AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR

Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)

Latar Belakang: Bullying merupakan bentuk kekerasan yang berdampak pada kerusakan psikologis dan fisik. Korban, terutama pada santri di pesantren, sering kali mengembangkan mekanisme koping yang tidak efektif, seperti menarik diri, rendah diri, hingga menyakiti diri sendiri. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas dukungan teman sebaya dalam mengatasi koping tidak efektif pada santri korban bullying. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif terhadap dua santri perempuan berusia 14 dan 15 tahun yang menjadi korban bullying. Intervensi dukungan teman sebaya dilakukan selama tiga hari melalui sesi terstruktur menggunakan SOP kelompok dari PPNI dan pemantauan. Hasil: Evaluasi menunjukkan peningkatan status koping kedua subjek, termasuk peningkatan partisipasi sosial, ekspresi emosional, dan kepercayaan diri. Dukungan teman sebaya membantu mengurangi rasa kesepian dan menciptakan lingkungan yang aman bagi korban untuk mengekspresikan diri. Kesimpulan: Dukungan teman sebaya efektif dalam meningkatkan mekanisme koping pada korban bullying dan menciptakan lingkungan sosial yang suportif.

Dukungan teman sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan mekanisme koping pada korban bullying.Intervensi ini membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih suportif bagi para santri yang mengalami perundungan.Peningkatan status koping terlihat dari peningkatan partisipasi sosial, ekspresi emosional, dan kepercayaan diri pada subjek penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah subjek yang lebih besar dan menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk menguji efektivitas dukungan teman sebaya secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi dukungan teman sebaya yang lebih terstruktur dan spesifik, dengan mempertimbangkan karakteristik unik dari lingkungan pesantren. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain, seperti dukungan keluarga dan guru, dalam memoderasi efektivitas dukungan teman sebaya terhadap pemulihan korban bullying. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana dukungan sosial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengatasi masalah bullying dan meningkatkan kesejahteraan psikologis santri di pesantren, serta memberikan kontribusi pada pengembangan program pencegahan bullying yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size631.64 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test