JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Meskipun penelitian tentang pengaruh media sosial telah dilakukan secara luas, masih ada kesenjangan yang signifikan dalam memahami bagaimana audiens menafsirkan dan berinteraksi dengan propaganda Tiongkok di platform video pendek, terutama terkait sengketa wilayah. Penelitian ini menyelidiki evolusi temporal narasi strategis dalam propaganda TikTok Tiongkok terkait konflik Laut Cina Selatan, dengan menggabungkan kerangka propaganda Walton dengan Teori Narasi Strategis. Pendekatan survei kuantitatif yang digunakan melibatkan 100 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang menilai lima video TikTok yang dikendalikan negara Tiongkok menggunakan survei yang didasarkan pada sepuluh karakteristik propaganda Walton, dengan analisis pola temporal yang menyelidiki evolusi narasi strategis sepanjang urutan video. Analisis statistik mengungkapkan tiga jenis narasi strategis yang berbeda: (1) narasi inti yang mempertahankan konsistensi di seluruh video (PC4, PC6, PC8), (2) narasi adaptif yang menunjukkan pembelajaran sistematis dan optimasi (PC10), dan (3) narasi eksperimental yang menguji pendekatan alternatif (PC1, PC7). Temuan ini menunjukkan bahwa propaganda Tiongkok beroperasi melalui strategi pengelolaan portofolio yang canggih yang menggabungkan stabilitas naratif dengan mekanisme optimasi dinamis, yang menunjukkan pemahaman yang matang tentang psikologi audiens digital dan efektivitas pengaruh lintas budaya. Penelitian ini maju dalam teori komunikasi strategis dengan memberikan bukti empiris bahwa propaganda digital kontemporer berfungsi sebagai sistem naratif strategis yang berkembang, bukan konten statis, yang membutuhkan kerangka analisis yang mampu menangkap proses komunikasi dinamis dalam lingkungan informasi yang kompetitif.

Identifikasi manajemen portofolio naratif strategis dalam propaganda TikTok Tiongkok secara mendasar menantang kerangka teoritis yang memperlakukan pengaruh digital sebagai kampanye pesan statis.Bukti empiris penelitian ini bahwa karakteristik propaganda berfungsi sebagai elemen strategis dinamis dan berkembang yang beroperasi secara bersamaan di dimensi inti, adaptif, dan eksperimental, memerlukan pergeseran paradigma dalam cara para sarjana, pembuat kebijakan, dan praktisi menganalisis pengaruh digital.Proyeksi naratif lintas budaya yang berhasil yang ditunjukkan di sini menunjukkan bahwa aktor negara kontemporer memiliki kemampuan komunikasi yang jauh lebih canggih daripada yang diakui sebelumnya, yang membutuhkan model teoritis dan alat analisis yang sesuai.Temuan ini membawa implikasi mendalam bagi pemerintahan demokratis dan integritas informasi di era di mana narasi strategis melampaui batas-batas budaya dengan efektivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.Kemampuan aktor negara yang terbukti untuk mengoptimalkan strategi persuasif melalui mekanisme pembelajaran sistematis sambil mempertahankan konsistensi naratif menunjukkan bahwa pendekatan tradisional terhadap literasi media, propaganda balasan, dan perang informasi secara mendasar tidak memadai.Kerangka kebijakan masa depan, inisiatif pendidikan, dan strategi pertahanan demokratis harus mempertimbangkan realitas baru ini dari operasi pengaruh digital dinamis dan adaptif yang beroperasi dengan presisi dan kecanggihan yang terungkap dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menyelidiki bagaimana narasi strategis berkembang dan beradaptasi dalam lingkungan digital yang berbeda, seperti media sosial lainnya atau platform video pendek yang populer. Penelitian ini dapat membantu memahami strategi komunikasi strategis yang digunakan oleh aktor politik di berbagai platform dan bagaimana mereka menyesuaikan narasi mereka untuk mencapai tujuan tertentu. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis efektivitas narasi strategis dalam mempengaruhi opini publik dan membentuk persepsi tentang konflik geopolitik. Dengan memahami bagaimana narasi strategis dapat memengaruhi opini publik, penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang cara-cara untuk melawan propaganda dan mempromosikan informasi yang akurat. Ketiga, studi dapat dilakukan untuk menyelidiki peran media sosial dalam konflik geopolitik dan bagaimana platform ini dapat digunakan untuk menyebarkan propaganda atau informasi yang menyesatkan. Dengan memahami dinamika media sosial dalam konflik geopolitik, penelitian ini dapat memberikan rekomendasi tentang cara-cara untuk meningkatkan literasi media dan melawan penyebaran informasi yang salah.

  1. Temporal evolution of strategic narratives: Chinese TikTok propaganda and the South China Sea conflict... jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/1645Temporal evolution of strategic narratives Chinese TikTok propaganda and the South China Sea conflict jurnalaspikom index php aspikom article view 1645
Read online
File size932.54 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test