STAIBSLLGSTAIBSLLG
Prodising ISIDProdising ISIDKeluarga merupakan salah satu peran penting dalam mendidik lingkungan awal pendidikan di keluarga tidak dapat dipisahkan dari pola asuh yang tepat diterapkan oleh orangtua kepada anak. Semua orangtua menginginkan anak-anaknya tumbuh sebagai individu yang sangat dihormati, cerdas, dan memiliki perilaku Islami yang tinggi, termasuk orangtua Muslim. Orang-orang besar dalam konsep Islam tercermin dalam contoh utama Muslim, yaitu Rasulullah SAW, menurut Aisyah. ra. dalam sebuah hadits: Morality is the Koran. Orangtua, sebagai pendidik awal di keluarga memiliki tugas yang cukup kompleks untuk membentuk anak menjadi pemilik karakter Al-Quran. Program ini dianggap sebagai modal utama dalam menginternalisasikan nilai-nilai Al-Quran ke dalam jiwa anak. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi kasus instrumental dengan studi naratif sebagai metode pengumpulan data. Hasilnya menunjukkan bahwa ada tiga jenis pola asuh (pengasih, pengasuh, dan pengasah) yang diterapkan secara proporsional sesuai dengan kondisi yang dialami. Perawatan ini dilakukan bersama dengan nasihat dan rasionalisasi tentang masalah sehari-hari. Nasihat yang digunakan selalu menghubungkan Tuhan. Selain itu, orangtua merancang lingkungan keluarga dalam suasana dakwah. Hasil dari pola asuh yang tepat ini adalah anak-anak yang memiliki karakter religius, jujur, tidak sombong, taat kepada kedua orangtuanya, dan giat belajar.
Berdasarkan wacana di atas, kami menyimpulkan bahwa penerapan pola asuh yang diobservasi yang tepat dalam pembentukan karakter pada anak menerapkan tiga jenis pola asuh.(1) pola asuh pengasih, (2) pola asuh pengasuh, dan (3) pola asuh pengasah kepada anak-anak mereka.Dan pola asuh yang diterapkan secara proporsional tergantung pada keadaan dan situasi tertentu, sehingga mampu mencetak generasi generasi yang pintar dan beradab.Sedangkan pola asuh yang salah akan menjadi dampak negatif bagi anak.Orang tua merupakan lingkungan keluarga yang pertama bagi anak untuk berinteraksi san orang tua mempeunyai pengaruh yang Sangat besar dalam pembentukan mengembangkan karakter pada anak sejak dini.Sehingga pola asuh orangtua yang tepat berlandaskan dengan alquran dan alhadis mampu membentuk karakter islami yang cerdas dan beradab.Salah satu faktor dalam keluarga yang memiliki peran dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian anak adalah pola asuh yang diterapkan orangtua.Kebanyakan para orang tua yang tidak memahami sebuah peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter seorang anak.Sedangkan ada yang sebagian yang mengangap apabila sudah mampu memenuhi kebutuhan materi bagi seolah-olah selesailah tugas orangtua.Padahal kebutuhan yang harus dipenuhi oleh anak bukan hanya materi dan psikis saja melainkan memberikannya pembiasan dan keteladan yang islami sehingga anak tersebut terbentuk karakter yang islam dan mempunyai adab.Seorang anak yang di didik dengan penerapan pola asuh yang baik akan menghasilkan didikan yang baik pula.Untuk membentuk generasi yang cerdas dan beradab diperlukan diadakanya penyuluhan atau seminar kepada seluruh orangtua selaku pendidik awal dalam mendidik seorang anak agar dibekali dengan ilmu-ilmu islam sehingga mampu mendidik anak dengan baik dan sesuai dengan tuntunan ajaran islam sehingga mampu mencetak generasi anak sesuai yang diharapkan.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pola asuh yang diterapkan di keluarga dengan hasil karakter yang terbentuk pada anak. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang pengaruh lingkungan keluarga terhadap pembentukan karakter anak, khususnya dalam konteks pendidikan karakter yang Qurani. Selain itu, penelitian tentang peran orangtua dalam mendidik anak sejak dini dengan landasan Al-Quran dan Al-Hadits juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Penelitian ini dapat dilakukan dengan metode kualitatif, dengan menggunakan studi kasus atau studi naratif sebagai metode pengumpulan data.
| File size | 136.23 KB |
| Pages | 7 |
| Short Link | https://juris.id/p-33v |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STITMAKRIFATULILMISTITMAKRIFATULILMI Pengembangan pendidikan Islam dengan moderasi Islam sebagai paradigma dan arus utama menjadi kunci, sebab moderasi menjadi identitas dan karakter dasar.Pengembangan pendidikan Islam dengan moderasi Islam sebagai paradigma dan arus utama menjadi kunci, sebab moderasi menjadi identitas dan karakter dasar.
