DINASTIREVDINASTIREV
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikPeran Freies Ermessen dalam dinamika kebijakan publik terkait pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia. Sebagai kebebasan bertindak dalam batas-batas hukum, memegang peranan penting dalam administrasi negara, memungkinkan respons cepat terhadap perubahan dan tantangan yang muncul. Dalam konteks HKI, Freies Ermessen memengaruhi bagaimana kebijakan dirumuskan, diimplementasikan, dan ditegakkan, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan globalisasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai penggunaan Freies Ermessen dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Melalui analisis ini, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi masalah dalam sistem pendaftaran HKI, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih baik untuk perbaikan di masa mendatang. Dalam konteks Hak Kekayaan Intelektual (HKI), inovasi kebijakan publik sangat penting untuk memastikan bahwa simplifikasi regulasi tidak mengurangi perlindungan terhadap inovasi dan kreativitas. Kebijakan yang baik harus mampu menyeimbangkan antara kebutuhan untuk menarik investasi dan perlindungan terhadap hak-hak individu serta lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap perubahan regulasi, agar dapat menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Penggunaan Freies Ermessen memengaruhi dinamika kebijakan publik dalam pendaftaran HKI, memberikan fleksibilitas namun juga menimbulkan tantangan terkait kepastian hukum dan akuntabilitas.Penelitian ini merekomendasikan peningkatan transparansi, penguatan pengawasan, dan pengembangan pedoman yang jelas untuk penggunaan Freies Ermessen.Dengan langkah-langkah ini, sistem HKI di Indonesia dapat ditingkatkan efektivitas dan keadilannya, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak penggunaan Freies Ermessen terhadap efisiensi dan efektivitas proses pendaftaran HKI, dengan membandingkan kasus-kasus yang melibatkan penggunaan diskresi dengan kasus-kasus yang tidak melibatkan diskresi. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan Freies Ermessen oleh pejabat administrasi, seperti tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan pelatihan yang diterima. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan negara-negara lain yang memiliki sistem HKI serupa untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam penggunaan Freies Ermessen dan mekanisme pengawasan yang efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai penggunaan Freies Ermessen dalam konteks HKI dan memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk perbaikan sistem HKI di Indonesia. Dengan memahami secara lebih baik bagaimana Freies Ermessen digunakan dan dampaknya terhadap sistem HKI, pembuat kebijakan dapat merumuskan regulasi yang lebih efektif dan adil, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
- The Principle of Legal Certainty in the Shadow of Discretion: A Critical Review of the Criminal Investigation... ijmra.in/v8i5/60.phpThe Principle of Legal Certainty in the Shadow of Discretion A Critical Review of the Criminal Investigation ijmra in v8i5 60 php
- DISKRESI DAN TANGGUNGJAWAB ADMINISTRASI PEMERINTAHAN | Mustamu | SASI. diskresi administrasi pemerintahan... doi.org/10.47268/sasi.v17i2.349DISKRESI DAN TANGGUNGJAWAB ADMINISTRASI PEMERINTAHAN Mustamu SASI diskresi administrasi pemerintahan doi 10 47268 sasi v17i2 349
- Arrangement of Selected Government Affairs in the Implementation of Broad Autonomy in the Unitary State... doi.org/10.21787/jbp.15.2023.557-570Arrangement of Selected Government Affairs in the Implementation of Broad Autonomy in the Unitary State doi 10 21787 jbp 15 2023 557 570
| File size | 374.19 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini menganalisis pendekatan normatif, komparatif, dan sosiologis terhadap isu ini, serta membahas kemungkinan reformasi hukum dalam konteksPenelitian ini menganalisis pendekatan normatif, komparatif, dan sosiologis terhadap isu ini, serta membahas kemungkinan reformasi hukum dalam konteks
DINASTIREVDINASTIREV Kedua, dari aspek sumber daya: keterbatasan pelatihan teknis yang berkelanjutan bagi pelaksana, belum adanya pendataan siswa berkebutuhan khusus (ABK),Kedua, dari aspek sumber daya: keterbatasan pelatihan teknis yang berkelanjutan bagi pelaksana, belum adanya pendataan siswa berkebutuhan khusus (ABK),
DINASTIREVDINASTIREV 17 Tahun 2016 antara lain adalah kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, minimnya sarana dan prasarana, serta rendahnya kesadaran hukum dan budaya masyarakat.17 Tahun 2016 antara lain adalah kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, minimnya sarana dan prasarana, serta rendahnya kesadaran hukum dan budaya masyarakat.
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor penyebab masyarakat memilih transaksi informal dan menilai perlindungan hukum bagi pembeli. Dengan metode yuridis-empirisPenelitian ini bertujuan mengkaji faktor penyebab masyarakat memilih transaksi informal dan menilai perlindungan hukum bagi pembeli. Dengan metode yuridis-empiris
DINASTIREVDINASTIREV Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara QRIS dan PromptPay memungkinkan transaksi lintas batas secara real-time menggunakan mata uang lokal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara QRIS dan PromptPay memungkinkan transaksi lintas batas secara real-time menggunakan mata uang lokal.
DINASTIREVDINASTIREV Namun, tingkat kepatuhan notaris masih bervariasi, dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemahaman regulasi, serta adaptasi terhadapNamun, tingkat kepatuhan notaris masih bervariasi, dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemahaman regulasi, serta adaptasi terhadap
DINASTIREVDINASTIREV Riset ini menggunakan metode normatif dalam menggali hukumnya dan dengan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan konseptual, serta mengkaji teoriRiset ini menggunakan metode normatif dalam menggali hukumnya dan dengan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan konseptual, serta mengkaji teori
DINASTIREVDINASTIREV Upaya optimalisasi telah dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM, perbaikan infrastruktur, dan penguatan koordinasi kelembagaan untuk mendukung keterbukaanUpaya optimalisasi telah dilakukan melalui peningkatan kualitas SDM, perbaikan infrastruktur, dan penguatan koordinasi kelembagaan untuk mendukung keterbukaan
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Konsumen juga sering kurang memahami klausul dan haknya, sementara pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku usaha belum maksimal. Regulasi terkaitKonsumen juga sering kurang memahami klausul dan haknya, sementara pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku usaha belum maksimal. Regulasi terkait
DINASTIREVDINASTIREV Hakim menjatuhkan pidana kurungan satu bulan dengan masa percobaan dua bulan. Namun, vonis ini dinilai belum proporsional sehingga tidak memberikan efekHakim menjatuhkan pidana kurungan satu bulan dengan masa percobaan dua bulan. Namun, vonis ini dinilai belum proporsional sehingga tidak memberikan efek
DINASTIREVDINASTIREV Penerapannya dalam konteks pidana, khususnya terhadap korporasi, bertujuan memperkuat akuntabilitas tanpa mempersyaratkan pembuktian unsur kesalahan (mensPenerapannya dalam konteks pidana, khususnya terhadap korporasi, bertujuan memperkuat akuntabilitas tanpa mempersyaratkan pembuktian unsur kesalahan (mens
DINASTIREVDINASTIREV Kejahatan ekonomi berbasis digital ditandai oleh anonimitas pelaku, kecepatan transaksi, dan sifat lintas yurisdiksi yang menghambat efektivitas penegakanKejahatan ekonomi berbasis digital ditandai oleh anonimitas pelaku, kecepatan transaksi, dan sifat lintas yurisdiksi yang menghambat efektivitas penegakan