UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Salah satu pembiayaan pekerjaan konstruksi adalah pembiayaan yang bersumber dari dana pinjaman atau hibah luar negeri/PHLN. Model pembiayaan seperti ini selalu memiliki pedoman yang ditetapkan oleh pihak pemberi pinjaman/lender. Pedoman pelaksanaan pengadaan yang dibuat oleh lender ini terkadang tidak sejalan dengan Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa di Indonesia, sehingga memunculkan kemunduran waktu pelaksanaan pengadaan dalam mencari calon penyedia jasa konstruksi. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh peraturan pengadaan barang dan jasa konstruksi di Indonesia terhadap pedoman yang dibuat lender SFD sehingga menyebabkan progress pelaksanaan tender konstruksi menjadi terlambat. Metode penelitian yang digunakan adalah mengidentifikasi instrumen variabel yang dimiliki peneliti dari data primer dan sekunder, untuk selanjutnya dikembangkan menjadi variabel dan indikator dan diolah dengan menggunakan aplikasi nvivo. Dari hasil olah data selanjutnya dievaluasi dan dilakukan validasi menggunakan data hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa pelaku pengadaan jasa dengan PHLN ini. Hasil olah data diperoleh ada beberapa faktor yang menjadi penyebab proses pengadaan menjadi terlambat penyelesaiannya. Faktor pertama adalah adanya peraturan pengadaan Republik Indonesia yang tidak sejalan dengan pedoman dari lender, yang kedua faktor pengalaman pelaku pengadaan barang dan jasa sumber dana PHLN, faktor ketiga adalah faktor komunikasi antar stakeholder terkait dan keempat adalah faktor budaya yang dimiliki oleh negara lender.

Keterlambatan proses pengadaan jasa konstruksi dengan sumber dana pinjaman luar negeri disebabkan oleh ketidaksesuaian regulasi pemerintah Indonesia dengan pedoman lender, kurangnya pengalaman pelaku pengadaan, hambatan komunikasi antar stakeholder, dan perbedaan budaya.Komunikasi yang efektif menjadi kunci utama dalam mengatasi keterlambatan.Perlu adanya harmonisasi regulasi dan peningkatan kapasitas pelaku pengadaan untuk mempercepat proses.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji harmonisasi regulasi pengadaan barang dan jasa di Indonesia dengan pedoman lender internasional untuk mengurangi konflik prosedural. 2. Studi tentang pengembangan strategi komunikasi lintas budaya antara pihak pemberi pinjaman dan pelaku pengadaan di Indonesia untuk mempercepat proses administratif. 3. Analisis dampak perbedaan jam kerja dan budaya kerja di negara lender terhadap efisiensi pengadaan proyek konstruksi dengan sumber dana luar negeri, khususnya dalam konteks pembangunan infrastruktur di wilayah yang terlibat dalam kerjasama internasional.

  1. OSF. osf osf.io/wtncz_v1OSF osf osf io wtncz v1
  2. PEMBAHARUAN REGULASI PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH | Listiyanto | Jurnal Rechts Vinding: Media... doi.org/10.33331/rechtsvinding.v1i1.109PEMBAHARUAN REGULASI PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH Listiyanto Jurnal Rechts Vinding Media doi 10 33331 rechtsvinding v1i1 109
  3. One moment, please.... one moment please wait request verified ejournal-polnam.ac.id/index.php/JurnalSimetrik/article/view/182One moment please one moment please wait request verified ejournal polnam ac index php JurnalSimetrik article view 182
  4. ANALISIS SISTEM PENGADAAN BARANG DAN JASA (PENUNJUNG LANGSUNG) PADA DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN... doi.org/10.32400/gc.12.2.18613.2017ANALISIS SISTEM PENGADAAN BARANG DAN JASA PENUNJUNG LANGSUNG PADA DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN doi 10 32400 gc 12 2 18613 2017
Read online
File size293.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test