IAINPTKIAINPTK Kajian ini merupakan kajian library research dan jenis penelitiannya kualitatif. Untuk mengkritik konsep feminis tentang hak dan kewajiban suami isteri,Kajian ini merupakan kajian library research dan jenis penelitiannya kualitatif. Untuk mengkritik konsep feminis tentang hak dan kewajiban suami isteri,
JURNALSAINSJURNALSAINS Sehingga, pada akhirnya anak akan mencapai proses Pendidikan karakter lewat kegiatan sehari-hari yang sudah dilakukan. Pada studi ini, akan sedikit menguraikanSehingga, pada akhirnya anak akan mencapai proses Pendidikan karakter lewat kegiatan sehari-hari yang sudah dilakukan. Pada studi ini, akan sedikit menguraikan
STAIMTASTAIMTA Pendidikan ini mencakup transfer pengetahuan teoritis dan pembelajaran berkelanjutan melalui pengembangan fungsi pendengaran, penglihatan, dan hati. TujuannyaPendidikan ini mencakup transfer pengetahuan teoritis dan pembelajaran berkelanjutan melalui pengembangan fungsi pendengaran, penglihatan, dan hati. Tujuannya
UINSATUUINSATU Tentu bagi sarjana pengkaji Islam di Indonesia, hal tersebut lebih mengejutkan lagi sebab pada periode Geertz melakukan studi lapangannya di Jawa padaTentu bagi sarjana pengkaji Islam di Indonesia, hal tersebut lebih mengejutkan lagi sebab pada periode Geertz melakukan studi lapangannya di Jawa pada
ULUMUNAULUMUNA Integrasi ilmu pengetahuan dan Islam menjadi kebutuhan penting untuk menangani masalah masyarakat yang semakin kompleks, yang tidak dapat diselesaikanIntegrasi ilmu pengetahuan dan Islam menjadi kebutuhan penting untuk menangani masalah masyarakat yang semakin kompleks, yang tidak dapat diselesaikan
IAINAMBONIAINAMBON Hal ini dibuktikan dengan didirikannya lembaga pendidikan Islam serta gagasan-gagasan pendidikannya yang hingga kini masih digunakan dalam kurikulum KementerianHal ini dibuktikan dengan didirikannya lembaga pendidikan Islam serta gagasan-gagasan pendidikannya yang hingga kini masih digunakan dalam kurikulum Kementerian
METROMETRO Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggulangan yang diterapkan adalah sistem non penal, yaitu pendekatan P2R2 (pre-emtif, preventif, represif,Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggulangan yang diterapkan adalah sistem non penal, yaitu pendekatan P2R2 (pre-emtif, preventif, represif,
Useful /
RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS Dengan demikian, hipotesis diterima secara parsial, karena atribut demografis lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Temuan yang menonjolDengan demikian, hipotesis diterima secara parsial, karena atribut demografis lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Temuan yang menonjol
STAIBSLLGSTAIBSLLG Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang secara khusus menganalisis secara komprehensif penerapan, pelatihan, dan pendidikan yang dilakukanPenelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang secara khusus menganalisis secara komprehensif penerapan, pelatihan, dan pendidikan yang dilakukan
STAIBSLLGSTAIBSLLG Umat Islam dapat memperkuat diplomasi global melalui pendidikan nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam sistem kapitalisasi ilmu pengetahuan. DiperlukanUmat Islam dapat memperkuat diplomasi global melalui pendidikan nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam sistem kapitalisasi ilmu pengetahuan. Diperlukan
STAIBSLLGSTAIBSLLG Nilai-nilai moral yang diinternalisasi pada siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial meliputi disiplin, ramah/komunikatif, dan demokratis. SecaraNilai-nilai moral yang diinternalisasi pada siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial meliputi disiplin, ramah/komunikatif, dan demokratis. Secara