AINARAPRESSAINARAPRESS
Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan DasarJurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan DasarPenelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual untuk topik singkatan dan akronim dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya paparan eksplisit terhadap unsur linguistik mikro dalam buku ajar konvensional serta kurangnya keterhubungan materi dengan konteks kehidupan siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dirujuk dari Thiagarajan et al. (1974). Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SDN Sumbersari 02 Jember dengan pendekatan purposive sampling. Validitas bahan ajar dievaluasi oleh dua ahli dengan cakupan isi materi, keterpaduan visual, dan keterkaitan dengan capaian pembelajaran, memperoleh skor rata-rata 90% (kategori sangat valid). Kepraktisan diperoleh dari hasil observasi guru menggunakan lembar skala Likert terhadap empat indikator utama, menghasilkan skor 96%. Efektivitas diukur dari hasil posttest berbasis indikator kompetensi dasar, menunjukkan bahwa 73% siswa mencapai atau melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kontekstual pada pembelajaran linguistik mikro efektif meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui keterhubungan antara bahasa dan realitas sehari-hari. Kontribusi utama studi ini terletak pada inovasi pengembangan bahan ajar berbasis CTL dalam ranah linguistik mikro, topik yang selama ini kurang dikaji serta menyarankan perlu pengembangan lanjutan dalam skala lebih luas dan melibatkan aspek afektif serta psikomotorik.
Penelitian ini berhasil mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual pada materi singkatan dan akronim untuk siswa kelas V sekolah dasar yang terbukti valid (90%), praktis (96%), dan efektif (73% siswa melampaui KKM).Penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) memungkinkan integrasi materi linguistik mikro dengan konteks kehidupan nyata siswa, sehingga mendorong pemahaman konseptual yang lebih bermakna.Model pengembangan 4-D yang digunakan terbukti sistematis dan aplikatif dalam menghasilkan perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.Simpulan ini mempertegas kontribusi penelitian dalam mengisi kekosongan kajian pengembangan bahan ajar linguistik mikro berbasis CTL, serta memberikan pijakan awal bagi praktik guru dan penelitian lanjutan dalam ranah kebahasaan dasar yang lebih kontekstual dan relevan.
Berdasarkan temuan dan keterbatasan penelitian ini, disarankan agar pengembangan bahan ajar singkatan dan akronim berbasis kontekstual diimplementasikan secara lebih luas pada berbagai satuan pendidikan dasar dengan melibatkan jumlah peserta yang lebih besar dan desain penelitian yang mencakup pretest–posttest serta kelompok pembanding. Guru diharapkan dapat mengadaptasi bahan ajar untuk siswa dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran tematik yang relevan dengan konteks lokal. Penelitian juga dianjurkan untuk mengeksplorasi dimensi afektif dan psikomotorik siswa, serta mengembangkan bentuk digital dari bahan ajar—seperti e-modul atau aplikasi interaktif untuk meningkatkan daya tarik dan keterlibatan siswa generasi digital-native. Selain itu, pengembangan buku panduan guru (teachers guidebook) sangat penting untuk memfasilitasi implementasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
- Desain LKPD Fisika Terintegrasi HOTS Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik | Jurnal... doi.org/10.29303/jpft.v7i2.3098Desain LKPD Fisika Terintegrasi HOTS Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Jurnal doi 10 29303 jpft v7i2 3098
- Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Sekolah Dasar | Jurnal... doi.org/10.54371/jekas.v1i2.425Pengaruh Kedisiplinan Belajar terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Sekolah Dasar Jurnal doi 10 54371 jekas v1i2 425
| File size | 213.52 KB |
| Pages | 6 |
| Short Link | https://juris.id/p-32m |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UMBUMB Pendekatan penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkanPendekatan penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkan
STPDIANMANDALASTPDIANMANDALA Metodologi penelitian ini menggunakan kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait implementasi Deep Learning dalam pembelajaranMetodologi penelitian ini menggunakan kajian pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur terkait implementasi Deep Learning dalam pembelajaran
UNCMUNCM Disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berupa papan kartu berwarna efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika materi perkalian bersusunDisimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran berupa papan kartu berwarna efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika materi perkalian bersusun
UMBUMB 5) Siswa masih banyak yang belum bisa membaca al-Quran dengan baik dan benar sehingga guru kesulitan dalam menyampaikan materi. Problematika pembelajaran5) Siswa masih banyak yang belum bisa membaca al-Quran dengan baik dan benar sehingga guru kesulitan dalam menyampaikan materi. Problematika pembelajaran
UMBUMB Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap Ustadz dan santri. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap Ustadz dan santri. Hasil penelitian menunjukkan
UMBUMB Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan inovatif yang menekankan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan kompleks. Pembelajaran ini merupakanProject Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan inovatif yang menekankan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan kompleks. Pembelajaran ini merupakan
UMBUMB Untuk keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, Trianggulasi teknik dan sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapiUntuk keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, Trianggulasi teknik dan sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi
UNESPADANGUNESPADANG Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX 8 MTsN 5 Kota Padang yang berjumlah 32 orang. Data penelitianPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX 8 MTsN 5 Kota Padang yang berjumlah 32 orang. Data penelitian
Useful /
UNCMUNCM Oleh karena itu untuk peningkatan kinerja sekolah, dibutuhkan peran kepala sekolah sebagai innovator yang berorientasi pada pencapaian tujuan dan optimalisasiOleh karena itu untuk peningkatan kinerja sekolah, dibutuhkan peran kepala sekolah sebagai innovator yang berorientasi pada pencapaian tujuan dan optimalisasi
UNCMUNCM Lipstik merupakan elemen penting dalam tata rias pengantin karena mampu memperkuat karakter wajah melalui warna, tekstur, dan bentuk bibir. Dalam trenLipstik merupakan elemen penting dalam tata rias pengantin karena mampu memperkuat karakter wajah melalui warna, tekstur, dan bentuk bibir. Dalam tren
UNESPADANGUNESPADANG Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian tes di setiap akhir pertemuan dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas VII. Peningkatan ini terlihatPenelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian tes di setiap akhir pertemuan dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa kelas VII. Peningkatan ini terlihat
UNESPADANGUNESPADANG Kemajuan bahasa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh sekolah sebagai pusat pengajaran. Penguasaan bahasa yang benar sesuai dengan kaidah merupakan kunciKemajuan bahasa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh sekolah sebagai pusat pengajaran. Penguasaan bahasa yang benar sesuai dengan kaidah merupakan kunci