PLBPLB
TEMATIKTEMATIKPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan visi komputer telah membuka peluang besar dalam penerapan pengenalan ekspresi wajah pada berbagai bidang. Dalam konteks pendidikan tinggi, keterlibatan mahasiswa selama proses belajar menjadi faktor penting yang masih sulit diukur secara objektif menggunakan metode konvensional. Penelitian ini berkontribusi dengan membandingkan kinerja dua arsitektur deep learning, yaitu VGG-16 dan ResNet, dalam klasifikasi ekspresi wajah mahasiswa pada Smart Learning Environment. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimen kuantitatif melalui lima tahapan, yaitu pengumpulan data wajah mahasiswa di kelas, preprocessing berupa cropping, resizing, dan augmentasi, pengembangan model CNN, pelatihan menggunakan data split 80% training dan 20% validasi, serta evaluasi dengan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa VGG-16 unggul dalam mengenali ekspresi suka dengan nilai F1-score tertinggi sebesar 85%, sedangkan ResNet relatif lebih baik pada ekspresi bosan dengan F1-score 73,2%. Sementara itu, keduanya sama-sama lemah dalam mengenali ekspresi tidak suka. Temuan ini mengimplikasikan bahwa VGG-16 lebih sesuai digunakan untuk mendukung analisis keterlibatan mahasiswa secara real-time dalam Smart Learning Environment berbasis AI.
Berdasarkan hasil penelitian, VGG-16 menunjukkan performa yang lebih stabil dan unggul dalam tugas klasifikasi ekspresi wajah mahasiswa pada Smart Learning Environment.VGG-16 lebih efektif dalam mengenali ekspresi suka, sementara ResNet relatif lebih baik dalam mendeteksi ekspresi bosan.Penelitian ini mengindikasikan bahwa model CNN dapat menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung inovasi pendidikan digital yang lebih personal.
Penelitian selanjutnya dapat memperluas jumlah kelas emosi yang dikenali, menggunakan dataset yang lebih besar dan bervariasi, serta menguji performa model dalam kondisi nyata dengan tingkat dinamika yang lebih kompleks. Integrasi dengan sensor multimodal seperti detak jantung atau suara juga dapat menjadi arah pengembangan untuk memberikan analisis afektif yang lebih komprehensif dan akurat. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai potensi fine-tuning parameter atau integrasi mekanisme attention pada arsitektur ResNet untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengenali ekspresi wajah, terutama ekspresi negatif yang cenderung lebih kompleks dan bervariasi.
| File size | 818.84 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKLAUMKLA 000 gambar yang dikategorikan ke dalam dua kelas: Senang dan Tidak Senang. Dataset tersebut melalui tahap pra-pemrosesan, termasuk penggunaan bank filter000 gambar yang dikategorikan ke dalam dua kelas: Senang dan Tidak Senang. Dataset tersebut melalui tahap pra-pemrosesan, termasuk penggunaan bank filter
MADANIPUBLISHERINDONESIAMADANIPUBLISHERINDONESIA Metode deskriptif-kualitatif digunakan untuk menganalisis bagaimana elemen multimodal ini berkontribusi pada konstruksi makna implisit. Temuan menunjukkanMetode deskriptif-kualitatif digunakan untuk menganalisis bagaimana elemen multimodal ini berkontribusi pada konstruksi makna implisit. Temuan menunjukkan
AIRAAIRA Diskusi mencakup analisis faktor-faktor yang memengaruhi akurasi, seperti variasi pencahayaan dan sudut pengambilan gambar, serta potensi penggunaan teknologiDiskusi mencakup analisis faktor-faktor yang memengaruhi akurasi, seperti variasi pencahayaan dan sudut pengambilan gambar, serta potensi penggunaan teknologi
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL Results show that TFOOD significantly increases communication accessibility for deaf and speech-impaired individuals, providing an effective tool for interactingResults show that TFOOD significantly increases communication accessibility for deaf and speech-impaired individuals, providing an effective tool for interacting
APTISIAPTISI Anti-spoofing wajah merupakan tantangan utama dalam absensi wajah. Extended-MobileNet digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kami juga memperkenalkanAnti-spoofing wajah merupakan tantangan utama dalam absensi wajah. Extended-MobileNet digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Kami juga memperkenalkan
KKPKKP Hasil ini, dipadukan dengan nilai Tajimas D negatif, menunjukkan defisit variasi nukleotida relatif terhadap harapan akibat keseimbangan mutasi/gesekan.Hasil ini, dipadukan dengan nilai Tajimas D negatif, menunjukkan defisit variasi nukleotida relatif terhadap harapan akibat keseimbangan mutasi/gesekan.
UMBUMB Pada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan emosi dasar manusia ke dalam enam jenis: senang, sedih, terkejut, marah, takut, dan jijik. Kemudian EkmanPada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan emosi dasar manusia ke dalam enam jenis: senang, sedih, terkejut, marah, takut, dan jijik. Kemudian Ekman
INABJINABJ 05 x 10-6 dan p = 8. 74 x 10-5, secara berurutan. Terdapat korelasi positif signifikan (p=0. 029, r=0. 309) antara konsentrasi VEGF dan ukuran tumor pada05 x 10-6 dan p = 8. 74 x 10-5, secara berurutan. Terdapat korelasi positif signifikan (p=0. 029, r=0. 309) antara konsentrasi VEGF dan ukuran tumor pada
Useful /
PLBPLB Penelitian selanjutnya disarankan memperbesar korpus data, memasukkan bahasa tidak baku serta kosakata lokal, melakukan evaluasi out‑of‑domain, mengembangkanPenelitian selanjutnya disarankan memperbesar korpus data, memasukkan bahasa tidak baku serta kosakata lokal, melakukan evaluasi out‑of‑domain, mengembangkan
MDPMDP Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP Swasta Adhyaksa Ende melalui media gambar visual untuk kelas VII dan VIII.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP Swasta Adhyaksa Ende melalui media gambar visual untuk kelas VII dan VIII.
KKPKKP Deteksi WSSV dan IMNV dilakukan menggunakan kit portable IQTM WSSV dan IQTM IMNV Kit POCKIT. Hasil menunjukkan prevalensi WSSV sebesar 30 % (6/20) danDeteksi WSSV dan IMNV dilakukan menggunakan kit portable IQTM WSSV dan IQTM IMNV Kit POCKIT. Hasil menunjukkan prevalensi WSSV sebesar 30 % (6/20) dan
KKPKKP 000 larva dari setiap pasangan dipelihara secara terpisah hingga mencapai usia tujuh minggu. Kemudian, 50 individu dari setiap pasangan dipilih untuk membentuk000 larva dari setiap pasangan dipelihara secara terpisah hingga mencapai usia tujuh minggu. Kemudian, 50 individu dari setiap pasangan dipilih untuk membentuk