UKIUKI
DIGICATIONDIGICATIONPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan e-modul terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan kalor. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas X IPA yang berasal dari dua kelas di salah satu SMA Negeri di Kota Tasikmalaya. Data kemampuan berpikir kritis diukur menggunakan tes uraian yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran PBL berbantuan e-modul terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai n-gain sebesar 0,71 yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran juga tergolong positif.
Model Problem Based Learning yang dibantu e-modul secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada topik suhu dan kalor.Peningkatan tersebut tergolong tinggi berdasarkan nilai n-gain 0,71.Respon peserta didik juga menunjukkan kesan positif terhadap strategi pembelajaran ini.
Bolehkah kita menguji apakah kombinasi PBL berbantuan e-modul juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi lain seperti momentum dan impuls? Bagaimana jika kita bandingkan keampuhan PBL berbantuan e-modul dengan strategi STEM-project untuk melatih berpikir kritis pada materi yang sama? Apakah efek positif PBL berbantuan e-modul terhadap berpikir kritis tetap kuat jika penelitian diperluas ke sekolah dengan tingkat kesiapan teknologi yang berbeda?.
- HIPERREALITAS DALAM SOCIAL MEDIA (STUDI KASUS: MAKAN CANTIK DI SENOPATI PADA MASYARAKAT PERKOTAAN) |... doi.org/10.21831/informasi.v45i2.7985HIPERREALITAS DALAM SOCIAL MEDIA STUDI KASUS MAKAN CANTIK DI SENOPATI PADA MASYARAKAT PERKOTAAN doi 10 21831 informasi v45i2 7985
- TREN KONTEN DAKWAH DIGITAL OLEH CONTENT CREATOR MILENIAL MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK DI ERA PANDEMI COVID-19... doi.org/10.24235/orasi.v12i1.7936TREN KONTEN DAKWAH DIGITAL OLEH CONTENT CREATOR MILENIAL MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK DI ERA PANDEMI COVID 19 doi 10 24235 orasi v12i1 7936
| File size | 491.54 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-V |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini adalah jenis penelitian eksprerimen. Berdasarkan hasil dari penelitian, peneliti menemukan bahwa pembelajaran pemahaman membacara siswaPenelitian ini adalah jenis penelitian eksprerimen. Berdasarkan hasil dari penelitian, peneliti menemukan bahwa pembelajaran pemahaman membacara siswa
ABULYATAMAABULYATAMA Aktivitas guru yang paling menonjol selama pembelajaran adalah melaksanakan penyelidikan sederhana dan mengomunikasikan hasil penelitian (14,6%), sedangkanAktivitas guru yang paling menonjol selama pembelajaran adalah melaksanakan penyelidikan sederhana dan mengomunikasikan hasil penelitian (14,6%), sedangkan
UINUIN Pencemaran air di kawasan pesisir memiliki korelasi kuat dengan penurunan kualitas kesehatan masyarakat lokal. Tingginya indeks pencemaran dan keberadaanPencemaran air di kawasan pesisir memiliki korelasi kuat dengan penurunan kualitas kesehatan masyarakat lokal. Tingginya indeks pencemaran dan keberadaan
ETDCIETDCI Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik, baik analisis statistik deskriptif maupun statistik inferensial.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik, baik analisis statistik deskriptif maupun statistik inferensial.
EDUPEDEDUPED (2) Praktis dilihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran dan respon siswa selama pembelajaran karena mampu menciptakan suasana pembelajaran yang(2) Praktis dilihat dari kemampuan guru mengelola pembelajaran dan respon siswa selama pembelajaran karena mampu menciptakan suasana pembelajaran yang
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Berdasarkan uji kelayakan, modul dikategorikan layak yang didukung dengan hasil perhitungan yang menunjukkan nilai rata-rata 85 lebih besar dari penilaianBerdasarkan uji kelayakan, modul dikategorikan layak yang didukung dengan hasil perhitungan yang menunjukkan nilai rata-rata 85 lebih besar dari penilaian
UMPWRUMPWR Pengembangan SPSP kuisioner menggunakan prosedur model pengembangan produk 4-D. Adapun tahapan yang akan dilakukan terdiri dari empat tahap, yaitu: a)Pengembangan SPSP kuisioner menggunakan prosedur model pengembangan produk 4-D. Adapun tahapan yang akan dilakukan terdiri dari empat tahap, yaitu: a)
UNTANUNTAN Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,22%), siklus II (78,26%),Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,22%), siklus II (78,26%),
Useful /
ABULYATAMAABULYATAMA Untuk mencapai dan memenuhi ketuntasan belajar tersebut langkah berikutnya adalah melalui proses pembelajaran perbaikan (remedial teaching). Tujuan penelitianUntuk mencapai dan memenuhi ketuntasan belajar tersebut langkah berikutnya adalah melalui proses pembelajaran perbaikan (remedial teaching). Tujuan penelitian
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikan dalam rumah tangga Rasulullah bahwasanya pendidikan mulai diterapkan dari lingkunganHasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikan dalam rumah tangga Rasulullah bahwasanya pendidikan mulai diterapkan dari lingkungan
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-concept dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-concept dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
UKIUKI Studi kasus Brand SCORA menunjukkan bahwa efektivitas strategi ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengikut, tetapi juga oleh tingkat keterlibatan aktifStudi kasus Brand SCORA menunjukkan bahwa efektivitas strategi ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengikut, tetapi juga oleh tingkat keterlibatan aktif