METROMETRO

Akademika : Jurnal Pemikiran IslamAkademika : Jurnal Pemikiran Islam

Artikel ini menyelidiki masalah . Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan keunikan negosiasi dan inkarnasi fiqh Islam dalam konteks sosio-budaya Minangkabau. Studi ini menekankan bias kognitif dari dikotomi antara lokal-global, perifer-sentral, dan tradisional-modern. Data yang diteliti berasal dari pengalaman masyarakat Minangkabau dalam menginternalisasi hukum pernikahan Islam sebagai praktik hukum hidup, mulai dari prosedur pernikahan, kontrak pernikahan, walimah, mediasi, hingga perceraian. Penelitian ini mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data hukum empiris yang mengungkapkan integrasi norma-norma hukum Islam, adat, dan negara dalam praktik pernikahan. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya konstruksi hukum tripartit: pertama, praktik pernikahan adat yang dibentuk oleh fiqh Islam. Kedua, kesadaran akan hukum Islam yang dipengaruhi oleh hukum adat. Ketiga, intervensi regulasi negara yang menginginkan pembentukan harmonisasi antara adat dan Islam. Penelitian ini memiliki implikasi bagi literasi fiqh hidup yang menunjukkan prinsip-prinsip universal hukum syariah dalam kehidupan lintas budaya.

Interlegalitas hukum pernikahan Islam dengan kesadaran hukum adat dan hubungannya dengan intervensi negara berdasarkan praktik pernikahan masyarakat Minangkabau melahirkan konstruksi segitiga hukum.Ketiga, intervensi regulasi negara yang menuntut struktur hukum positivistik.Ketiga model ini mungkin juga terjadi di komunitas hukum adat lainnya di kepulauan dan dunia.Sebagai bidang studi, ini adalah tanah subur untuk pertumbuhan studi fiqh kontemporer.Ada teka-teki ilmiah yang terkandung dalam praktik fiqh lintas budaya.Misalnya, praktik fiqh munakahat di masyarakat Minangkabau diwarnai oleh kesadaran budaya masyarakat.Nikah batin dan nikah mamak di Pariaman, menyewa suami untuk tujuan pernikahan muhallil di Kabupaten Agam adalah model praktik yang menyiratkan proses saling membentuk ini.Beberapa praktik lainnya juga terjadi di berbagai kluster budaya di dunia Islam, seperti yang dapat dilihat dalam distribusi video kontrak pernikahan di mana wali pernikahan tidak hanya mengatakan frase umum.Aku menikahkannya denganmu dengan mahar seperti yang ditetapkan dalam buku-buku fiqh klasik dan disebut demikian oleh para penafsir di Kantor Urusan Agama yang didirikan negara.

Berdasarkan temuan penelitian ini, negara perlu mengakui peran adat dalam warisan, sambil memberikan pendidikan fiqh yang menekankan maqāṣid al-sharīʿah, sehingga masyarakat tidak melihat fiqh dan adat sebagai benturan, tetapi sebagai ruang dialog. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada bagaimana fiqh membentuk masyarakat adat dan bagaimana hukum adat membentuk fiqh. Penelitian ini juga dapat dieksplorasi lebih lanjut dalam aspek-aspek hukum lainnya seperti hukum ekonomi syariah, hukum pidana, hukum konstitusional, atau bahkan dalam aspek perbandingan mazhab. Studi ini membuka peluang untuk memahami dinamika hukum dalam masyarakat dan bagaimana fiqh hidup dapat menjadi jembatan antara hukum adat dan Islam.

  1. LIVING HADIS: GENEALOGI, TEORI, DAN APLIKASI | Jurnal Living Hadis. living hadis genealogi teori aplikasi... ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/Living/article/view/0101-08LIVING HADIS GENEALOGI TEORI DAN APLIKASI Jurnal Living Hadis living hadis genealogi teori aplikasi ejournal uin suka ac ushuluddin Living article view 0101 08
  2. Login | Journal of Education, Cultural and Politics. journal education cultural politics required fields... doi.org/10.24036/jecco.v3i1.110Login Journal of Education Cultural and Politics journal education cultural politics required fields doi 10 24036 jecco v3i1 110
  3. Diskursus Fikih Indonesia: Dari Living Laws Menjadi Positive Laws | Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam.... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/almanahij/article/view/932Diskursus Fikih Indonesia Dari Living Laws Menjadi Positive Laws Al Manahij Jurnal Kajian Hukum Islam ejournal uinsaizu ac index php almanahij article view 932
  4. UANG SASUDUIK DALAM SISTEM PERKAWINAN DI NAGARI SITUJUAH GADANG KECAMATAN SITUJUAH LIMO NAGARI KABUPATEN... doi.org/10.15575/as.v1i1.7797UANG SASUDUIK DALAM SISTEM PERKAWINAN DI NAGARI SITUJUAH GADANG KECAMATAN SITUJUAH LIMO NAGARI KABUPATEN doi 10 15575 as v1i1 7797
  5. Resolusi Konflik Budaya ‘Uang Japuik’ Suku Pariaman di Sumatera... doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i3.14824Resolusi Konflik Budaya yCuUang JapuikyCE Suku Pariaman di Sumatera doi 10 36418 syntax literate v9i3 14824
Read online
File size320.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test