POLIGONPOLIGON

JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo)JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo)

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman legum yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi, namun produksi kacang tanah di Indonesia terus mengalami penurunan sehingga kebutuhan akan kacang tanah tidak terpenuhi. Di Provinsi Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo ini, produksi kacang tanah setiap tahun diperkirakan sekitar 521,30 ton per tahun, 43.441 ton per bulan, 1.448 kg per hari. Di sisi lain, untuk mengolah kacang tanah ini para petani masih menggunakan cara tradisional yang dianggap praktis meskipun tidak efektif dan efisien. Kondisi ini tentu sudah menjadi kebiasaan bagi para petani kacang tanah, karena belum ada konsep teknologi tepat guna di daerah ini sebagai solusi alternatif yang dianggap praktis. Para petani kacang tanah dalam proses pengupasan masih menggunakan cara tradisional yakni mengupas kacang tanah dengan cara dikupas dengan tangan secara manual, sehingga pengupasan kulit kacang tanah membutuhkan waktu yang lama. Disampig itu pengupasan kulit kacang tanah secara manual juga menimbulkan kebosanan pada tingkat kerja yang tinggi. Untuk mengatasi persoalan kulit kacang tanah tersebut maka diperlukan suatu mesin pengolahannya yaitu “ dengan kapasitas 10,28 kg/jam. Dimaksud untuk membantu para petani khususnya petani kacang tanah untuk mempermudah dalam proses pengupasan kacang tanah. Setelah dilakukan perancangan mesin pengupas kacang tanah diperoleh dimensi dan ukuran mesin yang sesuai dengan standar yang ada seperti daya motor listrik yang digunakan, diameter poros yang digunakan, bagian-bagian alat seperti mata pisau satu dan mata pisau dua, saringan satu dan dua, dan pulley. Sehingga akan dihasilkan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan biaya yang lebih efisien dan terjangkau dan hasil produksinya juga sesuai dengan yang diharapkan.

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil pada proses pembuatan mesin pengupas kulit kacang tanah adalah sebagai berikut.1) Waktu pengujian sebagian besar pengupasan kulit kacang tanah belum beroperasi dengan baik dikarenakan kecepatan putaran pada motor listrik terlalu cepat 2) Pada saat kacang tanah sudah selesai di kupas oleh mesin pengupas kulit kacang tanah, hasil pengupasan kacang tanah belum sempurna di karenakan masih banyak kacang yang terbuang.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas mesin pengupas kulit kacang tanah. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi kecepatan putaran motor terhadap hasil pengupasan, dengan tujuan untuk menemukan kecepatan optimal yang dapat meminimalkan kerusakan biji kacang tanah dan memaksimalkan pemisahan kulit. Kedua, pengembangan desain saringan dengan mempertimbangkan ukuran dan bentuk lubang yang lebih presisi, serta material yang lebih tahan lama, dapat meningkatkan efisiensi penyaringan kulit kacang tanah dari biji. Ketiga, penelitian mengenai sistem pengeringan terintegrasi pada mesin pengupas dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kelembaban kacang tanah yang dapat mempengaruhi proses pengupasan, sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan tahan lama.

  1. #padi sawah#padi sawah
  2. #motor listrik#motor listrik
Read online
File size811.12 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-14m
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test