UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Pendidikan merupakan salah satu aspek kunci dalam pembangunan suatu masyarakat. Diantaranya berfungsi untuk membangun masyarakat, menciptakan transformasi budaya, Menghasilkan tenaga kerja ahli, menciptakan alat kontrol sosial. Namun, adanya degradasi moral dalam masyarakat diantaranya; maraknya kasus korupsi, ketidak patuhan hukum, kekerasan dan bullying, intoleransi antar agama, suku dan golongan mengindikasikan adanya permasalahan dalam pendidikan pada masyakat. Fenomena tersebut sangat jarang ditemukan di Kampung Naga. Hal tersebut menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuannya adalah menganalisis apa saja Pratik pendidikan yang terdapat di Kampung Naga dengan teori tripusat pendidikan Ki Hajar Dewantara. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dan dilengkapi dengan studi pustaka. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa semua praktik pendidikan yang ada di kampung memiliki sinergi dari ketiga elemen; baik itu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dari praktik pendidikan tersebut, masyarakat Kampung Naga berhasil mempertahankan jati diri. Menjaga budaya dan adat istiadat yang sudah diwariskan oleh leluhur. Serta dapat mencegah pengaruh budaya asing dan tren-tren aneh yang berkembang di media sosial.

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Kampung Naga merupakan sebuah masyarakat adat yang masih memegang teguh nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang diwarisi oleh leluhur.Kearifan lokal tersebut kemudian dihayati, dipraktikan, serta diwariskan dari generasi ke generasi sehingga membentuk sebuah masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi akan budayanya sendiri.Hal tersebut ternyata tidak lepas dari praktik pendidikan yang dilakukan.Sinergi dari ketiga elemen mengenai praktik pendidikan menjadi salah satu faktor masyarakat Kampung Naga dapat mempertahankan jati diri, menjaga budaya dan adat istiadat yang sudah diwariskan oleh leluhur, serta mencegah pengaruh budaya asing.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji lebih dalam bagaimana model pendidikan di Kampung Naga dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal, khususnya di daerah-daerah yang memiliki kearifan lokal serupa. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut mengenai peran masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat di Kampung Naga, serta bagaimana model ini dapat direplikasi di daerah lain. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada dampak pendidikan karakter berbasis kearifan lokal terhadap pencegahan degradasi moral pada generasi muda, dengan membandingkan hasil pendidikan di Kampung Naga dengan daerah lain yang memiliki sistem pendidikan yang berbeda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan sistem pendidikan yang lebih berakar pada budaya lokal dan mampu menghasilkan generasi yang berkarakter kuat serta memiliki kesadaran akan identitas bangsa.

  1. Permasalahan Budaya Membaca di Indonesia (Studi Pustaka Tentang Problematika & Solusinya) | Scholaria:... doi.org/10.24246/j.js.2020.v10.i1.p22-33Permasalahan Budaya Membaca di Indonesia Studi Pustaka Tentang Problematika Solusinya Scholaria doi 10 24246 j js 2020 v10 i1 p22 33
  2. ECOLOGICAL VALUE OF KECAP PAMALI IN THE COMMUNITY OF KAMPUNG NAGA, TASIKMALAYA REGENCY | Gustiana | Ta... doi.org/10.29313/tjpi.v10i1.6999ECOLOGICAL VALUE OF KECAP PAMALI IN THE COMMUNITY OF KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA REGENCY Gustiana Ta doi 10 29313 tjpi v10i1 6999
  3. Pemetaan Pengetahuan Lokal Sunda di Kampung Naga-Tasikmalaya | Nurislaminingsih | Anuva: Jurnal Kajian... ejournal2.undip.ac.id/index.php/anuva/article/view/14538Pemetaan Pengetahuan Lokal Sunda di Kampung Naga Tasikmalaya Nurislaminingsih Anuva Jurnal Kajian ejournal2 undip ac index php anuva article view 14538
Read online
File size190.65 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test