STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Dalam menghadapi disrupsi berbagai bidang kehidupan, maka inovasi pembelajaran diperlukan agar perguruan tinggi mampu menyiapkan lulusan yang unggul, terampil, cakap, kreatif, ulet, dan tanggap dalam merespon tantangan jaman. Menyikapi berbagai permasalahan dan tantangan yang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kemudian menerbitkan kebijakan yang memberikan keleluasaan kepada perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan potensi, tantangan, dan karakteristik masing-masing kampus dalam kerangka MBKM. Penelitian ini mengkaji bagaimana intensitas keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis MBKM, dan bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan kecakapan kerja utama mahasiswa. Analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan model pembelajaran yang berpengaruh sangat kuat bagi tumbuhnya keterlibatan belajar mahasiswa secara berturut-turut adalah pembelajaran berbasis kegiatan wirausaha, KKN Tematik, dan asistensi mengajar. Ketiga model pembelajaran berbasis MBKM menunjukkan peran yang sangat kuat dalam menumbuhkembangkan kecakapan kerja utama, yang meliputi: kecakapan menjadi manusia pembelajar, kecakapan komunikasi, kecakapan kerja dalam tim, dan kecakapan pemecahan masalah. Model pembelajaran yang paling kuat dalam menumbuhkembangkan kecakapan kerja utama secara berturut-turut adalah pembelajaran berbasis kegiatan wirausaha, KKN tematik, dan asistensi mengajar. Perlu kajian lebih lanjut untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memperkuat kecakapan kerja utama, yang sangat dibutuhkan para mahasiswa sebagai bekal memasuki bursa kerja kelak setelah lulus.

Kegiatan pembelajaran berbasis MBKM yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan asistensi mengajar, KKN Tematik, dan kegiatan wirausaha berdampak yang sangat kuat bagi tumbuhnya keterlibatan belajar mahasiswa.Secara berturut-turut, model pembelajaran yang berpengaruh sangat kuat bagi tumbuhnya keterlibatan belajar mahasiswa adalah, pembelajaran berbasis kegiatan wirausaha, KKN Tematik, dan asistensi mengajar.Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh karakteristik model pembelajaran yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri dan kreatifitas.Model pembelajaran berbasis kegiatan wirausaha dan KKN tematik adalah model pembelajaran yang memberikan ruang seluas-luasnya kepada para mahasiswa untuk belajar.Hal ini terbukti mampu menumbuhkan keterlibatan belajar yang sangat kuat.Ketiga model pembelajaran berbasis MBKM menunjukkan peran yang sangat kuat dalam menumbuhkembangkan kecakapan kerja utama, yang meliputi.kecakapan menjadi manusia pembelajar, kecakapan komunikasi, kecakapan kerja dalam tim, dan kecakapan pemecahan masalah.Model pembelajaran yang paling kuat dalam menumbuhkembangkan kecakapan kerja utama, secara berturut-turut adalah pembelajaran berbasis kegiatan wirausaha, KKN tematik, dan asistensi mengajar.

Untuk memperkuat hasil penelitian ini, diperlukan penelitian lanjutan yang mengkaji peran mentor dalam meningkatkan kecakapan kerja utama mahasiswa melalui program MBKM. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh teknologi informasi dan komunikasi dalam memperkuat efektivitas pembelajaran berbasis MBKM. Penelitian juga dapat menggali perbedaan dampak antara model pembelajaran MBKM di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, terutama dalam konteks lokal dan global. Dengan mengeksplorasi aspek-aspek ini, diharapkan dapat dihasilkan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan responsif terhadap dinamika pasar kerja. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan kurikulum MBKM yang lebih integratif, yang menggabungkan keterampilan teknis dan non-teknis untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global. Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari kegiatan MBKM terhadap kinerja lulusan di dunia kerja. Penelitian lanjutan juga dapat mengkaji pengaruh faktor psikologis seperti motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa terhadap keberhasilan implementasi MBKM. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kebijakan pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas lulusan yang siap berkompetisi di era digital. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi dalam program MBKM, serta dampaknya terhadap pengembangan kecakapan kerja utama. Dengan memperluas perspektif penelitian, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi.

  1. Ten Years in the Trenches: Faculty Perspectives on Sustaining Service-Learning - Jay R. Cooper, 2014.... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1053825913513721Ten Years in the Trenches Faculty Perspectives on Sustaining Service Learning Jay R Cooper 2014 journals sagepub doi 10 1177 1053825913513721
  2. Entrepreneurship Education through Successful Entrepreneurial Models in Higher Education Institutions.... mdpi.com/2071-1050/12/3/1267Entrepreneurship Education through Successful Entrepreneurial Models in Higher Education Institutions mdpi 2071 1050 12 3 1267
Read online
File size619.9 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test