UNIVERSITASPGRIDELTAUNIVERSITASPGRIDELTA

Jurnal Primary (Kajian Ilmu Pendidikan Dasar dan Humaniora)Jurnal Primary (Kajian Ilmu Pendidikan Dasar dan Humaniora)

Penelitian ini membahas mengenai keterampilan berpikir siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips pada kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh terhadap keterampilan berpikir siswa, keaktifan belajar siswa, dan respon siswa pada pembelajaran tematik dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips pada kelas IV Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design dengan menggunakan desain control group pre-test and post-test. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan tiga tahap yaitu pemberian tes pre-test, post-test, dan angket respon siswa dengan subjek berjumlah 8 siswa dari kelas eksperimen maupun kelas kontrol karena keterbatasan peneliti dalam melakukan penelitian di era pandemi Covid-19. Teknik dan pengumpulan data menggunakan observasi, tes tertulis yang terdiri dari pre-test dan post-test, serta angket. Analisis data observasi siswa pada kelas eksperimen menunjukkan nilai rata‑rata 85,41% termasuk sangat aktif, sementara hasil rata‑rata pada kelas kontrol 57,29% termasuk cukup aktif. Hasil tes siswa dianalisis dengan uji‑t pada taraf signifikan α = 0,05, menghasilkan thitung 37,079 > t‑tabel 3,182 sehingga H1 ditolak dan H0 diterima. Hasil rata‑rata respon siswa 3,57 termasuk sangat positif.

Model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips meningkatkan aktivitas belajar dan keterampilan berpikir siswa kelas IV SD dibandingkan metode konvensional.Hasil tes post‑test menunjukkan peningkatan rata‑rata signifikan, dengan nilai praktik sangat aktif (85,41%) dibandingkan konvensional (57,29%).Respon siswa terhadap metode tersebut sangat positif, menilai model ini efektivitas tinggi.

Pertama, penelitian berikutnya dapat mengeksplorasi penerapan model Talking Chips pada kelas dan subtema yang berbeda, seperti literasi atau matematika, untuk menilai apakah efek positifnya bersifat universal atau terbatas pada budaya. Kedua, studi lanjutan dapat melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk beberapa sekolah di wilayah berbeda, guna meningkatkan ketersediaan dan generalisasi temuan. Ketiga, peneliti bisa menerapkan pendekatan campuran dengan kualitatif, seperti wawancara dan observasi mendalam, untuk memahami mekanisme pembelajaran dan persepsi siswa secara lebih detail. Keempat, penelitian dapat menilai dampak jangka panjang model ini terhadap perkembangan berpikir kritis siswa melalui pengambilan tes berulang.

  1. #model pembelajaran kooperatif#model pembelajaran kooperatif
  2. #keterampilan berpikir#keterampilan berpikir
Read online
File size135.82 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1TT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test