STAIMTASTAIMTA

EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal)EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal)

Budaya gotong royong merupakan modal sosial yang pernah kuat di Indonesia sejak masa kerajaan, kolonial, hingga awal kemerdekaan, namun kini mengalami degradasi karena pengaruh individualis, pembangunan berbasis trickle-down effect, dan keteladanan pemimpin yang menipis. Artikel ini menawarkan model revitalisasi melalui pengejawantahan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam tiga tataran: nilai, teknis, dan sosial, agar budaya gotong royong dapat dibangkitkan kembali di era digital.

Gotong royong adalah budaya asli Indonesia yang terbukti mampu mewujudkan cita-cita kolektif sejak masa kerajaan hingga awal kemerdekaan.Degradasi budaya ini disebabkan oleh industrialisasi, globalisasi, dan keteladanan yang pudar.penggalian nilai-nilai keagamaan dan Pancasila, penyusunan aturan serta fasilitas publik, serta pembiasaan di tingkat RT/RW agar menjadi kebiasaan sosial.

Bagaimana jika generasi muda merancang aplikasi kendaran bareng berbasis gotong royong untuk mengurangi kemacetan dan biaya transportasi? Dapatkah desa membangun bank waktu di setiap RT, di warga saling tukar tenaga, keterampilan, dan barang tanpa uang? Selanjutnya, sanggupkah sekolah mengukir program kelas gotong royong satu hari dalam minggu, di siswa merancang proyek sosial nyata seperti membangun taman, perpustakaan mini, atau sistem irigasi desa?.

  1. #gotong royong masyarakat#gotong royong masyarakat
  2. #gotong royong#gotong royong
Read online
File size273.51 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-1d5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test