UIBUUIBU

One moment, please...One moment, please...

Keterampilan berpikir kritis siswa di SMP Negeri 2 Sekadau Hilir masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, membaca, bertanya, menjawab (JiRQA) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMP Negeri 2 Sekadau Hilir. Pendekatan ini kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen semu. Instrumen untuk mengukur keterampilan berpikir kritis menggunakan pertanyaan esai sebanyak 6 item. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk menentukan rata-rata dan analisis inferensial menggunakan uji-t. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis pretest dan posttest dari kelas eksperimen sebesar 45,28% dan kelas kontrol sebesar 33,11%. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa nilai probabilitas keterampilan berpikir kritis siswa 0,00 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran JiRQA pada keterampilan berpikir kritis siswa.

Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa biologi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis antara kelas ekperimen dan kelas kontrol pada materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.Hasil nilai rerata kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen sebesar 79,41 dan kelas kontrol sebesar 71,00.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas model pembelajaran JiRQA ketika diterapkan pada mata pelajaran lain seperti matematika dan bahasa Indonesia untuk menilai transferabilitas peningkatan berpikir kritis. Penelitian tersebut dapat dirumuskan sebagai: “Bagaimana penerapan model JiRQA pada mata pelajaran matematika memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode konvensional? Selain itu, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi retensi jangka panjang kemampuan berpikir kritis siswa setelah intervensi JiRQA selama dua semester atau lebih. Pertanyaan penelitian yang dapat diajukan ialah: “Apakah peningkatan berpikir kritis yang dihasilkan oleh model JiRQA tetap bertahan setelah tiga bulan tanpa penerapan model? Selanjutnya, integrasi teknologi digital, misalnya platform kolaboratif daring, dapat dipelajari untuk meningkatkan interaksi dan motivasi dalam model JiRQA. Penelitian dapat menanyakan: “Bagaimana penggunaan alat kolaboratif daring dalam model JiRQA mempengaruhi kualitas diskusi dan perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa?.

  1. #hasil belajar#hasil belajar
  2. #siswa smp#siswa smp
Read online
File size240.43 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Gl
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test