STIKES HOLISTICSTIKES HOLISTIC
Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan)Masalah gizi pada remaja timbul akibat perilaku gizi yang tidak tepat, yaitu ketidakseimbangan antara asupan dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Prevalensi gizi remaja di Jawa Barat pada tahun 2018 terdapat 9,2% dengan kategori kurus, 54,1% dengan kategori normal, 13,7% dengan kategori berat badan berlebih dan 23,0% dengan kategori obesitas. Faktor yang dapat mempengaruhi status gizi seperti kebiasaan makan dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi di MA Daarul MaArif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Data kebiasaan makan diambil dengan wawancara menggunakan kuesioner AFHC, data aktivitas fisik diambil dengan menggunakan kuesioner IPAQ dan data status gizi ditentukan menggunakan IMT/U. Jumlah subjek yang diambil menggunakan purposive sampling, sebanyak 39 subjek. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square (Pearson Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi (P>0,05), dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (P>0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi.
Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi.Penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan makan dan aktivitas fisik tidak secara signifikan mempengaruhi status gizi pada remaja di MA Daarul MaArif.Temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi gizi yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi peran faktor sosioekonomi dan lingkungan keluarga terhadap kebiasaan makan dan aktivitas fisik remaja, karena faktor-faktor ini seringkali menjadi penentu utama perilaku gizi. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan pendekatan longitudinal untuk mengamati perubahan status gizi remaja seiring waktu dan mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan tersebut. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pemahaman remaja tentang pentingnya gizi dan aktivitas fisik, serta hambatan-hambatan yang mereka hadapi dalam menerapkan pola hidup sehat. Dengan menggabungkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi remaja dan merancang intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, penelitian dapat juga mengkaji pengaruh program edukasi gizi dan peningkatan fasilitas olahraga terhadap perubahan perilaku makan dan aktivitas fisik remaja, sehingga dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas intervensi tersebut. Pengembangan program edukasi gizi yang melibatkan orang tua dan guru juga penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur pada remaja.
- Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Genetik Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMK Wilayah Kerja... doi.org/10.26630/jkm.v14i2.2665Pola Makan Aktivitas Fisik dan Genetik Mempengaruhi Kejadian Obesitas Pada Remaja di SMK Wilayah Kerja doi 10 26630 jkm v14i2 2665
- Hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi di MA Daarul Ma’Arif | Journal... jhhs.stikesholistic.ac.id/index.php/jhhs/article/view/313Hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi di MA Daarul MaAoArif Journal jhhs stikesholistic ac index php jhhs article view 313
| File size | 378.33 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JMHSAJMHSA Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara dismenorea dengan usia menarche (p = 0,002), status gizi (p < 0,001), dan konsumsiAnalisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara dismenorea dengan usia menarche (p = 0,002), status gizi (p < 0,001), dan konsumsi
LITERASISAINSLITERASISAINS Kegagalan pengelolaan diabetes sering disebabkan oleh kurangnya kepatuhan pasien terhadap pola makan sehat, olahraga, dan pengobatan. Masih rendahnya pemahamanKegagalan pengelolaan diabetes sering disebabkan oleh kurangnya kepatuhan pasien terhadap pola makan sehat, olahraga, dan pengobatan. Masih rendahnya pemahaman
STIKES JOMBANGSTIKES JOMBANG Studi ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan intervensi berupa edukasi pada anak tentang pentingnya makan sehat dan praktik pembuatan menu makananStudi ini dilakukan dengan metode deskriptif, dengan intervensi berupa edukasi pada anak tentang pentingnya makan sehat dan praktik pembuatan menu makanan
Q2LIIQ2LII Dengan demikian, upaya perawatan KEK pada ibu hamil tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga melibatkan pendekatan holistik yangDengan demikian, upaya perawatan KEK pada ibu hamil tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga melibatkan pendekatan holistik yang
UNHAJUNHAJ Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa riwayat keluarga merupakan faktor risiko tinggi terjadinya penyakit Diabetes Melitus. Berdasarkan hasil penyuluhanHasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa riwayat keluarga merupakan faktor risiko tinggi terjadinya penyakit Diabetes Melitus. Berdasarkan hasil penyuluhan
ITEKES BALIITEKES BALI Hasil analisis menunjukkan bahwa satu porsi Kompyang mengandung 16,58 gram karbohidrat, 7,33 gram protein, dan 3,54 gram lemak. Meskipun produk ini memenuhiHasil analisis menunjukkan bahwa satu porsi Kompyang mengandung 16,58 gram karbohidrat, 7,33 gram protein, dan 3,54 gram lemak. Meskipun produk ini memenuhi
DCCKOTABUMIDCCKOTABUMI Sehingga masih terdapat nilai yang cukup tinggi pada gizi lebih. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa nilai gizi balita Banjar Titih dapatSehingga masih terdapat nilai yang cukup tinggi pada gizi lebih. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa nilai gizi balita Banjar Titih dapat
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Ketika salah satu kompetensi ini tidak dikuasai dengan baik, maka layanan kebidanan tidak lagi bersifat holistik. Pemahaman yang baik terhadap pengetahuanKetika salah satu kompetensi ini tidak dikuasai dengan baik, maka layanan kebidanan tidak lagi bersifat holistik. Pemahaman yang baik terhadap pengetahuan
Useful /
IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI MIPA SMA Widya Darma pada materi transformasi. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI MIPA SMA Widya Darma pada materi transformasi. Penelitian
IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1)Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1)
ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG This creation resulted in seven paintings of various sizes, emphasizing aesthetics, narratives, and emotions. The outcomes of this project, representedThis creation resulted in seven paintings of various sizes, emphasizing aesthetics, narratives, and emotions. The outcomes of this project, represented
STAIN MADINASTAIN MADINA Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hukumnya diperbolehkan dengan alasan tujuan utama perkongsian adalah selain untuk mendapatkan keuntungan, akan tetapiHasil penelitian menyimpulkan bahwa hukumnya diperbolehkan dengan alasan tujuan utama perkongsian adalah selain untuk mendapatkan keuntungan, akan tetapi