WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA

JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik

Program Makan Bergizi Gratis merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan, yaitu ibu hamil, anak-anak di bawah lima tahun (Balita), dan anak-anak sekolah. Kebijakan ini mencerminkan komitmen serius pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia, kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas Indonesia. Secara ekonomi, program ini tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti pendanaan dan keberlanjutan fiskal. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis tantangan gizi kronis dan stunting sebagai masalah utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, serta mengkritisi program yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berkorelasi positif dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas masyarakat Indonesia, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul merupakan kunci bagi kemajuan bangsa.Meskipun demikian, kesuksesan membangun SDM Indonesia unggul hanya dapat terwujud bila melibatkan seluruh sektor masyarakat.Salah satu tantangan serius dalam pengembangan SDM Indonesia unggul adalah masalah gizi kronis (buruk) yang mengakibatkan stunting.Program Makan Bergizi Gratis telah diluncurkan sebagai kebijakan strategis nasional untuk mengatasi persoalan gizi kronis dan stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Berdasarkan analisis, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program Makan Bergizi Gratis dalam jangka panjang terhadap peningkatan status gizi dan perkembangan kognitif anak-anak, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosio-ekonomi dan geografis yang memengaruhi keberhasilan program. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan program MBG, termasuk peran UMKM dalam penyediaan bahan makanan bergizi dan pelatihan tenaga kerja lokal. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana program MBG dapat diintegrasikan dengan program kesehatan dan pendidikan lainnya untuk menciptakan sinergi dan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Integrasi ini dapat mencakup pelatihan gizi bagi orang tua, penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai di sekolah, dan pengembangan kurikulum pendidikan yang berfokus pada kesehatan dan gizi. Dengan demikian, program MBG tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah gizi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.

Read online
File size333.29 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test