JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Studi ini menganalisis liputan media daring mengenai dugaan kasus pemaksaan jilbab di SMAN 1 Banguntapan menggunakan pemetaan aktor dan analisis sentimen. Berdasarkan analisis isi kuantitatif terhadap 72 artikel berita yang diterbitkan selama periode puncak kasus (31 Juli–7 Agustus 2022), temuan menunjukkan dominasi kuat sentimen negatif dan fokus pada aktor-aktor institusional, sementara suara korban dan masyarakat sipil termarginalisasi. Narasi media sebagian besar menekankan konflik dan polarisasi daripada rekonsiliasi. Pembingkaian semacam itu berpotensi menormalisasi diskursus eksklusif, memperkuat persepsi intoleransi, dan membatasi pemahaman yang lebih inklusif tentang keberagaman agama.

Studi ini menyimpulkan bahwa media daring Indonesia membingkai kasus dugaan pemaksaan jilbab di SMAN 1 Banguntapan sebagai konflik sosial yang menonjolkan pelanggaran hak asasi manusia, ketegangan antar kelompok, dan narasi terpolarisasi.Liputan didominasi sentimen negatif dan terpusat pada aktor institusional/pemerintah, mengesampingkan suara korban dan masyarakat sipil, sehingga konflik diposisikan sebagai isu administratif dan politik ketimbang pengalaman sosial-psikologis.Pembingkaian ini berpotensi menormalisasi diskursus eksklusif dan memperkuat persepsi intoleransi, oleh karena itu penelitian lanjutan disarankan untuk menganalisis platform media sosial serta menerapkan pendekatan jurnalisme konflik-sensitif dan damai.

Saran penelitian lanjutan dapat berfokus pada beberapa aspek penting untuk memperdalam pemahaman kita tentang peran media dalam konflik keagamaan di lingkungan pendidikan. Pertama, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif mengenai bagaimana kasus serupa dibingkai dan didistribusikan di berbagai platform media, tidak hanya media daring konvensional tetapi juga media sosial seperti Twitter/X, TikTok, atau forum daring. Penelitian ini dapat mengungkap apakah ada perbedaan signifikan dalam representasi aktor, dominasi sentimen, dan jenis diskursus yang muncul, khususnya untuk melihat apakah suara-suara yang termarginalisasi di media mainstream dapat menemukan ruang yang lebih besar di platform lain. Ini penting untuk memahami lanskap komunikasi yang lebih luas. Kedua, perlu dieksplorasi secara lebih mendalam aplikasi praktis dari pendekatan jurnalisme konflik-sensitif dan jurnalisme damai dalam pelaporan kasus-kasus seperti pemaksaan jilbab. Bagaimana media dapat secara proaktif menciptakan ruang dialog, memfasilitasi pemahaman yang lebih inklusif, dan mendorong solusi transformatif, alih-alih hanya menyoroti ketegangan dan polarisasi? Penelitian ini bisa menganalisis strategi editorial yang berhasil atau gagal dalam mengurangi konflik, atau dampak dari pelatihan jurnalisme damai terhadap kualitas pelaporan. Terakhir, sangat relevan untuk meneliti dampak langsung dari pembingkaian media terhadap persepsi publik dan proses pembuatan kebijakan. Bagaimana dominasi sentimen negatif dan peminggiran suara korban memengaruhi sikap masyarakat umum terhadap isu intoleransi agama di sekolah, serta bagaimana hal ini tercermin dalam respons institusi pemerintah atau formulasi kebijakan pendidikan? Melalui pendekatan ini, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai konsekuensi dari liputan media dan potensi pengembangannya untuk mendukung keharmonisan sosial yang berkelanjutan.

  1. Sentiment analysis and actor mapping in media coverage of the forced hijab case at SMAN 1 Banguntapan... doi.org/10.24329/aspikom.v10i2.1697Sentiment analysis and actor mapping in media coverage of the forced hijab case at SMAN 1 Banguntapan doi 10 24329 aspikom v10i2 1697
  2. Religion, Education, and Maintaining Ethno-religious Harmony in Sanggau, West Kalimantan | Dinamika Ilmu.... journal.uinsi.ac.id/index.php/dinamika_ilmu/article/view/8763Religion Education and Maintaining Ethno religious Harmony in Sanggau West Kalimantan Dinamika Ilmu journal uinsi ac index php dinamika ilmu article view 8763
  3. Framing Theory | Annual Reviews. framing theory annual reviews review political science volume article... doi.org/10.1146/annurev.polisci.10.072805.103054Framing Theory Annual Reviews framing theory annual reviews review political science volume article doi 10 1146 annurev polisci 10 072805 103054
Read online
File size661.5 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test