STKIPPGRI LUBUKLINGGAUSTKIPPGRI LUBUKLINGGAU

SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian SejarahSINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah

Sejarah lokal merupakan salah satu cabang ilmu sejarah yang menarik untuk didiskusikan mengenai kebudayaan ataupun sejarah dari suatu wilayah. Salah satu peninggalan sejarah lokal Jember adalah prasasti batu gong. Prasasti Batu Gong berlokasi di Kaliputh, Kecamatan Rambipuji. Prasassti ini diperkirakan ada sejak abad 7 M – 8 M. Prasasti ini ditemukan oleh arkeolog Belanda W.F. Stutterheim dan H.R. Heekeren pada tahun 1933. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan prasasti ini kurang mendapatkan perhatian dan menguraikan konteks historis prasasti batu gong dalam perkembangan sejarah lokal Jember yang mencerminkan budaya dan tradisi masyarakat pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode literatur, observasi, dan wawancara. Faktor terbengkalainya prasasti batu gong adalah kuranngnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat, kurangnya promosi dan edukasi, serta kurangnya koordinasi dan tata kelola, Dapat diketahui dari literatur bahwa peran pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah dapat menjadi motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam pelestarian Prasasti Batu Gong.

Kabupaten Jember kaya akan sejarah dan budaya yang berkembang dari masa prasejarah hingga zaman kolonial, dengan Prasasti Batu Gong sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang ditemukan di Kaliputih, Rambipuji.Prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-7 hingga ke-8 Masehi dan memiliki nilai sejarah tinggi sebagai bagian dari kerajaan Medang Kamulan, namun saat ini kondisinya terbengkalai akibat kurangnya perhatian, promosi, dan pengelolaan, sehingga perlu upaya pelestarian bersama agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Pertama, perlu penelitian lebih mendalam mengenai makna dan konteks historis dua tafsiran berbeda dari aksara Pallawa di Prasasti Batu Gong, yaitu Parvvateswara (Dewa Gunung) dan Pavāte Jāva (Perbatasan Jawa), untuk memahami posisi politik dan religius Jember pada masa kerajaan kuno. Kedua, sebaiknya dilakukan kajian etnografi tentang praktik ritual masyarakat sekitar terhadap prasasti ini, termasuk latar belakang mitos bunyi batu gong pada hari tertentu, guna mengungkap hubungan antara warisan arkeologis dengan kepercayaan lokal. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang potensi Prasasti Batu Gong sebagai objek wisata edukasi, dengan menganalisis minat masyarakat, hambatan promosi, dan model pengelolaan berbasis komunitas yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha lokal untuk memastikan keberlanjutan pelestarian dan pemanfaatan situs secara berkelanjutan.

  1. #problem based learning#problem based learning
  2. #sejarah lokal#sejarah lokal
Read online
File size567.04 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-3cs
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test