JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR
JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEPenelitian ini mengkaji peran penting keluarga dalam membentuk nilai-nilai sosial pada anak-anak dan remaja di tengah lingkungan digital yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari. Teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan cara pewarisan budaya, sehingga keluarga menghadapi tantangan baru dalam menanamkan nilai-nilai inti sambil menavigasi pengaruh teknologi. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan 15 keluarga Indonesia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi. Metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan penggunaan media diary untuk memahami dinamika transmisi nilai dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga—baik yang berorientasi pada percakapan, konformitas, maupun yang bersifat laissez‑faire—memiliki pengaruh signifikan terhadap proses internalisasi nilai oleh anak. Strategi efektif yang ditemukan mencakup pembelajaran digital bersama antara orang tua dan anak, bimbingan berbasis nilai, serta penguatan literasi media kritis. Tantangan utama meliputi konflik nilai antara ajaran keluarga dan budaya digital, kekhawatiran terhadap pelestarian budaya, serta persaingan perhatian anak yang terbagi dengan teknologi yang imersif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keluarga dapat memanfaatkan teknologi secara strategis untuk memperkuat nilai-nilai melalui seleksi media yang bijak, keterlibatan dalam layanan digital yang bernilai, dan koneksi lintas generasi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga tetap menjadi agen sosialisasi utama dalam era digital, namun keberhasilan pengaruhnya sangat tergantung pada kemampuan orang tua untuk menyesuaikan praktik sosialisasi tradisional dengan tantangan dan peluang digital.Pola komunikasi terbuka dan mediasi aktif terbukti meningkatkan internalisasi nilai keluarga, sedangkan pendekatan yang menekankan prinsip nilai umum mempersiapkan anak menghadapi situasi daring yang baru.Meskipun faktor sosioekonomi memengaruhi kapasitas mediasi digital, strategi penggunaan teknologi secara terarah dapat memperkuat peran keluarga dalam pembentukan nilai sosial.
Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal yang melacak bagaimana praktik sosialisasi digital keluarga selama beberapa tahun memengaruhi perkembangan nilai sosial anak pada masa remaja. Penelitian komparatif lintas budaya dapat membandingkan cara keluarga di daerah pedesaan dan perkotaan di Indonesia serta negara lain menyesuaikan nilai tradisional dengan teknologi digital, untuk mengidentifikasi faktor-faktor budaya yang memperkuat atau menghambat transmisinya. Intervensi berbasis program pelatihan literasi digital bagi orang tua dapat diuji secara eksperimental untuk melihat apakah peningkatan kompetensi teknologi orang tua meningkatkan efektivitas mediasi nilai dalam konteks daring. Penelitian kualitatif yang menitikberatkan perspektif anak-anak dapat mengeksplorasi bagaimana mereka menyeimbangkan konflik antara nilai keluarga dan budaya digital, serta strategi yang mereka kembangkan secara mandiri. Studi etnografi yang melibatkan anggota keluarga luas, termasuk saudara kandung dan kakek-nenek, dapat mengungkap peran jaringan keluarga multigenerasi dalam memperkuat nilai budaya melalui media digital. Penelitian aksi dapat mengembangkan dan menguji aplikasi mobile yang memfasilitasi dialog nilai keluarga secara interaktif, kemudian menilai dampaknya terhadap konsistensi nilai anak di dunia maya. Analisis data besar (big data) dari jejak digital keluarga dapat diintegrasikan dengan metode pembelajaran mesin untuk memprediksi pola risiko konflik nilai digital, sehingga memungkinkan intervensi preventif. Evaluasi kebijakan publik mengenai inklusi digital dapat menilai sejauh mana dukungan pemerintah membantu keluarga dalam mengakses sumber daya pendidikan nilai yang relevan dengan era digital. Akhirnya, penelitian dapat mengkaji dampak ekonomi digital pada kemampuan keluarga berpartisipasi dalam kegiatan layanan sosial online, dan implikasinya terhadap pembentukan nilai solidaritas dan tanggung jawab sosial.
