AMIKVETERANAMIKVETERAN
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaJurnal Pendidikan, Bahasa dan BudayaPenelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. Penelitian kuantitatif deskriptif pada penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan model Quasi Eksperimen Design yang berbentuk Nonquivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together pada kelas eksperimen yaitu 85,7, sedangkan rata-rata hasil belajar yang tidak menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together pada kelas kontrol yaitu 69,1. Pada uji normalitas, diketahui bahwa hasil pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kelas kontrol berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas data penelitian, diketahui bahwa data penelitian berasal dari sampel-sampel yang homogen. Data dianalisis dengan uji hipotesis menggunakan uji-T independent sample t-test. Dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel (4,056 > 2,565) atau Ha ditolak dan H1. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penerapan model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Swasta l-Washliyah 80 Kisaran.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Numbered Head Together terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di SD Swasta Al-Washliyah 80 Kisaran.Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together tergolong baik.Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong cukup.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas model Numbered Head Together pada mata pelajaran lain selain IPAS, dengan mempertimbangkan karakteristik materi dan tingkat kesulitan untuk mengidentifikasi potensi adaptasi model. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran faktor-faktor lain, seperti motivasi siswa dan gaya belajar, dalam memoderasi pengaruh model Numbered Head Together terhadap hasil belajar, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan pembelajaran. Ketiga, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan bagi guru dalam menerapkan model Numbered Head Together secara efektif, dengan memasukkan strategi untuk mengatasi tantangan umum yang dihadapi guru dalam implementasi model, seperti pengelolaan waktu dan memastikan partisipasi aktif seluruh siswa.
| File size | 1.06 MB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STITUSASTITUSA Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dengan model pembelajaran time token pada siswa kelasPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dengan model pembelajaran time token pada siswa kelas
STITUSASTITUSA 61, dan tingkat afeksi karakterisasi tinggi dengan nilai 2. 80. Berdasarkan hasil penelitian mengenai manajemen pemasaran pendidikan Islam dalam meningkatkan61, dan tingkat afeksi karakterisasi tinggi dengan nilai 2. 80. Berdasarkan hasil penelitian mengenai manajemen pemasaran pendidikan Islam dalam meningkatkan
STITUSASTITUSA Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa (1) pengembangan media audio pembelajaran terdiri dari pengembangan desain: pemilihan lagu untuk introBerdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa (1) pengembangan media audio pembelajaran terdiri dari pengembangan desain: pemilihan lagu untuk intro
STITUSASTITUSA Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif deskriptif yang mengacu pada analisis data Miles dan Huberman, yaitu reduksi data,Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif deskriptif yang mengacu pada analisis data Miles dan Huberman, yaitu reduksi data,
STITUSASTITUSA Peningkatan aktivitas yang terjadi berupa aktivitas fisik (bertanya, menjawab, mendengarkan, mencatat) dari 8 siswa menjadi 16 siswa dan peningkatan aktivitasPeningkatan aktivitas yang terjadi berupa aktivitas fisik (bertanya, menjawab, mendengarkan, mencatat) dari 8 siswa menjadi 16 siswa dan peningkatan aktivitas
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Penelitian ini melalui 2 siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, penelitiPenelitian ini melalui 2 siklus yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, peneliti
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta penilaian hasil tes keterampilan berbicara. Desain penelitian yang digunakan adalah Classroom ActionData dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta penilaian hasil tes keterampilan berbicara. Desain penelitian yang digunakan adalah Classroom Action
UNESPADANGUNESPADANG Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. GuruPada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru
Useful /
AMIKVETERANAMIKVETERAN Instrumen penelitian ini, yaitu lembar observasi pendidik, lembar observasi peserta didik, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitianInstrumen penelitian ini, yaitu lembar observasi pendidik, lembar observasi peserta didik, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian
AMIKVETERANAMIKVETERAN Kendala yang dihadapi meliputi pemahaman kepala sekolah terkait kurikulum merdeka, keterbatasan waktu dan kondisi fisik, serta kurangnya motivasi dan pemahamanKendala yang dihadapi meliputi pemahaman kepala sekolah terkait kurikulum merdeka, keterbatasan waktu dan kondisi fisik, serta kurangnya motivasi dan pemahaman
UMMAUMMA Penelitian ini menggunakan tes pilihan ganda dengan 20 item yang telah divalidasi. Data penelitian ini dianalisis secara inferensial dan deskriptif. DiumumkanPenelitian ini menggunakan tes pilihan ganda dengan 20 item yang telah divalidasi. Data penelitian ini dianalisis secara inferensial dan deskriptif. Diumumkan
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah guru di SMPSetiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah guru di SMP