MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA

JURNAL ABDI MERCUSUARJURNAL ABDI MERCUSUAR

Latar Belakang: Osteoarthritis bersifat kronis dan memerlukan manajemen jangka panjang, intervensi yang meningkatkan kemampuan mandiri (self-management) dan mempertahankan kepatuhan pada latihan akan menurunkan beban fungsional dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Fokus pengabdian masyarakat ini diarahkan pada pemberdayaan lansia melalui edukasi self-management dan Latihan mandiri osteoartritis lutut yang mudah dipahami, aplikatif, dan aman sehingga dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan di rumah.. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan melalui edukasi self-management dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Intervensi dilakukan melalui edukasi penyuluhan, tanya jawab, dan demonstrasi latihan OA lutut serta pemberian leaflet kepada lansia dan kader lansia Posyandu Dewi Sartika RW IX Kelurahan Pakis Surabaya. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan lansia. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia tentang osteoarthritis lutut setelah pemberian intervensi edukasi Pendidikan Kesehatan. Peningkatan pengetahuan ini memberikan dampak positif terhadap pengetahuan lansia tentang OA lutut dan prinsip self-management. Peningkatan pengetahuan ini merupakan fondasi penting dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan dan kemandirian lansia dalam mengelola OA lutut.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberdayaan lansia melalui edukasi self-management dan latihan mandiri pada osteoarthritis lutut di Posyandu Lansia memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan lansia.Penerapan edukasi Pendidikan Kesehatan pada lansia mampu meningkatkan pemahaman kontekstual, keterlibatan aktif, serta kepercayaan diri lansia dalam mengelola OA lutut.Intervensi ini menjadi langkah awal dalam pemberdayaan lansia untuk mengelola lutut secara mandiri dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi program self-management pada lansia dengan osteoarthritis lutut, seperti dukungan sosial, motivasi, dan aksesibilitas sumber daya. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode edukasi self-management, termasuk penggunaan teknologi digital seperti aplikasi seluler atau platform daring, terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku lansia. Ketiga, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi self-management terhadap kualitas hidup, fungsi fisik, dan penurunan risiko disabilitas pada lansia dengan osteoarthritis lutut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk pengembangan program intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi lansia penderita osteoarthritis lutut di Indonesia.

Read online
File size772.52 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test