CIVILIZACIVILIZA

IJoIS: Indonesian Journal of Islamic StudiesIJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies

Islamic Studies merupakan disiplin akademik multidimensional yang mencakup tidak hanya aspek teologis dan normatif, melainkan juga dimensi historis, sosial, budaya, dan hukum. Pemahaman Islam membutuhkan metodologi yang sistematis, rasional, dan ilmiah untuk memungkinkan analisis mendalam serta kontekstual terhadap ajarannya. Artikel ini bertujuan merangkum konsep dasar metodologi dalam Islamic Studies, ruang lingkupnya, serta pendekatan klasik dan kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui tinjauan literatur, artikel ini menelusuri pergeseran paradigma dalam ilmu Islam—dari pendekatan teologis‑normatif yang dominan menuju kerangka integratif yang meliputi perspektif historis, sosiologis, antropologis, dan hermeneutika kritis. Penulis juga menekankan peran penting metodologi dalam mengatasi tantangan stagnasi intelektual di tengah globalisasi, sekularisme, dan umat Muslim. Ide‑ide reformis dari pemikir modern seperti Mohammed Arkoun dan Ibrahim M. Abu Rabi memberikan kontribusi signifikan dalam memajukan pemahaman Islam yang lebih inklusif, kontekstual, dan interdisipliner. Oleh karena itu, metodologi Islamic Studies berperan vital dalam meningkatkan kualitas keilmuan serta memastikan relevansi ajaran Islam dalam dinamika masyarakat kontemporer.

Studi Islam merupakan upaya ilmiah untuk memahami ajaran, sejarah, budaya, dan praktik keagamaan Islam secara mendalam dan komprehensif dengan menggunakan pendekatan teologis, historis, sosiologis, dan interdisipliner.Penelitian ini penting dalam konteks globalisasi, krisis identitas, serta penyalahgunaan ajaran agama akibat pemahaman sempit.Perkembangan studi Islam menunjukkan pergeseran dari pendekatan normatif ke pendekatan kritis dan kontekstual, menekankan reformasi metodologis agar tetap relevan dan inklusif dalam menghadapi tantangan zaman.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana penerapan analisis teks berbasis kecerdasan buatan dapat meningkatkan akses terhadap manuskrip Islam klasik serta mengurangi bias interpretatif yang sering muncul dalam studi tradisional. Selain itu, diperlukan studi empiris untuk mengevaluasi efektivitas kurikulum interdisipliner di perguruan tinggi Islam dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa serta memperkuat identitas keislaman mereka di era modern. Selanjutnya, penting juga dilakukan penelitian lapangan mengenai persepsi masyarakat di daerah pedesaan Indonesia terhadap platform pendidikan Islam digital, serta dampaknya terhadap pemahaman agama dan praktik keagamaan mereka, guna mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan hambatan dalam penyebaran ilmu agama secara daring.

  1. NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID PADA NOVEL “SULUK ABDUL JALIL” KARYA AGUS SUNYOTO | LEARNING... jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/4309NILAI NILAI PENDIDIKAN TAUHID PADA NOVEL AuSULUK ABDUL JALILAy KARYA AGUS SUNYOTO LEARNING jurnalp4i index php learning article view 4309
  2. KONTRIBUSI ILMU PENGETAHUAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN | CENDEKIA:... doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4707KONTRIBUSI ILMU PENGETAHUAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN CENDEKIA doi 10 51878 cendekia v5i2 4707
  3. PENTINGNYA MEMAHAMI PERAN METODOLOGI STUDI ISLAM TERHADAP GENERASI MILENIAL DI ERA DIGITALISASI | Danil... journals.ums.ac.id/index.php/profetika/article/view/13082PENTINGNYA MEMAHAMI PERAN METODOLOGI STUDI ISLAM TERHADAP GENERASI MILENIAL DI ERA DIGITALISASI Danil journals ums ac index php profetika article view 13082
  4. Economic Growth, Income Inequality, Government Integrity, and Spending towards SDG 1 on Poverty Eradication:... doi.org/10.56529/mber.v2i1.157Economic Growth Income Inequality Government Integrity and Spending towards SDG 1 on Poverty Eradication doi 10 56529 mber v2i1 157
Read online
File size458.42 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test