UNUGHAUNUGHA

PROCEEDING AL GHAZALI International ConferencePROCEEDING AL GHAZALI International Conference

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif Naga dan Feniks pada Batik Tionghoa Singkawang dari perspektif etnomatematika. Etnomatematika mengkaji hubungan antara matematika dan budaya, dan batik, sebagai karya seni tradisional, memiliki banyak unsur matematika. Motif Naga dan Feniks pada Batik Tionghoa Singkawang, yang dipengaruhi oleh simbolisme dan mitologi Tionghoa, mengandung konsep matematika seperti simetri, pola berulang, dan fraktal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis unsur-unsur matematika yang terkandung dalam motif-motif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua motif ini mencerminkan keteraturan geometris, yang erat kaitannya dengan konsep simetri dan fraktal, serta merepresentasikan keseimbangan dan harmoni, baik secara estetika maupun filosofis, yang mencerminkan budaya Tionghoa. Diharapkan penelitian ini dapat memperkaya literatur tentang etnomatematika dan menjadi referensi dalam mengembangkan metode pembelajaran matematika berbasis budaya lokal.

Berdasarkan analisis motif naga dan feniks pada Batik Tionghoa Singkawang, disimpulkan bahwa kedua motif ini mengandung elemen matematika signifikan seperti simetri, fraktal, dan pola geometris berulang.Secara filosofis, motif ini melambangkan keseimbangan Yin dan Yang, di mana Naga mewakili kekuatan dan Feniks melambangkan harmoni serta keberuntungan, mencerminkan nilai budaya Tionghoa yang mendalam.Kombinasi simetri, geometri, dan pola fraktal ini tidak hanya menghasilkan desain yang estetis tetapi juga memberikan kedalaman simbolis yang merefleksikan kekuatan, keberuntungan, keseimbangan, dan harmoni dalam hidup.

Penelitian ini telah mengungkap kekayaan matematika pada motif Naga dan Feniks dalam Batik Tionghoa Singkawang. Untuk pengembangan lebih lanjut, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat menarik untuk secara kuantitatif mengukur efektivitas integrasi etnomatematika batik ini dalam pembelajaran matematika di sekolah. Misalnya, bagaimana penggunaan motif budaya lokal ini memengaruhi pemahaman konsep geometri, simetri, atau fraktal siswa dibandingkan metode konvensional? Studi ini dapat melibatkan desain eksperimen untuk mengevaluasi peningkatan minat, keterlibatan, dan hasil belajar siswa, sekaligus memberikan data empiris tentang dampak pedagogis etnomatematika. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis dan membandingkan unsur-unsur matematika dalam motif Naga dan Feniks ini dengan batik-batik dari budaya Tionghoa di diaspora lain atau bahkan motif naga dan feniks dari seni tradisional di negara-negara Asia Timur lainnya. Studi semacam ini dapat mengungkap pola universal atau variasi regional dalam representasi matematis dari simbol-simbol budaya yang sama, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi adaptasi dan evolusi pola tersebut. Ketiga, mengingat potensi teknologi digital yang disebutkan sebelumnya, sebuah penelitian dapat berfokus pada pengembangan model komputasi atau algoritma berbasis kecerdasan buatan untuk secara otomatis menghasilkan variasi baru dari motif batik Naga dan Feniks yang tetap mempertahankan kekhasan matematis dan filosofis aslinya. Proyek ini tidak hanya dapat membantu pelestarian digital, tetapi juga memfasilitasi inovasi desain yang otentik, serta memungkinkan rekonstruksi motif-motif historis yang mungkin telah hilang.

  1. EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA BATIK TRUSMI CIREBON UNTUK MENGUNGKAP NILAI FILOSOFI DAN KONSEP MATEMATIS |... journal.walisongo.ac.id/index.php/Phenomenon/article/view/1493EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA BATIK TRUSMI CIREBON UNTUK MENGUNGKAP NILAI FILOSOFI DAN KONSEP MATEMATIS journal walisongo ac index php Phenomenon article view 1493
Read online
File size1.14 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test