STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE

Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe

Lesi Upper Motor Neuron merupakan kerusakan pada neuron motorik atas yang dapat menyebabkan terganggunya mobilitas fisik pasien dikarenakan kecacatan otot. Studi kasus bertujuan untuk menyampaikan asuhan keperawatan pada pasien dengan lesi UMN. Hasil pengkajian menunjukkan adanya kelemahan pada kedua ekstremitas bawah dengan kekuatan otot skala 2222 dimana otot dapat menggerakkan sendi tetapi tidak dapat melawan gravitasi, nyeri pada bagian pinggang dengan skala 4 NRS, skala ketergantungan pasien adalah partial care, pasien mengaku sulit tidur karena lingkungan bising dan pada saat merasa nyeri, pasien cemas takut merepotkan anaknya. Hasil radiologi menunjukkan tampak anterior listhesis corpus L4 terhadap L5 sejauh <25%, bulging L2-3, L3-4, L5-S1 yang menekan thecal sac tanpa disertai steanosis foraminal neuralis. Masalah keperawatan yang diangkat yaitu gangguan mobilitas fisik, nyeri kronis, gangguan pola tidur, dan ansietas. Intervensi yang diberikan kepada pasien berupa latihan ROM pasif, teknik non farmakologi kompres jahe untuk meredakan nyeri dan anjurkan diet anti inflamasi (makanan yang kaya akan nutrisi antioksidan dan antiinflamasi) untuk mengurangi peradangan, anjurkan tidur cukup selama sakit, dan anjurkan meningkatkan dukungan keluarga. Evaluasi keperawatan didapatkan bahwa 2 masalah teratasi yaitu nyeri kronis dan ansietas, 2 masalah keperawatan teratasi sebagian yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menjadi referensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan lesi UMN.

Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5 hari rawatan, 2 diagnosa keperawatan teratasi sebagian, yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur.Dua diagnosa keperawatan teratasi, yaitu nyeri kronis dan ansietas.Pasien menunjukkan perbaikan dalam mengatasi nyeri dan kecemasan, meskipun mobilitas fisik dan pola tidur masih memerlukan perawatan lanjutan.Studi kasus ini memberikan referensi dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan lesi UMN.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi keperawatan yang lebih komprehensif, termasuk kombinasi terapi fisik, terapi okupasi, dan dukungan psikologis, dalam meningkatkan pemulihan mobilitas fisik pada pasien dengan lesi UMN. Kedua, studi prospektif dengan sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang memprediksi perkembangan gangguan pola tidur pada pasien dengan lesi UMN, sehingga intervensi preventif dapat dirancang secara lebih efektif. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman hidup pasien dengan lesi UMN dan keluarga mereka, serta untuk mengidentifikasi kebutuhan dukungan yang belum terpenuhi, sehingga layanan keperawatan dapat disesuaikan untuk memberikan perawatan yang lebih holistik dan berpusat pada pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan lesi UMN dan keluarga mereka.

  1. Dukungan Keluarga Berpengaruh terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi | Journal of Nursing... journals.prosciences.net/index.php/jnep/article/view/83Dukungan Keluarga Berpengaruh terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Journal of Nursing journals prosciences index php jnep article view 83
  2. DOI Name 10.54460 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support... doi.org/10.54460DOI Name 10 54460 Values doi name values index type timestamp data hs serv 09z crossref email support doi 10 54460
Read online
File size261.04 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test