PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING

Peradaban Journal of Religion and SocietyPeradaban Journal of Religion and Society

Studi ini mengkaji peran Nabi Muhammad sebagai agen transformasi perubahan sosial melalui perspektif Martin Lings dan Annemarie Schimmel, dua cendekiawan non-Muslim terkemuka. Di luar kepemimpinan religiusnya, Nabi Muhammad merevolusi masyarakat Arab abad ke-7 dengan menangani ketidakadilan sosial, mendorong inklusivitas, dan menginstitusikan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang yang berkelanjutan. Dalam karyanya Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources (1983), Lings menggambarkan Nabi sebagai reformis karismatik yang memperjuangkan keadilan sosial, merobohkan perpecahan tribal, dan memajukan hak asasi manusia. Lings menekankan peran Nabi dalam menyatukan masyarakat yang terfragmentasi melalui ummah—komunitas yang terikat oleh iman dan kesetaraan—serta mempromosikan kesetaraan ekonomi melalui zakat dan larangan riba. Schimmel, dalam karyanya And Muhammad Is His Messenger (1985), mengadopsi pendekatan fenomenologis, menyoroti integrasi kepemimpinan spiritual Nabi dengan pemerintahan praktis. Dia menekankan perannya dalam memajukan hak-hak perempuan, memberantas penindasan sistemik, dan membangun kerangka moral berdasarkan nilai-nilai ilahi. Konstitusi Madinah, menurutnya, adalah kontrak sosial-politik yang inovatif yang mempromosikan masyarakat pluralis dan harmonis. Dengan memeriksa narasi sejarah Lings bersamaan dengan wawasan spiritual dan budaya Schimmel, studi ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang warisan multidimensional Nabi Muhammad. Ini memposisikannya sebagai teladan keadilan dan persatuan, menawarkan pelajaran berharga bagi masyarakat kontemporer yang berjuang dengan ketidaksetaraan dan perpecahan. Penjelajahan interdisipliner ini mengungkap dampak abadi kepemimpinan Nabi Muhammad sebagai penyatu dan panutan untuk tata kelola etis, melampaui batasan waktu dan budaya.

Peran Nabi Muhammad sebagai agen perubahan sosial, ketika dilihat melalui lensa pemikiran Martin Lings dan Annemarie Schimmel, mengungkap dimensi yang lebih luas dan kompleks di luar aspek religius semata.Kedua pemikir ini, dengan pendekatan mereka yang hati-hati dan mendalam, menggambarkan Nabi Muhammad sebagai sosok yang tidak hanya menyampaikan wahyu ilahi, tetapi juga memulai transformasi sosial yang signifikan dalam konteks masyarakat Arab pada masa itu, yang kemudian berdampak pada perkembangan peradaban global.Dari perspektif Lings, Nabi Muhammad dipandang sebagai sosok yang memperkenalkan konsep harmoni sosial yang mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial.Ini menyoroti bagaimana perubahan yang ia inisiasi mencakup semua aspek kehidupan manusia, mulai dari struktur sosial hingga sistem etika.Di sisi lain, Schimmel menekankan aspek humanis dan spiritual Nabi Muhammad, yang memainkan peran vital dalam menjembatani kesenjangan antara individu dan masyarakat, serta memengaruhi interaksi antara budaya dan peradaban global.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, seperti keadilan dan persatuan, dapat diterapkan dalam konteks masyarakat modern yang beragam. Selain itu, studi mengenai dampak ajaran Nabi Muhammad terhadap perkembangan hak-hak perempuan di negara-negara Muslim saat ini juga perlu dieksplorasi lebih dalam. Selanjutnya, penelitian tentang perbandingan antara kepemimpinan Nabi Muhammad dan figur penggerak sosial lainnya di seluruh dunia dapat memberikan wawasan tentang kesamaan dan perbedaan dalam konteks perubahan sosial yang berkelanjutan.

  1. #perubahan sosial#perubahan sosial
  2. #universal values#universal values
Read online
File size355.91 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-1HP
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test