DAARULHUDADAARULHUDA
Media Hukum Indonesia (MHI)Media Hukum Indonesia (MHI)Sengketa Airbus–Boeing merupakan salah satu kasus paling kompleks dalam sejarah WTO dan menjadi contoh nyata bagaimana aturan subsidi dalam Agreement on Subsidies and Countervailing Measures (SCM Agreement) tidak sepenuhnya mampu mengatur praktik subsidi di industri berteknologi tinggi. Penelitian ini mengkaji bagaimana dukungan pemerintah Uni Eropa kepada Airbus dan dukungan Amerika Serikat kepada Boeing menimbulkan perbedaan interpretasi dalam menentukan apakah suatu subsidi melanggar ketentuan WTO. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menganalisis ketentuan SCM Agreement, putusan panel dan Appellate Body dalam sengketa DS316 dan DS353, serta pandangan akademisi terkait ketidakpastian hukum dalam pengaturan subsidi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep seperti specificity, benefit, serta pembuktian kausalitas masih memiliki ambiguitas yang signifikan ketika diterapkan pada industri dengan biaya riset tinggi dan struktur pendanaan jangka panjang. Sengketa Airbus–Boeing menegaskan perlunya pembaruan aturan subsidi WTO agar lebih responsif terhadap kebutuhan industri teknologi modern dan mampu memberikan kepastian hukum dalam persaingan global.
Sengketa Airbus–Boeing membuktikan bahwa aturan subsidi dalam SCM Agreement belum mampu mengakomodasi karakteristik unik industri berteknologi tinggi.Ketentuan mengenai specificity, benefit, dan adverse effects dibuat dengan pendekatan yang terlalu umum dan kurang mempertimbangkan sifat pendanaan jangka panjang serta kebutuhan riset besar yang tersedia di sektor seperti penerbangan.Akibatnya, penilaian WTO terhadap subsidi dari Uni Eropa maupun Amerika Serikat dalam kasus ini sering menimbulkan perdebatan karena bergantung pada interpretasi panel terhadap konsep hukum yang belum memiliki batasan tegas.
Untuk meningkatkan efektivitas pengaturan subsidi dalam industri teknologi tinggi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai pengembangan definisi subsidi yang lebih spesifik dan adaptif terhadap karakteristik industri berteknologi tinggi, termasuk membedakan antara subsidi yang mendorong inovasi dan yang merusak persaingan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan mekanisme evaluasi yang lebih modern dalam menilai benefit dan causation, dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang dan kompleksitas rantai pasok global. Ketiga, studi komparatif mengenai kebijakan subsidi di berbagai negara dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi harmonisasi regulasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan subsidi yang lebih efektif, adil, dan mendukung inovasi teknologi, sekaligus meminimalkan potensi sengketa perdagangan internasional. Dengan demikian, WTO dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai institusi yang memberikan kepastian hukum dalam perdagangan internasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan.
| File size | 286.9 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU Teknik analisis yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilaiTeknik analisis yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai
DAARULHUDADAARULHUDA Keberadaan STE tidak secara otomatis bertentangan dengan prinsip non-discrimination, namun pengaturannya tunduk pada batasan hukum internasional yang ketat.Keberadaan STE tidak secara otomatis bertentangan dengan prinsip non-discrimination, namun pengaturannya tunduk pada batasan hukum internasional yang ketat.
UNESAUNESA 05) yang menandakan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Hasil uji t variabel Teams Game Tournament memegang nilai signifikansi sejumlah05) yang menandakan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Hasil uji t variabel Teams Game Tournament memegang nilai signifikansi sejumlah
ARSILMEDIAARSILMEDIA 5% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan rumusan masalah dan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat5% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan rumusan masalah dan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat
UHBUHB Model analisis yang digunakan adalah Almost Ideal Demand System (AIDS) dengan teknik Seemingly Unrelated Regression (SUR). Penelitian ini menggunakan dataModel analisis yang digunakan adalah Almost Ideal Demand System (AIDS) dengan teknik Seemingly Unrelated Regression (SUR). Penelitian ini menggunakan data
IAIN CURUPIAIN CURUP Perhatian terhadap halal dan haram dalam mengonsumsi barang dan jasa, negara harus mewujudkan stabilitas ekonomi, politik, moral, dan agama, zakat sebagaiPerhatian terhadap halal dan haram dalam mengonsumsi barang dan jasa, negara harus mewujudkan stabilitas ekonomi, politik, moral, dan agama, zakat sebagai
UNIPASBYUNIPASBY Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif), yang mencakup tinjauan literatur, wawancara ahli, dan analisis dataMetode penelitian ini memanfaatkan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif), yang mencakup tinjauan literatur, wawancara ahli, dan analisis data
UNDARISUNDARIS Penelitian ini mengkaji dampak dari kondisi perekonomian terhadap keterbukaan ekonomi dan ekspor di Indonesia, serta melihat dari dampak pandemi Covid-19Penelitian ini mengkaji dampak dari kondisi perekonomian terhadap keterbukaan ekonomi dan ekspor di Indonesia, serta melihat dari dampak pandemi Covid-19
Useful /
UNDARISUNDARIS Toko Roti AAN merupakan salah satu usaha dagang yang bergerak di bidang usaha makanan yaitu roti. Perkembangan Toko Roti AAN yang stagnan atau kurang berkembangToko Roti AAN merupakan salah satu usaha dagang yang bergerak di bidang usaha makanan yaitu roti. Perkembangan Toko Roti AAN yang stagnan atau kurang berkembang
UNESAUNESA Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru IPS yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier, seperti Pendidikan Akuntansi, Geografi,Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru IPS yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier, seperti Pendidikan Akuntansi, Geografi,
UNDARISUNDARIS Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar daerah di Kawasan Kedungsepur tergolong daerah relatif tertinggal. Ketimpangan pembangunan antar kabupaten/kotaPenelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar daerah di Kawasan Kedungsepur tergolong daerah relatif tertinggal. Ketimpangan pembangunan antar kabupaten/kota
TEBUIRENGTEBUIRENG Rumusan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī yang bersifat praktis dan operasional dibutuhkan terutama dalam ranah Studi Hadis yang bersifat ilmiah-akademik.Rumusan metode dan tahapan studi hadis taḥlīlī yang bersifat praktis dan operasional dibutuhkan terutama dalam ranah Studi Hadis yang bersifat ilmiah-akademik.