UNIBUNIB

Jurnal EngganoJurnal Enggano

Tiram di pesisir Salo Palai, Muara Badak sangat rentan terkontaminasi oleh logam berat yang disebabkan oleh berbagai faktor lingkungan seperti terjadi secara alami, aktivitas antropogenik, perubahan iklim, dan bioakumulasi pencemaran lingkungan. Tiram (Saccostrea cucullata) dipilih untuk deteksi logam berat, dikarenakan tiram merupakan salah satu makanan laut yang dikonsumsi oleh penduduk di Salo Palai. Konsentrasi kadar Pb, Cd, dan Cu pada tiram ditentukan dengan metode destruksi asam dan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Penilaian risiko dilakukan untuk menentukan total paparan logam berat di masyarakat pesisir Salo Palai. Berdasarkan hasil analisis, konsentrasi rata-rata Pb dan Cd pada tiram lebih rendah dari Uni Eropa (2006), BSN (2009), dan China (2013), sedangkan rata-rata konsentrasi Cu rata-rata lebih tinggi dari standar Dirjen POM (1989). Kisaran nilai perkiraan asupan harian (EDI) oleh masyarakat untuk masing-masing Pb (0.0000 – 0.0001) g/hari/kg, Cd (0.0000 – 0.0001) μg/hari/kg, dan Cu (0.0013 - 0,0213) μg/hari/kg. Kemudian, kisaran nilai bahaya target (THQ) untuk Pb (0.0015 – 0.0249), Cd (0.0055 – 0.0913), dan Cu (0.0319 – 0.5321). Secara umum, semua nilai THQ pada tiram lebih rendah dari 1.0. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa tiram yang berasal dari pesisir Salo Palai, Kalimantan Timur masih layak untuk dikonsumsi, dan tidak ada efek buruk yang terjadi bagi masyarakat yang terpapar Pb, Cd, dan Cu.

Secara umum, konsentrasi Pb dan Cd pada tiram lebih rendah dari tingkat maksimum yang diizinkan oleh badan standarisasi nasional (2009), Uni Eropa (2006), dan China (2013), sedangkan konsentrasi Cu lebih tinggi dari standar Dirjen POM (1989).Kemudian, nilai perkiraan asupan harian (EDI) lebih rendah dari dosis referensi Pb, Cd, Cu, dan nilai bahaya target (THQ) lebih kecil dari 1.Karenanya, mengkonsumsi tiram (Saccostrea cucullata) yang berasal dari pesisir Salo Palai memiliki risiko minimum, dan tidak ada efek buruk yang terjadi bagi masyarakat yang terpapar Pb, Cd, dan Cu.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh faktor-faktor lingkungan, seperti aktivitas antropogenik dan perubahan iklim, terhadap bioakumulasi logam berat pada tiram. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang konsumsi tiram yang terkontaminasi logam berat terhadap kesehatan masyarakat. Studi komparatif antara tiram dari berbagai lokasi dengan tingkat pencemaran logam berat yang berbeda juga dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih akurat untuk menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan keamanan konsumsi tiram.

Read online
File size398.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test