STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA
Jurnal Penelitian Mahasiswa IndonesiaJurnal Penelitian Mahasiswa IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) langkah-langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi, (2) kendala yang dihadapi guru dan siswa selama proses pembelajaran, serta (3) hasil belajar menulis teks eksposisi setelah penggunaan media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Bahasa Indonesia kelas VIII F. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup yang dilaksanakan secara sistematis; (2) kendala utama meliputi kurangnya penguasaan kosakata baku oleh siswa, rendahnya fokus belajar, dan penggunaan waktu yang kurang efektif; serta (3) hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan, dengan rata-rata nilai 85 yang melebihi Kriteria Ketuntasan Minimum (74), menandakan efektivitas media YouTube dalam pembelajaran.
Pertama, langkah-langkah penggunaan media YouTube pada kanal Mau Tau Banget dalam pembelajaran menulis teks eksposisi terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti (menyimak, mendiskusikan, mengomunikasikan), dan kegiatan penutup yang dilaksanakan secara terstruktur.Kedua, kendala yang ditemui meliputi keterbatasan kemampuan siswa dalam penggunaan kosakata baku, perbedaan kemampuan menulis, kurangnya fokus belajar, serta penggunaan waktu yang tidak efektif.Ketiga, hasil belajar siswa menunjukkan rata-rata nilai 85 dengan semua siswa tuntas KKM, membuktikan bahwa media YouTube pada kanal Mau Tau Banget efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi.
Pertama, perlu diteliti bagaimana penggunaan kanal YouTube selain Mau Tau Banget memengaruhi keterampilan menulis teks eksposisi siswa, untuk mengetahui apakah efektivitas pembelajaran bergantung pada konten tertentu atau dapat diterapkan secara luas. Kedua, penting untuk mengembangkan penelitian tentang strategi bimbingan terstruktur bagi siswa dengan kemampuan rendah dalam kosakata baku selama pembelajaran berbasis media video, agar ketidaksetaraan kemampuan dapat diminimalkan. Ketiga, perlu dievaluasi model pembelajaran hibrida yang menggabungkan tayangan YouTube di kelas dan tugas mandiri di rumah, untuk melihat bagaimana akses media di luar sekolah memengaruhi hasil belajar siswa yang tidak memiliki perangkat pribadi, sehingga pembelajaran menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
| File size | 148.2 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Masalah yang umumnya dihadapi siswa dalam keterampilan berbicara adalah ketidakmampuan mereka dalam mengungkapkan ide dan takut membuat kesalahan. HasilMasalah yang umumnya dihadapi siswa dalam keterampilan berbicara adalah ketidakmampuan mereka dalam mengungkapkan ide dan takut membuat kesalahan. Hasil
ABULYATAMAABULYATAMA Istrumen yang digunakan adalah skala self-concept dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubunganIstrumen yang digunakan adalah skala self-concept dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini adalah jenis penelitian eksprerimen. Berdasarkan hasil dari penelitian, peneliti menemukan bahwa pembelajaran pemahaman membacara siswaPenelitian ini adalah jenis penelitian eksprerimen. Berdasarkan hasil dari penelitian, peneliti menemukan bahwa pembelajaran pemahaman membacara siswa
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 RSBI Lubukpakam pada bulan Maret 2012, dan sebagai populasi dalam penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 RSBI Lubukpakam pada bulan Maret 2012, dan sebagai populasi dalam penelitian
ABULYATAMAABULYATAMA Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan dan mengembangkan kebiasaan berpikir produktif siswa melalui sebuah penerapan asesmen formatifSalah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan dan mengembangkan kebiasaan berpikir produktif siswa melalui sebuah penerapan asesmen formatif
ABULYATAMAABULYATAMA Nilai kasih sayang yang Rasulullah ajarkan berupa kesopanan, tata cara beragul yang baik, makan, menerima tamu dan bahkan dalam hal pengucapan juga harusNilai kasih sayang yang Rasulullah ajarkan berupa kesopanan, tata cara beragul yang baik, makan, menerima tamu dan bahkan dalam hal pengucapan juga harus
ABULYATAMAABULYATAMA Peer Coaching juga telah mampu meningkatkan kompetensi guru penjasorkes SMP Negeri Kota Banda Aceh dalam memilih model yang tepat dalam pembelajaran perbaikan,Peer Coaching juga telah mampu meningkatkan kompetensi guru penjasorkes SMP Negeri Kota Banda Aceh dalam memilih model yang tepat dalam pembelajaran perbaikan,
ABULYATAMAABULYATAMA Aktivitas olahraga yang teratur dan tidak berlebihan akan menghasilkan kebugaran di atas rata-rata, dan dengan melakukan latihan aktivitas olahraga akanAktivitas olahraga yang teratur dan tidak berlebihan akan menghasilkan kebugaran di atas rata-rata, dan dengan melakukan latihan aktivitas olahraga akan
Useful /
ABULYATAMAABULYATAMA Perhitungan yang ada dalam reaksi redoks dengan mudah diselesaikan dengan konsep Ilmu Matematika sedangkan penyelesaian muatan harus dengan Ilmu Fisika.Perhitungan yang ada dalam reaksi redoks dengan mudah diselesaikan dengan konsep Ilmu Matematika sedangkan penyelesaian muatan harus dengan Ilmu Fisika.
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi hasil belajar yang tidak memuaskan pada materi pembagian kelas IV SD Nomor 4 Darmasaba. Pengembangan multimediaPenelitian ini bertujuan untuk mengatasi hasil belajar yang tidak memuaskan pada materi pembagian kelas IV SD Nomor 4 Darmasaba. Pengembangan multimedia
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Hasil tes menunjukkan bahwa 7 atau 29,17% siswa lulus kriteria nilai minimum pada pre-test, 11 atau 45,83% siswa lulus kriteria nilai minimum pada siklusHasil tes menunjukkan bahwa 7 atau 29,17% siswa lulus kriteria nilai minimum pada pre-test, 11 atau 45,83% siswa lulus kriteria nilai minimum pada siklus
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk berlatih bahasa Inggris dalam konteks nyata. Dengan demikian, siswa tidak hanya bisa berkomunikasi dengan lebihPendekatan ini memperkenankan siswa untuk berlatih bahasa Inggris dalam konteks nyata. Dengan demikian, siswa tidak hanya bisa berkomunikasi dengan lebih