DINASTIREVDINASTIREV
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikKemajuan dalam kecerdasan buatan (AI) sudah memengaruhi berbagai sisi kehidupan kita, tetapi juga menimbulkan masalah baru, seperti kejahatan siber, salah satunya melalui teknologi deepfake. Penyalahgunaan teknologi ini sering kali digunakan untuk menciptakan konten yang mengandung unsur pencemaran nama baik, terutama dengan menempelkan wajah individu ke dalam foto atau video bermuatan pornografi, lalu disebarkan melalui media internet. Fenomena ini menimbulkan persoalan serius dalam perlindungan hak privasi dan kehormatan individu di era digital. Riset ini bertujuan menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap oknum penyunting gambar yang bersifat memfitnah dan menelusuri landasan hukum positif Indonesia yang bisa dipakai guna menjerat pelaku serta memberikan perlindungan kepada korban. Riset ini menggunakan metode normatif dalam menggali hukumnya dan dengan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan konseptual, serta mengkaji teori pertanggungjawaban pidana untuk menganalisis Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Rekayasa Foto Yang Mengandung Unsur Pencemaran Nama Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran konten deepfake yang mencemarkan nama baik dapat dijerat melalui ketentuan Pasal 27 ayat (1) dan (3) jo. Pasal 45 UU No.11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur tentang larangan mendistribusikan atau mentransmisikan konten yang melanggar kesusilaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik, Pasal 310 KUHP mengatur tentang pencemaran nama baik, serta Pasal 66 UU No.27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi mengatur tentang sanksi pidana bagi setiap orang yang dengan sengaja membuat data pribadi palsu atau memalsukan data pribadi. Pasal 1365 KUHPer menyatakan korban perbuatan melawan hukum juga dapat mengajukan gugatan perdata selain gugatan pidana. Penegakan hukum terhadap kejahatan ini menghadapi tantangan teknis, seperti sulitnya pelacakan pelaku dan pembuktian keaslian konten, sehingga memerlukan dukungan regulasi khusus dan kerja sama lintas sektor.
Penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence, khususnya deepfake, telah melahirkan bentuk kejahatan digital baru yang meresahkan, terutama terkait pencemaran nama baik melalui manipulasi visual atau audio.Pelaku penyebaran konten deepfake yang mengandung unsur pencemaran nama baik dapat dijerat melalui berbagai pasal dalam UU ITE, KUHP, dan UU PDP.Selain sanksi pidana, korban juga dapat mengajukan gugatan perdata untuk mendapatkan ganti rugi.Diperlukan pembaruan regulasi, peningkatan literasi digital, dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk melindungi korban secara efektif.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas regulasi yang ada dalam menanggulangi kejahatan deepfake, termasuk mengidentifikasi celah hukum yang perlu diperbaiki atau ditambahkan. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan teknologi deteksi deepfake yang lebih akurat dan mudah diakses oleh masyarakat umum, sehingga dapat membantu mencegah penyebaran konten palsu. Ketiga, penting untuk mengkaji dampak psikologis dan sosial dari menjadi korban deepfake, serta merumuskan program rehabilitasi yang komprehensif bagi para korban. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif, melibatkan ahli hukum, teknologi informasi, psikologi, dan sosiologi, serta melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat dan korban deepfake. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan deepfake dan membangun ekosistem digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.
| File size | 328.64 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIREVDINASTIREV Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di Bima seringkali berkepanjangan akibat kurangnya pemulihan dan relasi sosial. Namun, dengan pendekatanHasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di Bima seringkali berkepanjangan akibat kurangnya pemulihan dan relasi sosial. Namun, dengan pendekatan
DINASTIREVDINASTIREV Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan, khususnya dalam sistem peradilanHasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan, khususnya dalam sistem peradilan
DINASTIREVDINASTIREV Kwg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara unsur perbuatan terdakwa dengan pasal yang dijatuhkan oleh hakim, di mana tindakanKwg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara unsur perbuatan terdakwa dengan pasal yang dijatuhkan oleh hakim, di mana tindakan
DCCKOTABUMIDCCKOTABUMI Hasil menunjukkan seluruh fitur aplikasi berfungsi sesuai spesifikasi tanpa error signifikan. Penilaian pengguna menghasilkan skor keseluruhan 83,6% (kategoriHasil menunjukkan seluruh fitur aplikasi berfungsi sesuai spesifikasi tanpa error signifikan. Penilaian pengguna menghasilkan skor keseluruhan 83,6% (kategori
DCCKOTABUMIDCCKOTABUMI Seiring dengan kemajuan teknologi, pendidikan menuntut adaptasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi e-learning berbasis web untukSeiring dengan kemajuan teknologi, pendidikan menuntut adaptasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi e-learning berbasis web untuk
ARSHMEDIAARSHMEDIA Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Sumber data yang digunakan adalah beberapa literature ilmiah sepertiPendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Sumber data yang digunakan adalah beberapa literature ilmiah seperti
ASDKVIASDKVI Hasil penciptaan menunjukkan bahwa seni patung abstrak dapat menjadi sarana komunikasi emosional yang kuat, memfasilitasi pemahaman publik terhadap pengalamanHasil penciptaan menunjukkan bahwa seni patung abstrak dapat menjadi sarana komunikasi emosional yang kuat, memfasilitasi pemahaman publik terhadap pengalaman
UNUHAUNUHA Penelitian ini menggunakan metode quasi exsperiment. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII dan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling.Penelitian ini menggunakan metode quasi exsperiment. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII dan pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling.
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Pengajar harus menguasai keterampilan teknologi cerdas, sementara keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang strategis untuk menjadikan IndonesiaPengajar harus menguasai keterampilan teknologi cerdas, sementara keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang strategis untuk menjadikan Indonesia
DINASTIREVDINASTIREV Selain itu, kendala anggaran dan sumber daya turut membatasi pelaksanaan konsultasi publik yang optimal di berbagai daerah.menjawab persoalan tersebut,Selain itu, kendala anggaran dan sumber daya turut membatasi pelaksanaan konsultasi publik yang optimal di berbagai daerah.menjawab persoalan tersebut,
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap hak waris anak yang lahir di luar perkawinan melalui perspektif Teori Legalitas, yaituPenelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap hak waris anak yang lahir di luar perkawinan melalui perspektif Teori Legalitas, yaitu
DINASTIREVDINASTIREV Faktor lingkungan pergaulan, tekanan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, serta kuatnya pengaruh budaya lokal menjadi elemen penting yang membentuk kecenderunganFaktor lingkungan pergaulan, tekanan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, serta kuatnya pengaruh budaya lokal menjadi elemen penting yang membentuk kecenderungan