STKIPPGRIBLSTKIPPGRIBL

Lentera: Jurnal Ilmiah KependidikanLentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan

Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip Total Quality Management (TQM) dalam manajemen pembiayaan pendidikan oleh Komite Sekolah di SMPN 60 Bengkulu Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian lapangan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komite Sekolah telah mengimplementasikan prinsip TQM melalui siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act). Tahap perencanaan dilaksanakan secara partisipatif berdasarkan analisis kebutuhan (fokus pelanggan), eksekusi anggaran memprioritaskan kualitas pembelajaran dengan prinsip transparansi, dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan perbaikan berkelanjutan. Faktor pendukung utamanya adalah komunikasi efektif antara sekolah dan komite serta regulasi yang jelas, sedangkan faktor penghambat meliputi kondisi ekonomi orang tua yang beragam dan kompetensi manajemen keuangan anggota komite yang terbatas. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi TQM dalam pembiayaan pendidikan dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik, meskipun memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) dalam manajemen pembiayaan di SMPN 60 Bengkulu Utara berjalan baik melalui integrasi siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act), mengadopsi fokus pelanggan dalam perencanaan, keterlibatan total dan transparansi dalam pelaksanaan, serta perbaikan berkelanjutan dalam evaluasi.Keberhasilan ini didukung oleh komunikasi efektif dan regulasi yang jelas, namun dihadapkan pada tantangan ekonomi orang tua dan keterbatasan kompetensi anggota komite.Oleh karena itu, TQM di SMPN 60 Bengkulu Utara telah menjadi budaya organisasi yang meningkatkan kepercayaan, tetapi memerlukan penguatan kapasitas SDM dan inovasi pendanaan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita mengenai implementasi TQM dalam manajemen pembiayaan pendidikan. Pertama, para peneliti bisa menyelidiki lebih jauh bagaimana alokasi dana pembiayaan yang berbasis prinsip TQM secara tidak langsung berkontribusi pada perkembangan holistik siswa, melampaui capaian akademik semata, termasuk peningkatan keterampilan non-akademik atau kesejahteraan siswa. Fokus dapat diberikan pada identifikasi faktor-faktor mediasi, seperti ketersediaan fasilitas belajar inovatif atau program pengembangan guru, yang menghubungkan manajemen pembiayaan yang baik dengan luaran siswa yang lebih komprehensif. Kedua, mengingat adanya tantangan seperti kondisi ekonomi orang tua yang beragam dan keterbatasan kompetensi anggota komite, studi komparatif mendalam antara sekolah-sekolah di berbagai konteks sosial-ekonomi sangat dibutuhkan. Penelitian ini dapat memetakan adaptasi strategi TQM yang paling berhasil dalam menghadapi kendala sumber daya, sehingga menghasilkan model pengelolaan yang relevan dan dapat direplikasi di lingkungan yang berbeda. Terakhir, sejalan dengan kebutuhan digitalisasi, penting untuk menganalisis lebih jauh proses adopsi dan keberlanjutan penggunaan platform keuangan digital oleh komite sekolah. Investigasi dapat mencakup identifikasi kendala literasi digital, faktor-faktor pendorong adopsi yang sukses, serta merumuskan panduan komunikasi yang efektif untuk melibatkan orang tua dalam pelaporan keuangan digital demi mencapai transparansi dan akuntabilitas yang maksimal.

Read online
File size411.46 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test