MAHARDHIKAMAHARDHIKA
Jurnal Pendidikan Dasar dan MenengahJurnal Pendidikan Dasar dan MenengahTujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil persepsi peserta didik dalam pembelajaran PJOK berbasis pembelajaran jarak jauh SMA Negeri 1 Ulujami selama pandemi COVID-19, untuk mengetahui faktor pendukung persepsi peserta didik dalam pembelajaran PJOK berbasis pembelajaran jarak jauh SMA Negeri 1 Ulujami selama pandemi COVID-19, dan untuk mengetahui faktor penghambat dalam persepsi peserta didik dalam pembelajaran PJOK berbasis pembelajaran jarak jauh SMA Negeri 1 Ulujami selama pandemi COVID-19. Tehnik sampling pada penelitian ini menggunakan sampling purposif dimana peneliti menentukan kriteria mengenai responden yang dipilih sebagai sempel. Informan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Ulujami. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik yaitu angket. Analisis yang dilakukan menggunakan model analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang dilakukan mengenai penelitian Persepsi Peserta Didik Dalam Pembelajaran PJOK Berbasis Pembelajaran Jarak Jauh di SMA Negeri 1 Ulujami menunjukan bahwa siswa yang masuk kedalam kategori sangat positif berjumlah 9 atau 19,6% dari jumlah total, untuk kategori positif berjumlah 15 orang atau 32,6 % hasil tersebut merupakan hasil terbanyak, sedangkan untuk kategori sedang berjumlah 9 orang atau 19,6%, untuk hasil kategori negatif berjumlah 10 orang atau 21,7% dan untuk kategori sangat negatif berjumlah 3orang atau 6,5%. Hasil tersebut dapat diartikan sebagian persepsi siswa Kelas XI terhadap Pembelajaran PJOK Berbasis Pembelajaran Jarak Jauh di SMA Negeri 1 Ulujami Tahun 2021 pada masa pandemi covid-19 dapat dikatakan Positif.
Berdasarkan hasil penelitian, siswa yang masuk kategori sangat positif berjumlah 9 (19,6%), kategori positif 15 orang (32,6%), kategori sedang 9 orang (19,6%), kategori negatif 10 orang (21,7%), dan kategori sangat negatif 3 orang (6,5%).Sebagian persepsi siswa kelas XI terhadap pembelajaran PJOK berbasis Pembelajaran Jarak Jauh di SMA Negeri 1 Ulujami tahun 2021 pada masa pandemi covid-19 dapat dikatakan positif.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh kualitas perangkat teknologi terhadap efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam mata pelajaran PJOK. Selain itu, perlu dibandingkan persepsi peserta didik antara pembelajaran langsung dan pembelajaran daring untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan. Penelitian juga dapat fokus pada strategi peningkatan keterampilan digital dan literasi siswa di pedesaan untuk mengatasi hambatan akses teknologi selama pandemi.
| File size | 384.07 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
YPSMYPSM Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pendapatan nelayan terhadap daya beli masyarakat. Besar pengaruhBerdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pendapatan nelayan terhadap daya beli masyarakat. Besar pengaruh
UNISAPUNISAP Hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan antara komunikasi sosial dan kebutuhan belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa WhatsApp Group memiliki fungsiHal ini dapat membantu menjaga keseimbangan antara komunikasi sosial dan kebutuhan belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa WhatsApp Group memiliki fungsi
INDOPUBLISHINGINDOPUBLISHING Dengan terlaksananya kegiatan ini kami berharap dapat berdampak meningkatkan pemahaman dan bermanfaat bagi pihak sekolah terutama guru kelas menjadi terbantuDengan terlaksananya kegiatan ini kami berharap dapat berdampak meningkatkan pemahaman dan bermanfaat bagi pihak sekolah terutama guru kelas menjadi terbantu
UNISAPUNISAP Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan observasi, mengamati proses pembelajaran di kelas, wawancara dan tak lupa dokumentasi.Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan observasi, mengamati proses pembelajaran di kelas, wawancara dan tak lupa dokumentasi.
UNISAPUNISAP Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Perngumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, dan observasi. Penelitian ini dilakukan dikelasPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Perngumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, dan observasi. Penelitian ini dilakukan dikelas
UNISAPUNISAP Abdurrahman Wahid Pekalongan menerapkan regulasi diri dalam menyeimbangkan hafalan dan prestasi akademik melalui aspek metakognisi, motivasi, dan perilaku.Abdurrahman Wahid Pekalongan menerapkan regulasi diri dalam menyeimbangkan hafalan dan prestasi akademik melalui aspek metakognisi, motivasi, dan perilaku.
UNISAPUNISAP Kode etik ini tidak hanya untuk sebelah pihak saja tetapi untuk keduanya baik guru atau siswanya, karena hal ini adalah sesuatu yang mesti guru maupunKode etik ini tidak hanya untuk sebelah pihak saja tetapi untuk keduanya baik guru atau siswanya, karena hal ini adalah sesuatu yang mesti guru maupun
UNISMUHUNISMUH Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar peserta didik menggunakanData hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar peserta didik menggunakan
Useful /
UNAMAUNAMA 2%, recall 96. 7%, F1-score 0. 97, dan mAP@0. 5 sebesar 97. 9%. Sistem juga berhasil diimplementasikan dan diuji dalam berbagai kondisi pencahayaan, serta2%, recall 96. 7%, F1-score 0. 97, dan mAP@0. 5 sebesar 97. 9%. Sistem juga berhasil diimplementasikan dan diuji dalam berbagai kondisi pencahayaan, serta
INDOPUBLISHINGINDOPUBLISHING Salah satu cara untuk mengatasi masalah sampah anorganik adalah melalui daur ulang, di mana sampah tersebut diubah menjadi kerajinan tangan yang memilikiSalah satu cara untuk mengatasi masalah sampah anorganik adalah melalui daur ulang, di mana sampah tersebut diubah menjadi kerajinan tangan yang memiliki
MAHARDHIKAMAHARDHIKA Berdasarkan pembahasan, ditemukan bahwa pemahaman guru tentang asesmen ketuntasan minimum bervariasi, dengan 62,4% menyatakan paham dan 37,6% kurang paham.Berdasarkan pembahasan, ditemukan bahwa pemahaman guru tentang asesmen ketuntasan minimum bervariasi, dengan 62,4% menyatakan paham dan 37,6% kurang paham.
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI dan (3) penggunaan wawasan tasawuf untuk menangani persoalan yang tidak secara eksplisit diatur dalam Al-Quran. Ketiga karakteristik tersebut menjadi dasardan (3) penggunaan wawasan tasawuf untuk menangani persoalan yang tidak secara eksplisit diatur dalam Al-Quran. Ketiga karakteristik tersebut menjadi dasar