HARPRESSIDHARPRESSID
Asian Academic Summit ProceedingAsian Academic Summit ProceedingIsu penjualan pulau di Indonesia secara daring mengusik pemikiran untuk mengkaji aktor dan format tata kelola yang berlaku. Format tata kelola di Indonesia di berbagai era telah sangat adaptif dan terkadang ambigu karena di satu sisi memiliki wajah desentralisasi, namun di sisi lain memiliki wajah desentralisasi asimetris, sentralisasi, atau re-sentralisasi. Pola desentralisasi asimetris di negara-negara kepulauan diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kompetensi lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah, sebagaimana telah menjadi pengalaman sukses berbagai negara yang menerapkan desentralisasi asimetris, seperti Jepang. Desentralisasi asimetris di Indonesia merupakan kelanjutan historis sejak periode kolonial dan ditegaskan dalam tiga konstitusi yang berlaku. Rasionalisasi desentralisasi asimetris dapat dirujuk dalam konstitusi sebagai entitas hukum tertinggi. Desentralisasi asimetris menyangkut hal-hal fundamental terkait pola hubungan antara pusat dan daerah dalam rancangan kewenangan, institusi, keuangan, dan pengendalian yang berbeda. Desentralisasi asimetris setidaknya dapat diberikan kepada daerah otonom dengan pertimbangan sejarah konstitusional, politik teritorial, sosio-kultural, pembangunan ekonomi, dan pertahanan keamanan nasional.
Adaptasi pola desentralisasi asimetris di Indonesia didasarkan pada kebutuhan akan kerangka administrasi pemerintahan yang kuat dan andal untuk mengelola keberagaman lokal.Format penyelenggaraan Negara ini merupakan bentuk fleksibilitas pemerintahan dalam menanggapi realitas keberagaman daerah dan masyarakat sebagai sumber masukan bagi terselenggaranya sistem politik/pemerintahan.Oleh karena itu, untuk menjawab kebutuhan di era digital ini, para ahli politik, administrasi pemerintahan, dan keuangan publik menyampaikan ide publik berdasarkan esensi dan orientasi nilai kebijakan dan kelembagaan plural dalam kerangka desentralisasi asimetris, sehingga memfasilitasi koordinasi, integrasi, sinkronisasi, penyederhanaan (CISS) tata kelola berdasarkan sistem informasi manajemen (SIM), atau e-government di era volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas (VUCA).
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan dalam artikel, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas berbagai model desentralisasi asimetris yang telah diterapkan di Indonesia, dengan fokus pada dampaknya terhadap pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi desentralisasi asimetris di berbagai daerah. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur hubungan antara tingkat desentralisasi asimetris dengan indikator-indikator kinerja pemerintahan daerah, seperti kualitas pelayanan publik, tingkat kemiskinan, dan indeks pembangunan manusia. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris tentang manfaat dan kerugian desentralisasi asimetris bagi pembangunan daerah. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan sektor swasta, terhadap implementasi desentralisasi asimetris. Penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan desentralisasi asimetris di lapangan. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang desentralisasi asimetris di Indonesia, serta rekomendasi kebijakan yang relevan untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pemerintahan daerah.
| File size | 240.05 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka untuk mengkaji pengaruh PAD, belanja modal, dan opini audit terhadap kinerja keuangan pemerintahPenelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka untuk mengkaji pengaruh PAD, belanja modal, dan opini audit terhadap kinerja keuangan pemerintah
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Manajemen risiko di pemerintahan daerah semakin menjadi alat strategis untuk memperkuat tata kelola, integritas, dan kualitas pengambilan keputusan publik.Manajemen risiko di pemerintahan daerah semakin menjadi alat strategis untuk memperkuat tata kelola, integritas, dan kualitas pengambilan keputusan publik.
UNBARIUNBARI Pemerintahan daerah merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan di Indonesia. Desentralisasi kekuasaan yang diamanatkanPemerintahan daerah merupakan garda terdepan dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan di Indonesia. Desentralisasi kekuasaan yang diamanatkan
IAIN SUIAIN SU Permasalahan utama Baznas Sumatera Utara meliputi struktur organisasi yang belum sesuai, kurangnya dukungan pemerintah, sumber daya manusia yang tidakPermasalahan utama Baznas Sumatera Utara meliputi struktur organisasi yang belum sesuai, kurangnya dukungan pemerintah, sumber daya manusia yang tidak
RISETPRESSRISETPRESS Media sosial telah mengintegrasikan hampir semua aspek kehidupan manusia. Ia memiliki potensi untuk bertindak sebagai katalis untuk perubahan positif danMedia sosial telah mengintegrasikan hampir semua aspek kehidupan manusia. Ia memiliki potensi untuk bertindak sebagai katalis untuk perubahan positif dan
DINASTIREVDINASTIREV Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformulasi pengaturan kedudukan wakil kepala daerah sangat mendesak dilakukan guna memperjelas tugas dan fungsi yangHasil penelitian menunjukkan bahwa reformulasi pengaturan kedudukan wakil kepala daerah sangat mendesak dilakukan guna memperjelas tugas dan fungsi yang
ARITEKINARITEKIN Kebijakan ini mendorong industri migas untuk mengadopsi teknologi rendah karbon, diversifikasi energi, dan meningkatkan efisiensi operasional. PerusahaanKebijakan ini mendorong industri migas untuk mengadopsi teknologi rendah karbon, diversifikasi energi, dan meningkatkan efisiensi operasional. Perusahaan
STIE AASSTIE AAS Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik convenience sampling. Data diperoleh dalam bentuk data primer melalui kuesioner yang dibagikan di KPPMetode yang digunakan adalah survei dengan teknik convenience sampling. Data diperoleh dalam bentuk data primer melalui kuesioner yang dibagikan di KPP
Useful /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Setiap bagian tanaman pepaya memiliki manfaatnya masing-masing, mulai dari buah, batang, akar, bunga, hingga daun. Obat Hewan Ternak mengonfirmasi adanyaSetiap bagian tanaman pepaya memiliki manfaatnya masing-masing, mulai dari buah, batang, akar, bunga, hingga daun. Obat Hewan Ternak mengonfirmasi adanya
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia selama ini lebih banyak dipandang sebagai mekanisme kepatuhan administratif yangImplementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia selama ini lebih banyak dipandang sebagai mekanisme kepatuhan administratif yang
STIE AASSTIE AAS Tujuan analisis profitabilitas perusahaan adalah untuk mengukur tingkat efisiensi bisnis yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Populasi dalamTujuan analisis profitabilitas perusahaan adalah untuk mengukur tingkat efisiensi bisnis yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Populasi dalam
STIE AASSTIE AAS Hasil uji t menunjukkan bahwa perubahan Total Assets Turn Over dan perubahan Return On Assets berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (∆ EAT).Hasil uji t menunjukkan bahwa perubahan Total Assets Turn Over dan perubahan Return On Assets berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba (∆ EAT).