| File size | 988.02 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa brand di Indonesia telah berkembang menjadi aset strategis yang mencerminkan nilai, identitas,Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa brand di Indonesia telah berkembang menjadi aset strategis yang mencerminkan nilai, identitas,
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penguasaan keamanan modal sosial menjadi nilai jual bagi Nurdin agar bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat dibanding kandidat lain yang dinilai tidakPenguasaan keamanan modal sosial menjadi nilai jual bagi Nurdin agar bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat dibanding kandidat lain yang dinilai tidak
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Efisiensi ini merupakan ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi sumber daya manusia dan biaya untuk mencapai hasil kebijakan yang dijalankan. c) Ketepatan,Efisiensi ini merupakan ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi sumber daya manusia dan biaya untuk mencapai hasil kebijakan yang dijalankan. c) Ketepatan,
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Korupsi seolah menjadi kosakata yang mengalami inflasi karena paling sering digunakan dalam hampir sebagian pemberitaan. Namun dalam kasus korupsi seringkaliKorupsi seolah menjadi kosakata yang mengalami inflasi karena paling sering digunakan dalam hampir sebagian pemberitaan. Namun dalam kasus korupsi seringkali
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Tindak pidana pencabulan sampai saat ini masih menjadi suatu permasalahan yang sangat sulit dihilangkan. Sasaran utama tindak pidana pencabulan seringkaliTindak pidana pencabulan sampai saat ini masih menjadi suatu permasalahan yang sangat sulit dihilangkan. Sasaran utama tindak pidana pencabulan seringkali
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejahatan pencabulan sesama jenis dipengaruhi oleh faktor orientasiPenelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejahatan pencabulan sesama jenis dipengaruhi oleh faktor orientasi
STTAASTTAA Burnout, yang didefinisikan sebagai kelelahan fisik dan emosi, merupakan tantangan yang kerap dialami oleh para rohaniwan dalam tugas pelayanan mereka.Burnout, yang didefinisikan sebagai kelelahan fisik dan emosi, merupakan tantangan yang kerap dialami oleh para rohaniwan dalam tugas pelayanan mereka.
STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen Palang Pintu telah dimodifikasi, antara lain pengurangan atau penyesuaian adegan pantun tradisional,Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen Palang Pintu telah dimodifikasi, antara lain pengurangan atau penyesuaian adegan pantun tradisional,
Useful /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Investasi pada teknologi keras (misalnya rumah jaring, irigasi tetes) sangat berkorelasi dengan pencapaian, sementara teknologi lunak (pengetahuan teknis)Investasi pada teknologi keras (misalnya rumah jaring, irigasi tetes) sangat berkorelasi dengan pencapaian, sementara teknologi lunak (pengetahuan teknis)
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Wawancara dilakukan kepada aparat pemerintah desa yang bertugas dalam merancang proses penyaluran BLT Dana Desa, yaitu Bendahara Dan Kepala Dusun DesaWawancara dilakukan kepada aparat pemerintah desa yang bertugas dalam merancang proses penyaluran BLT Dana Desa, yaitu Bendahara Dan Kepala Dusun Desa
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penelitian ini juga menyarankan perlunya peningkatan berkelanjutan pada sistem dan pelatihan bagi petugas agar pemanfaatan EHR dapat berjalan lebih optimalPenelitian ini juga menyarankan perlunya peningkatan berkelanjutan pada sistem dan pelatihan bagi petugas agar pemanfaatan EHR dapat berjalan lebih optimal
STTAASTTAA Penelitian puitis‑afektif memperlihatkan ateisme yang terdapat dalam Mazmur 14 menggambarkan dua keadaan manusia, yaitu manusia yang percaya tidak adaPenelitian puitis‑afektif memperlihatkan ateisme yang terdapat dalam Mazmur 14 menggambarkan dua keadaan manusia, yaitu manusia yang percaya tidak ada