggi, seperti dekret menteri, untuk memberikan landasan hukum pers mahasiswa dalam ekosistem media nasional.

Studi ini mengungkapkan bahwa intervensi dan intimidasi terhadap pers mahasiswa adalah masalah serius yang tidak hanya berkaitan dengan kebebasan berekspresi, tetapi juga erat kaitannya dengan ketiadaan regulasi yang jelas dan hubungan kekuasaan antara jurnalis mahasiswa dan pelaku.Ketidakhadiran landasan hukum untuk pers mahasiswa tetap menjadi akar penyebab perlindungan hukum yang lemah, kondisi yang diperburuk oleh budaya anti-kritik yang meluas di lingkungan kampus.Asosiasi jurnalis seperti Dewan Pers, AJI, dan PPMI mengakui kesenjangan ini.Namun, otoritas terbatas mereka, terutama kekurangan kekuasaan yudisial Dewan Pers, berarti upaya perlindungan seringkali mengambil bentuk kekuatan moral, seperti advokasi dan mediasi.Selain itu, dinamika kekuasaan internal kampus membuat jurnalis mahasiswa semakin rentan terhadap bentuk-bentuk represi simbolis dan struktural.Oleh karena itu, memperkuat peran asosiasi jurnalis dalam advokasi, bersama dengan keterlibatan aktif pembuat kebijakan dalam menyusun regulasi untuk melindungi pers mahasiswa, sangatlah penting.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memeriksa masalah pers mahasiswa melalui lensa multidimensi, termasuk analisis kerangka regulasi mengenai pengakuan dan perlindungan, serta penjelajahan mendalam tentang hubungan kekuasaan dan kekerasan simbolis, yang sering kali muncul dalam kasus intervensi dan intimidasi. Selain itu, perlu ditekankan peran asosiasi jurnalis dalam mendorong secara lebih agresif penguatan regulasi dan pengakuan pers mahasiswa. Kerentanan jurnalis mahasiswa secara inheren terkait dengan ambiguitas status mereka sebagai anggota media. Oleh karena itu, asosiasi jurnalis harus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan yang relevan, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, untuk merumuskan solusi bersama yang mengakui pers mahasiswa sebagai media alternatif yang beroperasi di dalam institusi pendidikan tinggi.

  1. Building a Fortress of Independent Journalism: Historical Study of the Role of Aliansi Jurnalis Independen... journal.unnes.ac.id/journals/paramita/article/view/7076Building a Fortress of Independent Journalism Historical Study of the Role of Aliansi Jurnalis Independen journal unnes ac journals paramita article view 7076
  2. Perspektif Lembaga Pers Mahasiswa Unsika Terkait Kekerasan Verbal Kepada Wartawan di Lingkungan Kampus... doi.org/10.35706/jprmedcom.v5i2.10597Perspektif Lembaga Pers Mahasiswa Unsika Terkait Kekerasan Verbal Kepada Wartawan di Lingkungan Kampus doi 10 35706 jprmedcom v5i2 10597
  3. Journalist association perspective regarding of intervention and intimidation against student press |... jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/1655Journalist association perspective regarding of intervention and intimidation against student press jurnalaspikom index php aspikom article view 1655
  4. DOI Name 10.1386 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 34z crossref email 44z admin... doi.org/10.1386DOI Name 10 1386 Values doi name values index type timestamp data hs serv 34z crossref email 44z admin doi 10 1386
Read online
File size645.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test