METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Interpretasi ilmiah Al‑Quran berupaya menjembatani wahyu dengan ilmu pengetahuan modern melalui pendekatan rasional dan kontekstual. Dalam kajian ini, Nidhal Guessoum, seorang astrofisikawan dan filsuf, diposisikan sebagai tokoh utama yang menolak paradigma iʿjāz ʿilmi serta penafsiran literalistik, melainkan mengusulkan hermeneutik berlapis yang berlandaskan teologi, bahasa, dan etika. Penelitian ini mengidentifikasi kekurangan kriteria sistematis untuk menilai interpretasi ilmiah sebagai celah riset utama, lalu mengoperasionalkan metode Guessoum menjadi kerangka analitis terstruktur yang dapat diterapkan pada studi kontemporer. Metode kualitatif berbasis pustaka digunakan, dengan pembacaan mendalam dan pengkodean tematik pada dimensi teologis, linguistik, dan etik, serta penilaian komparatif untuk menelusuri konvergensi dan divergensi antar kerangka. Temuan menunjukkan bahwa model Guessoum menyeimbangkan rasionalitas ilmiah dengan integritas teologis, mendefinisikan kembali tafsir ʿilmi sebagai keterlibatan etik, serta menyediakan model interpretatif yang dapat disesuaikan dengan konteks masyarakat Muslim perkotaan yang menghadapi tantangan modernitas.

Penelitian ini mengkaji interpretasi ilmiah Nidhal Guessoum terhadap al‑āyah al‑kauniyyah sebagai model dialogis antara wahyu dan sains modern, menunjukkan bahwa hermeneutik berlapis yang mengintegrasikan dimensi teologis, linguistik, dan etik menawarkan alternatif terhadap kecenderungan literalistik iʿjāz ʿilmi.Metode tersebut memberikan kerangka seimbang yang menjaga integritas teologis sekaligus melibatkan rigor epistemik sains, sehingga relevan bagi kebutuhan intelektual dan eksistensial umat Muslim perkotaan masa kini.Meskipun terbatas pada korpus tulisan Guessoum tanpa data empiris serta kendala bahasa, studi ini secara konseptual memetakan interpretasi berlapis dalam diskursus ilmu Quran dan menyoroti keunikan metodologisnya.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi empiris yang menilai penerimaan metode Guessoum di kalangan umat Muslim perkotaan melalui survei dan wawancara mendalam guna memahami dampak sosial‑kognitifnya; selanjutnya, disarankan mengembangkan intervensi pedagogis yang mengintegrasikan hermeneutik berlapis ke dalam kurikulum pendidikan Islam, kemudian mengukur peningkatan literasi ilmiah serta kesadaran etik peserta didik secara kuantitatif dan kualitatif; terakhir, sebuah analisis komparatif lintas budaya dapat dilakukan dengan membandingkan penerapan metode Guessoum di berbagai konteks Muslim, misalnya di Asia Tenggara versus Timur Tengah, untuk mengevaluasi adaptabilitas dan variasi interpretatifnya dalam menghadapi dinamika lokal.

  1. Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading please wait moment ensure security connection... doi.org/10.1111/j.1467-9744.2010.01135.xMaking sure youre not a bot making sure re bot loading please wait moment ensure security connection doi 10 1111 j 1467 9744 2010 01135 x
  2. Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading please wait moment ensure security connection... doi.org/10.1111/j.1467-9744.2008.00925.xMaking sure youre not a bot making sure re bot loading please wait moment ensure security connection doi 10 1111 j 1467 9744 2008 00925 x
  3. Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading please wait moment ensure security connection... zygonjournal.org/article/id/13956Making sure youre not a bot making sure re bot loading please wait moment ensure security connection zygonjournal article id 13956
  4. 0. loading academic.oup.com/jis/article-lookup/doi/10.1093/jis/etr0690 loading academic oup jis article lookup doi 10 1093 jis etr069
Read online
File size385.82 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test