JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Penelitian ini menganalisis perilaku komunikasi pengguna media sosial X dalam merespons kasus penembakan oleh pejabat tinggi kepolisian Indonesia. Penelitian ini didorong oleh respons publik yang tinggi terhadap kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, yang memicu krisis kepercayaan terhadap Kepolisian Negara. Dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis jaringan komunikasi dan konten, data dikumpulkan dari 18.000 tweet yang mencakup tweet asli, retweet, mention, dan komentar dari dalam dan luar negeri. Data kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo untuk coding dan klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial X berperan sebagai ruang publik digital di mana netizen mengekspresikan emosi, membentuk opini, dan menciptakan tekanan sosial terhadap institusi negara. Struktur jaringan komunikasi mengungkapkan aktor kunci yang membentuk narasi publik. Temuan ini mengonfirmasi pentingnya media sosial dalam studi komunikasi publik dan krisis legitimasi institusi.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa media sosial X berperan signifikan sebagai ruang diskursif di mana publik mengutarakan opini, emosi, dan tuntutan transparansi dan akuntabilitas institusi negara, khususnya dalam konteks kasus pembunuhan Brigadir NJH oleh Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.Dengan menggunakan pendekatan analisis jaringan komunikasi dan analisis konten kualitatif yang dibantu oleh perangkat lunak NVivo, penelitian ini berhasil mengidentifikasi pola komunikasi digital yang merefleksikan dua dimensi utama.perilaku komunikasi netizen dan pemetaan opini publik kolektif.Pertama, perilaku komunikasi netizen di platform X menunjukkan keterlibatan emosional dan intelektual yang tinggi dalam merespons kasus.Ekspresi kemarahan, ketidakpercayaan, dan seruan untuk reformasi kepolisian muncul berulang dan konsisten dalam ribuan tweet.Komunikasi digital tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, tetapi telah berkembang menjadi bentuk kontrol sosial terhadap kinerja institusi negara.Kedua, pemetaan opini publik menunjukkan pembentukan node komunikasi utama yang bertindak sebagai penggerak narasi publik.Struktur jaringan komunikasi yang terbentuk menggambarkan pola desentralisasi pengaruh, di mana kekuasaan diskursus tidak lagi terpusat pada aktor negara atau media arus utama, tetapi tersebar di antara pengguna media sosial yang memiliki otoritas diskursif berdasarkan reputasi digital.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang peran media sosial dalam membentuk opini publik dan mengarahkan gerakan politik digital di Indonesia. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana narasi dan tekanan publik yang terbentuk di media sosial mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan kebijakan di institusi negara. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dinamika kekuasaan dan pengaruh dalam jaringan komunikasi digital. Dengan menggunakan pendekatan teori jaringan masyarakat (network society) dari Castells, penelitian dapat menganalisis bagaimana informasi dan opini tersebar di antara pengguna media sosial, serta mengidentifikasi aktor-aktor kunci yang memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini publik. Ketiga, penting untuk menyelidiki dampak sosial media terhadap proses demokratisasi dan partisipasi publik dalam pengawasan institusi negara. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana media sosial menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengartikulasikan nilai-nilai sosial, seperti keadilan, transparansi, dan akuntabilitas, serta bagaimana opini yang terbentuk di media sosial dapat menjadi sumber tekanan moral bagi institusi negara.

  1. PERILAKU KOMUNIKASI PENGGUNA AKTIF INSTAGRAM | Nugraha | Jurnal Manajemen Komunikasi. perilaku komunikasi... jurnal.unpad.ac.id/manajemen-komunikasi/article/view/21330PERILAKU KOMUNIKASI PENGGUNA AKTIF INSTAGRAM Nugraha Jurnal Manajemen Komunikasi perilaku komunikasi jurnal unpad ac manajemen komunikasi article view 21330
  2. Police Violence and Associations With Public Perceptions of the Police | Journal of the Society for Social... journals.uchicago.edu/doi/10.1086/711683Police Violence and Associations With Public Perceptions of the Police Journal of the Society for Social journals uchicago edu doi 10 1086 711683
  3. POLRI DALAM PUSARAN PENILAIAN PUBLIK | Muradi | CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan. polri pusaran penilaian... doi.org/10.24198/cosmogov.v1i2.11836POLRI DALAM PUSARAN PENILAIAN PUBLIK Muradi CosmoGov Jurnal Ilmu Pemerintahan polri pusaran penilaian doi 10 24198 cosmogov v1i2 11836
Read online
File size1.11 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test