ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Kuta Ciamis Traditional Village merupakan salah satu komunitas pribumi Sundanese yang masih mempertahankan warisan leluhurnya. Keberadaan Kuta Traditional Village hingga saat ini tidak terlepas dari kombinasi keindahan alam, warisan budaya tradisional, dan aura mistik yang dijaga oleh penduduk lokal secara turun‑turunan. Terletak di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, keunikan serta kearifan lokal yang terdapat di Kuta Village menjadi elemen utama dalam membentuk branding yang kuat dan menarik bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan menjelaskan proses branding Kuta Traditional Village sebagai salah satu destinasi pariwisata budaya berbasis kearifan lokal di Jawa Barat. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi kehidupan warga pribumi serta keberadaan institusi tradisional, wawancara dengan tokoh tradisional, dan studi literatur dari dokumen, buku, jurnal, serta referensi relevan lainnya tentang komunitas pribumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding “Sacred Cultural Village di Kuta Traditional Village tercermin dalam identitas budaya lokal dan simbol tradisional yang disampaikan kepada publik secara interpersonal dan melalui media. Kesimpulan menunjukkan bahwa pembentukan branding pariwisata budaya merupakan strategi komunikasi pemasaran destinasi wisata berbasis kearifan lokal di Jawa Barat yang dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam melestarikan nilai identitas budaya lokal serta meningkatkan visibilitas, minat, dan kunjungan wisatawan.

Budaya pamali tradisional menjadi inti branding budaya di wilayah Kuta, sehingga menciptakan brand sebagai Sacred Cultural Village yang mencerminkan kebanggaan, rasa hormat kepada leluhur, serta menjaga hubungan baik dengan Tuhan, alam, dan sesama.Manajemen budaya pamali telah diwujudkan melalui legalisasi nama komunitas tradisional, penyelenggaraan acara budaya, pembentukan sekretariat budaya, dan promosi kegiatan budaya melalui berbagai platform digital dan media sosial.Branding Kuta Traditional Village dilakukan secara komunikatif interpersonal serta didukung teknologi informasi, yang meningkatkan kompetitivitas pasar pariwisata budaya, memperkuat visibilitas serta kesejahteraan masyarakat melalui penerapan budaya pamali.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak penggunaan media digital, seperti QRIS dan platform media sosial, terhadap persepsi pengunjung dan manfaat ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Kuta Traditional Village; selanjutnya, studi dapat meneliti bagaimana partisipasi pemuda dalam pelestarian adat pamali mempengaruhi proses transmisi budaya lintas generasi serta memperkuat identitas komunitas; terakhir, penelitian komparatif dapat mengaplikasikan model branding Kuta pada desa adat lain di Jawa Barat untuk menilai efektivitas, adaptabilitas, dan potensi pengembangan destinasi budaya berbasis kearifan lokal, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih luas bagi pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

  1. Cultural Tourism Branding in Kuta Traditional Village, Ciamis - West Java | Jurnal Komunikasi Ikatan... jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/1233Cultural Tourism Branding in Kuta Traditional Village Ciamis West Java Jurnal Komunikasi Ikatan jurnal iski index php jkiski article view 1233
  2. Talagha: Marketing Communications for Integrated Coastal Tourism Branding | ETTISAL : Journal of Communication.... doi.org/10.21111/ejoc.v8i1.9824Talagha Marketing Communications for Integrated Coastal Tourism Branding ETTISAL Journal of Communication doi 10 21111 ejoc v8i1 9824
Read online
File size754.86 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test