OJSOJS

Jurnal Pendidikan MultidisiplinerJurnal Pendidikan Multidisipliner

Film Catatan Harian Menantu Sinting karya Sunil Soraya merupakan film drama komedi yang menggambarkan realitas kehidupan rumah tangga dalam budaya Batak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sosial dalam film ini melalui pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap film dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengangkat kritik terhadap budaya patriarki, konflik menantu-mertua, tekanan sosial dalam pernikahan, kesenjangan peran gender, dan ekspektasi terhadap anak laki-laki dalam keluarga. Kritik sosial yang disajikan dalam film ini merepresentasikan realitas masyarakat dan memberikan refleksi bagi penonton tentang pentingnya perubahan pola pikir dalam keluarga.

Film Catatan Harian Menantu Sinting tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung kritik sosial yang kuat terhadap budaya patriarki, konflik menantu-mertua, kesenjangan peran gender, dan ekspektasi sosial dalam pernikahan.Melalui pendekatan sosiologi sastra, dapat dilihat bahwa film ini merefleksikan realitas yang masih dihadapi oleh banyak perempuan di Indonesia.Dengan demikian, film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk menyuarakan perubahan sosial yang lebih adil dalam keluarga dan masyarakat.

Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi berbagai kritik sosial dalam film Catatan Harian Menantu Sinting. Untuk pengembangan lebih lanjut, ada beberapa arah penelitian menarik yang bisa diambil. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada penelitian yang menelusuri lebih dalam bagaimana kritik terhadap budaya patriarki dan kesenjangan peran gender yang digambarkan dalam film ini diterima dan diinterpretasikan oleh beragam kelompok penonton, misalnya dari generasi yang berbeda atau latar belakang budaya yang serupa maupun berbeda dengan konteks Batak. Apakah pesan film ini benar-benar mampu mengubah cara pandang mereka atau justru memperkuat pandangan tertentu? Kedua, mengingat fokus kualitatif studi ini pada satu film, penelitian selanjutnya dapat melakukan analisis komparatif dengan menelaah representasi isu-isu serupa, seperti konflik menantu-mertua atau ekspektasi terhadap anak laki-laki, dalam sejumlah film Indonesia lainnya dari genre atau periode waktu yang berbeda. Perbandingan ini akan membantu melihat pola umum atau kekhasan dalam penyampaian kritik sosial di perfilman nasional. Ketiga, untuk memahami dampak jangka panjang dari film yang mengusung kritik sosial, sebuah studi longitudinal dapat dilakukan guna mengevaluasi efektivitas film sebagai alat edukasi dan pendorong perubahan sosial dalam mengatasi norma-norma patriarki di masyarakat. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah film semacam ini benar-benar memicu diskusi publik yang konstruktif dan berkontribusi pada advokasi kesetaraan gender di kehidupan nyata.

Read online
File size129.58 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test