UNRIKAUNRIKA
JURNAL DIMENSIJURNAL DIMENSIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organiasi terhadap kinerja manajerial, untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja manajerial, untuk mengetahui pengaruh transfer ilmu terhadap kinerja manajerial, untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi informasi terhadap kinerja manajerial, dan untuk mengetahu pengaruh budaya organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu, penerapan teknologi informasi terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Populasi penelitian ini adalah karyawan di Perusahaan Baker Hughes Di Indonesia sebanyak karyawan. Sampel penelitian ini karyawan. Teknik analisis penelitian ini menggunakan Regresi Liniear Berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan (1) Budaya Organiasi berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial. (2) Lingkungan Kerja berpengaruh positip dan tidak signifikan terhadap kinerja manajerial. (3) Transfer Ilmu berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja manajerial. (4) Penerapan teknologi informasi berpengaruh positip dan tidak signifikan terhadap kinerja manajerial. (5) Budaya organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu, dan penerapan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.1) Budaya organisasi terhadap kinerja manajerial berpengaruh signifikan.Artinya Budaya organiasi yang kuat secara langsung berkaitan dengan kinerja manajerial yang optimal dengan mengutamakan kualitas dan kuantitas di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia.2) Lingkungan kerja terhadap kinerja manajerial tidak berpengaruh signifikan artinya lingkungan kerja yang ada di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia tidak lagi sebagai penunjang kinerja tetapi sudah menjadi pedoman umum bagi keseluruhan aktivitas untuk menjaga keselamatan kerja dan juga menjaga lingkngan alam.Lingkugan kerja sudah menjadi standard yang meliputi aspek dan kesehatan kerja serta tata kelola lingkungan hidup.3) Transfer ilmu terhadap kinerja manajerial berpengaruh signifikan artinya terjadi hubungan yang harmonis diantara semua karyawan yang menghargai perbedaan sehingga bisa menggabungkan semua perbedaan untuk ditransformasi menjadi daya upaya untuk meningkatkan kemampuan perusahaan.4) Penerapan teknologi informasi terhadap kinerja manajerial tidak berpengaruh signifikan.Dengan tersedianya fasilitas teknologi informasi yang baik di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia menjadikan teknologi informasi menjadi hal yang biasa, tidak ada ketertarikan karyawan ditingkat manajerial untuk berimprovisasi untuk menggunakan teknologi informasi untuk peningkatan kualitas dan kinerja.Teknologi informasi sudah menjadi hal yang biasa saja yang sifatnya hanya menjadi sebagai alat penunjang kerja.5) Budaya Organisasi, lingkungan kerja, transfer ilmu dan penerapan teknologi informasi secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan sebesar 72,4% terhadap kinerja manajerial.Dapat disimpulkan budaya organiasi, lingkungan kerja, transfer ilmu dan penerapan teknologi informasi ditingkatkan dan dikelola lebih baik lagi, maka kinerka manajerial di perusahaan Baker Hughes yang ada di Indonesia akan bisa lebih baik dan terus berkembang baik secara kualitas dan kuantitas.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan dengan fokus pada pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja manajerial secara lebih mendalam, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja manajerial. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan kerja yang dapat meningkatkan kinerja manajerial, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang transfer ilmu dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan kinerja manajerial, termasuk strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk memfasilitasi transfer ilmu secara efektif. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja manajerial dan strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja tersebut.
| File size | 372.42 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPARUMPAR Hal ini menegaskan bahwa praktik berbagi pengetahuan berperan penting dalam meningkatkan kualitas kerja, kemampuan pemecahan masalah, serta efektivitasHal ini menegaskan bahwa praktik berbagi pengetahuan berperan penting dalam meningkatkan kualitas kerja, kemampuan pemecahan masalah, serta efektivitas
UNRIKAUNRIKA Kompetensi, komunikasi, budaya organisasi, dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Secara parsial maupun simultan, variabel-variabelKompetensi, komunikasi, budaya organisasi, dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat. Secara parsial maupun simultan, variabel-variabel
UNRIKAUNRIKA teknik analisa data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas dan uji one sample t test. Hasil analisa data menunjukan seluruh item pernyataanteknik analisa data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas dan uji one sample t test. Hasil analisa data menunjukan seluruh item pernyataan
UNRIKAUNRIKA Perceived Quality juga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, dengan menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, sehingga mahasiswa di TarakanPerceived Quality juga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, dengan menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, sehingga mahasiswa di Tarakan
DCCDCC Pada sistem yang sedang berjalan, laporan yang dihasilkan pun belum memiliki standar baku. Dan dalam melakukan proses pencarian data, masih belum memadai,Pada sistem yang sedang berjalan, laporan yang dihasilkan pun belum memiliki standar baku. Dan dalam melakukan proses pencarian data, masih belum memadai,
POLIGONPOLIGON Diketahui bahwa hasil pembuatan konstruksi alat peggiling cabe dilakukan dilaboratorium Mesin Peralatan pertanian,Kemudian mekanisme penggerak yang digunakanDiketahui bahwa hasil pembuatan konstruksi alat peggiling cabe dilakukan dilaboratorium Mesin Peralatan pertanian,Kemudian mekanisme penggerak yang digunakan
POLIGONPOLIGON Setelah dilakukan perancangan mesin pengupas kacang tanah diperoleh dimensi dan ukuran mesin yang sesuai dengan standar yang ada seperti daya motor listrikSetelah dilakukan perancangan mesin pengupas kacang tanah diperoleh dimensi dan ukuran mesin yang sesuai dengan standar yang ada seperti daya motor listrik
UNIGALUNIGAL Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survai. dirumuskan dengan menggunakan analisis SWOT. (1) Meningkatkan supply day old chick (DOC) untukPenelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survai. dirumuskan dengan menggunakan analisis SWOT. (1) Meningkatkan supply day old chick (DOC) untuk
Useful /
POLITANI KOEPOLITANI KOE Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air perasan buah jerukPenelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air perasan buah jeruk
UNRIKAUNRIKA Data diperoleh dengan metode menyebarkan kuesioner kemudian dianalisa dengan menggunakan uji regresi linier berganda dan uji hipotesis dengan menggunakanData diperoleh dengan metode menyebarkan kuesioner kemudian dianalisa dengan menggunakan uji regresi linier berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan
UNSIQUNSIQ Perbedaan signifikan antara prediksi PMV dan data lapangan terjadi terutama di daerah tropis dengan ventilasi alami. Studi ini menekankan perlunya penelitianPerbedaan signifikan antara prediksi PMV dan data lapangan terjadi terutama di daerah tropis dengan ventilasi alami. Studi ini menekankan perlunya penelitian
UNSIQUNSIQ Selisih minimum terjadi pada awal pengukuran sedangkan selisih maksimum terjadi pada akhir pengukuran dengan sebaran suhunya semakin ke atas profil suhunyaSelisih minimum terjadi pada awal pengukuran sedangkan selisih maksimum terjadi pada akhir pengukuran dengan sebaran suhunya semakin ke atas profil suhunya