UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahHipotensi merupakan komplikasi yang sering terjadi pasca anestesi spinal akibat blokade saraf simpatis yang memicu vasodilatasi dan penurunan aliran balik vena. Salah satu upaya pencegahan adalah pengaturan posisi pasien, seperti Trendelenburg dan supine. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedua posisi tersebut terhadap kejadian hipotensi pasca spinal anestesi di RS Bhayangkara TK III Padang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan 55 sampel pasien pembedahan elektif, terdiri atas posisi Trendelenburg (n=32) dan supine (n=23). Data diperoleh melalui observasi dan pengukuran tekanan darah menggunakan NIBP. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Spearman Rank, serta uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden perempuan (60%) dan ASA I (56,4%). Hipotensi pasca spinal terjadi pada 41,8% pasien dengan tekanan sistolik <90 mmHg, 27,3% dengan diastolik <60 mmHg, serta 30,9% dengan penurunan tekanan ≥20% dari baseline. Analisis bivariat menemukan hubungan signifikan antara posisi pasien dan hipotensi (p<0,001; rho=0,466). Uji Mann-Whitney U menunjukkan peningkatan tekanan darah bermakna pada kedua posisi (p<0,001), namun posisi Trendelenburg lebih protektif dibandingkan supine. Kesimpulannya, posisi pasien berpengaruh signifikan terhadap kejadian hipotensi pasca anestesi spinal. Posisi Trendelenburg lebih efektif mencegah hipotensi dibandingkan supine, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam praktik anestesi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa posisi Trendelenburg lebih efektif dalam menstabilkan tekanan darah dibandingkan posisi supine pada pasien yang menjalani anestesi spinal.Hasil uji statistik memperkuat bahwa terdapat hubungan bermakna antara posisi pasien dengan kejadian hipotensi pasca anestesi spinal, di mana posisi Trendelenburg memberikan efek protektif yang lebih baik.Oleh karena itu, posisi Trendelenburg dapat dijadikan pertimbangan penting dalam praktik anestesi untuk mencegah hipotensi.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh kombinasi posisi Trendelenburg dengan pemberian cairan intravena terhadap stabilitas hemodinamik pasien pasca anestesi spinal. Selain itu, studi komparatif yang melibatkan berbagai kelompok usia dan status fisik pasien diperlukan untuk mengidentifikasi subkelompok yang paling diuntungkan dari posisi Trendelenburg. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi penggunaan teknologi pemantauan non-invasif untuk deteksi dini hipotensi dan optimasi posisi pasien dapat meningkatkan kualitas perawatan anestesi spinal secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manajemen hipotensi pasca anestesi spinal dan meningkatkan keselamatan pasien.
- PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSU... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/27189PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSU journal universitaspahlawan ac index php jkt article view 27189
- Pengaruh Posisi Trendelenburg dengan Posisi Supine terhadap Hipotensi Pasca Spinal Anestesi di RS Bhayangkara... doi.org/10.57214/jka.v9i2.979Pengaruh Posisi Trendelenburg dengan Posisi Supine terhadap Hipotensi Pasca Spinal Anestesi di RS Bhayangkara doi 10 57214 jka v9i2 979
- Perbedaan Posisi Elevasi Kaki dan Posisi Trendelenburg terhadap Kestabilan Tekanan Darah Pasca Induksi... doi.org/10.36376/bmj.v10i2.356Perbedaan Posisi Elevasi Kaki dan Posisi Trendelenburg terhadap Kestabilan Tekanan Darah Pasca Induksi doi 10 36376 bmj v10i2 356
| File size | 901.23 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMMANUNIMMAN Faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pasien adalah *assurance*, yang menekankan pentingnya rasa aman, kepercayaan, dan profesionalismeFaktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pasien adalah *assurance*, yang menekankan pentingnya rasa aman, kepercayaan, dan profesionalisme
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Hasil pengkajian menunjukkan adanya kelemahan pada kedua ekstremitas bawah dengan kekuatan otot skala 2222 dimana otot dapat menggerakkan sendi tetapiHasil pengkajian menunjukkan adanya kelemahan pada kedua ekstremitas bawah dengan kekuatan otot skala 2222 dimana otot dapat menggerakkan sendi tetapi
UMSBUMSB Cedera paling umum terjadi pada ekstremitas bawah, dialami oleh 208 individu (69%), dengan memar sebagai tipe cedera yang dominan.memar adalah tipe cederaCedera paling umum terjadi pada ekstremitas bawah, dialami oleh 208 individu (69%), dengan memar sebagai tipe cedera yang dominan.memar adalah tipe cedera
UMSBUMSB Tujuan: Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk merangkum bukti literatur terkini tentang polusi udara dan hubungannya dengan penyakit kardiovaskuler. Metode:Tujuan: Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk merangkum bukti literatur terkini tentang polusi udara dan hubungannya dengan penyakit kardiovaskuler. Metode:
UMSBUMSB Stunting merupakan bentuk kegagalan dalam tumbuh kembang pada anak balita atau bayi akibat kekurangan gizi yang nilai z-skornya kurang -2SD. BerdasarkanStunting merupakan bentuk kegagalan dalam tumbuh kembang pada anak balita atau bayi akibat kekurangan gizi yang nilai z-skornya kurang -2SD. Berdasarkan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan salah satu cedera yang paling umum terjadi pada atlet olahraga. Cedera ini disebabkan oleh robekan padaCedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan salah satu cedera yang paling umum terjadi pada atlet olahraga. Cedera ini disebabkan oleh robekan pada
UNIVMEDUNIVMED Kesimpulan: Tingkat pengetahuan perawat pediatrik tentang penahanan fisik cukup baik dan sikap mereka positif, namun terdapat kekurangan dalam praktik.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan perawat pediatrik tentang penahanan fisik cukup baik dan sikap mereka positif, namun terdapat kekurangan dalam praktik.
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Pelatihan yang diberikan berupa pijat oksitosin, pijat payudara, pijat bayi, cara memandikan bayi, serta materi pelayanan holistik yaitu pembahasan berdasarkanPelatihan yang diberikan berupa pijat oksitosin, pijat payudara, pijat bayi, cara memandikan bayi, serta materi pelayanan holistik yaitu pembahasan berdasarkan
Useful /
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terpimpin terhadap apoteker penanggung jawabPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terpimpin terhadap apoteker penanggung jawab
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensiData dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis dengan uji Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi
UNIVMEDUNIVMED Studi menunjukkan bahwa penggunaan alat pelindung diri (PPE) dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti sakit kepala, yang dapatStudi menunjukkan bahwa penggunaan alat pelindung diri (PPE) dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti sakit kepala, yang dapat
UNIVMEDUNIVMED Resveratrol (RES) adalah polifenol alami dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran protektif RES terhadapResveratrol (RES) adalah polifenol alami dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran protektif RES terhadap